Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. PD Pasar Anggap Keberadaan Pasar Tumpah Karena Kecolongan

PD Pasar Anggap Keberadaan Pasar Tumpah Karena Kecolongan

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
28 Mei 2016, 00.45 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Jelang Ramadan 2106, Disperindag Antisipasi Lonjakan Harga

MAKASSAR, JP - Bermunculannya pasar tumpah di Kota Makassar dianggap sebagai penyebab kemacetan disejumlah titik. Menanggapi hal tersebut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar melalui anggota Komisi B, Sampara Syarif meminta Direktur PD Pasar, Rahim Bustan dievaluasi. Sebab sejauh ini belum mampu membenahi sejumlah masalah pasar yang dinilai masih semrawut.

Jelang Ramadan 2106, Disperindag Antisipasi Lonjakan Harga

Legislator PPP itu, menganggap, perusda harusnya tidak saja mempertimbangkan soal profit atau pendapatan semata, namun dari segi palayanan kepada masyarakat juga harus diutamakan. Sebab keberhasilan perusda adalah ketika secara pendapatan dan pelayanan bisa berjalan beriringan secara maksimal.

IKLAN

Apalagi menurutnya menjamurnya pasar dadakan di pinggir jalan sudah sangat meresahkan masyaralat. Sampara mencontohkan seperti yang terjadi di sepanjang jalan Hertasning, setiap jam-jam pulang kerja, jalanan tersebut selalu padat dan macet akibat pedagang kaki lima (PKL). Begitu juga yang terjadi di Pasar Pa'baeng-baeng, pedagang sudah tidak mau masuk ke dalam pasar, mereka lebih suka berjualan di pinggir jalan.

Tenis Junior TDP IMTC Semen Tonasa Cup dan IMTC
Baca Juga

Kejurnas Tenis Junior IMTC Semen Tonasa Cup dan Piala Ketua Pelti Sulsel Resmi Digelar di Makassar

IKLAN

Sementara itu, Rahim Bustam mengakui hal tersebut bentuk kecolongan. Seharusnya para penjual yang menempati pasar tumbuh yang dikelola swasta, bisa menempati stand yang ada di pasar yang disediakan dan dikelola oleh PD Pasar. Hal tersebut diyakini mangurangi pendapatan asli daerah (PAD) dari PD Pasar sendiri. Sebab, hal tersebut berimbas pada kosongnya lapak yang telah disediakan di pasar yang legal.

"Pasti rugi dong, karena banyak los, atau lapak kita yang kosong," katanya.

Rahim pun mengaku tidak bisa melakukan apa-apa, sebab pasar yang dikelola oleh selain pemerintah, bukan termasuk dalam kewenangan PD Pasar, seperti untuk menertibkan atau memindahkan pedagang. "Sebenarnya kita kecolongan, tidak boleh ada pasar diluar dari rekomendasi PD Pasar. Kita tidak bisa juga mengambil alih, karena tanahnya orang. Saat yang punya tanah melihat ada nilai ekonomi disitu, dia bikin seperti itu (pasar)," ungkapnya. (one/jp)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pd-pasar-anggap-keberadaan-pasar-tumpah-karena-kecolongan/2649/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.59 WITA

  • #Makassar
  • #pasar
  • #pd pasar

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Tak Lagi Repot Cari Uang Kembalian, Pedagang di Bojonegoro Mulai Terbiasa Gunakan QRIS BRI

SG8 Group Jadi Identitas Baru PT Dwitunggal Jaya Pratama Maju, Perkuat Solusi Bisnis Terintegrasi

UMKM Kalitidu dan Malo Manfaatkan BRImo, Transaksi Usaha Jadi Lebih Praktis

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat
  2. 2

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  3. 3

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  4. 4

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

  5. 5

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.