Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pelestarian Budaya Tionghoa di Kampung Pecinan, Menjaga Identitas di Tengah Globalisasi

Pelestarian Budaya Tionghoa di Kampung Pecinan, Menjaga Identitas di Tengah Globalisasi

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
20 Agustus 2025, 10.09 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Budaya Tionghoa

Penulis : Herlina Suksmawati Dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur

JurnalPost.com - Pelestarian Budaya Tionghoa Di Kampung Pecinan Kya-Kya: Membangun Ruang Kolaborasi Lintas Generasi Di Tengah Arus Modernisasi. Kampung Pecinan Kya-Kya Surabaya merupakan kawasan bersejarah yang menyimpan kekayaan budaya Tionghoa, baik dari segi arsitektur, kuliner, hingga tradisi keagamaan dan kesenian.

IKLAN

Kawasan ini telah menjadi simbol akulturasi antara budaya Tionghoa dan Jawa, serta menjadi daya tarik wisata budaya di Kota Surabaya. Namun, seiring dengan masifnya arus modernisasi dan globalisasi, ruang-ruang budaya tradisional seperti Kya-Kya mengalami tantangan besar dalam mempertahankan eksistensinya di tengah dominasi budaya populer dan gaya hidup urban.

Universitas Pembangunan
Baca Juga

Tim PKM Edu UPNVJT Uji Keterbacaan dan Teknologi Buku Dongeng Karya Anak Rumah Baca Riang Education

Kampung Pecinan Kya-Kya Surabaya adalah representasi nyata dari akulturasi budaya yang mencerminkan keberagaman Indonesia. Namun, keberadaan nilai-nilai budaya Tionghoa yang melekat di kawasan ini menghadapi tantangan serius akibat laju modernisasi, perubahan gaya hidup, serta kurangnya keterlibatan generasi muda dan masyarakat umum dalam upaya pelestariannya. Generasi muda yang seharusnya menjadi pewaris kebudayaan justru semakin terasing dari akar tradisinya.

IKLAN

Minimnya ruang dialog lintas generasi dan kurangnya aktivitas budaya yang dikemas secara menarik membuat kebudayaan Tionghoa mulai kehilangan relevansinya di mata anak muda. Tak hanya itu, sebagian masyarakat luas pun cenderung melihat budaya Tionghoa di Kya-Kya hanya sebagai atraksi seremonial atau pelengkap wisata kuliner, bukan sebagai bagian dari identitas kota yang harus dijaga secara aktif dan kolaboratif.

Rendahnya partisipasi ini berpotensi menyebabkan budaya Tionghoa mengalami degradasi makna hanya tersisa bentuk visual tanpa substansi nilai yang hidup. Oleh karena itu, perlu adanya gerakan sosial yang mampu menjembatani jarak antara budaya tradisional dan perkembangan zaman, sekaligus mengajak masyarakat luas dan generasi muda menjadi bagian dari proses pelestarian yang aktif, kritis, dan kreatif.

Plang Kos Roekoen
Baca Juga

Warung Roekoen, Menikmati Cita Rasa Rumahan di Tengah Nuansa Tionghoa Tempo Dulu Jakarta

Melalui proyek ini, yang menekankan pelibatan komunitas, media digital, serta kegiatan edukatif dan seni berbasis kolaborasi, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran budaya, regenerasi pelaku budaya muda, serta penguatan identitas Kya-Kya sebagai kawasan yang tidak hanya "hidup" secara fisik, tetapi juga secara kultural. Dengan pendekatan yang partisipatif dan inklusif, proyek ini ingin menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab komunitas etnis tertentu, melainkan tugas kolektif masyarakat kota yang majemuk dan berbudaya.

Gerakan ini akan difokuskan pada penguatan identitas budaya melalui aktivitas seni, edukasi publik, serta pelibatan masyarakat lokal dalam kegiatan kebudayaan yang relevan dengan konteks kekinian.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pelestarian-budaya-tionghoa-di-kampung-pecinan-menjaga-identitas-di-tengah-globalisasi/84886/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.59 WITA

  • #Budaya Tionghoa
  • #UPNVJT

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  4. 4

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  5. 5

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.