JurnalPost.com - Sesuai namanya “Payung Lukis”, merupakan payung berwarna dengan motif yang dilukis sendiri menggunakan tangan pelukisnya. Payung umumnya digunakan untuk melindungi diri dari hujan ataupun dari teriknya matahari, namun untuk payung lukis ini memiliki fungsi yang berbeda. Ngadi (2024) mengatakan payung Lukis memiliki kegunaan seperti payung keraton yang dulunya digunakan sebagai simbol kepangkatan keraton, kemudian digunakan dalam upacara tradisional, pengiringan jenazah ke pemakaman, hiasan pernikahan, dekorasi, properti tari.
Payung Lukis memiliki warna yang beragam, seperti merah, hitam, hijau, kuning, ungu, putih, dan sebagainya. Biasanya, payung lukis berwarna hijau, merah, dan kuning digunakan sebagai payung untuk mengiringi jenazah ke pemakaman. Untuk kebutuhan hiasan dalam pernikahan, payung diberi tambahan aksen berwarna emas sebagai tanda kemewahan. Payung lukis juga memiliki berbagai bentuk dan ukuran Contohnya, payung lukis untuk hiasan dalam pernikahan memiliki bentuk payung tumpuk 3 tingkat, sedangkan umumnya hanya ada satu lingkaran saja.
Desa Juwiring merupakan desa yang banyak terdapat rumah produksi payung lukis. Salah satu rumah produksi payung lukis yang terkenal di desa Gumantar, Juwiring yaitu “Payung Lukis Ngudi Rahayu”. Sudah berdiri sejak tahun 1999 yang dilanjutkan oleh Pak Ngadi. Rumah produksi ini terkenal hingga sudah berkolaborasi dengan beberapa projek seperti pada Festival Payung di Balekambang, Solo tahun 2024. Kolaborasi dari beberapa negara untuk melakukan photoshoot dengan menggunakan properti payung dari rumah produksi ini. Bahkan Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta juga memesan payung lukis di rumah produksi ini untuk upacara tradisional di sana.
Gambar 2. Payung yang sedang dilukis (Sumber: Rahma Aprilia, 2024)
Setiap motif dan corak pada payung, merupakan hasil lukis tangan dari salah satu pekerja disana, yaitu Pak Yusuf yang juga dibantu beberapa pekerja lainnya. Lukisan pada payung yang dapat diselesaikan oleh Pak Yusuf dalam seharinya bisa selesai hingga 20 payung. Keterampilannya dalam melukis payung ini sangat cepat dan rapi. Payung Lukis Ngudi Rahayu juga memproduksi payung berwarna putih, sehingga pengunjung dapat mencoba melukis payung sendiri sesuai dengan kreativitasnya dengan membeli paket pembelian.
Payung lukis ini menjadi salah satu hasil kesenian yang sangat menarik untuk dibahas. Payung lukis bisa menjadi salah satu media untuk memperkenalkan Nusantara. Dengan menambahkan unsur Nusantara pada corak di payung, kemudian mempromosikan payung ini ke berbagai daerah atau negara sebagai properti maupun bahan dekorasi sudah menjadi langkah memperkenalkan Nusantara di kalangan luas.
Payung lukis juga bisa menjadi inspirasi proses kreatif di bidang film dan televisi. Misalnya, ketika ingin membuat suatu tayangan/program/konten/siaran kemudian tema yang diangkat pada tayangan tersebut tentang payung, maka kru bisa menggunakan payung lukis sebagai properti pada tayangan.
Sampai sini saja pembahasan mengenai payung Lukis. Harapannya, generasi sekarang dapat mengasah kreativitasnya untuk terus melestarikan hasil seni yang ada di Nusantara ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan.
Terima kasih.
Sumber: Pak Ngadi (Pemilik rumah produksi Payung Lukis Ngudi Rahayu)
Penulis: Rahma Aprilia Evenita Film dan Televisi – ISI Surakarta
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda