OGAN ILIR, JurnalPost.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, berhasil menekan laju inflasi daerah sekaligus meningkatkan produksi pangan melalui inovasi digital GARDU KETAPANG (Gerakan Terpadu Ketahanan Pangan).
Program ini menjadi terobosan dalam menyinergikan kebijakan lintas sektor yang sebelumnya berjalan parsial. Melalui integrasi data dan koordinasi antarlembaga, pemerintah daerah kini mampu merespons dinamika harga pangan secara lebih cepat dan terukur.
Salah satu instrumen utama dalam program ini adalah aplikasi pemantauan harga TPID SMART yang digunakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Aplikasi tersebut memungkinkan pemantauan harga komoditas secara real-time sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.
“Melalui sistem pemantauan harga di aplikasi TPID SMART, pemerintah daerah dapat mempercepat respons terhadap potensi inflasi,” demikian keterangan resmi dari pengelola GARDU KETAPANG.
Upaya pengendalian inflasi ini berjalan beriringan dengan peningkatan produksi pangan. Berdasarkan data terbaru, produksi padi di Ogan Ilir meningkat dari 101.000 ton menjadi 123.000 ton. Sementara itu, produksi cabai juga mengalami kenaikan dari 2.050 ton menjadi 2.132 ton.
Kenaikan produksi tersebut ditopang oleh sejumlah program strategis, di antaranya Gerakan Tanam Padi IP 2000 yang mendorong intensitas panen dua kali setahun, optimalisasi lahan (OPLA) melalui pencetakan sawah baru, serta peningkatan infrastruktur jalan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian.
Selain itu, strategi 4K—Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif—diterapkan secara terpadu dalam menjaga stabilitas pangan daerah.
Keberhasilan GARDU KETAPANG juga didukung kolaborasi multipihak yang melibatkan sedikitnya 11 elemen, mulai dari perangkat daerah, Forkompimda, lembaga desa, organisasi perempuan, akademisi, hingga pelaku usaha dan media massa.
Partisipasi masyarakat turut diperkuat melalui program kampanye penanaman kebun yang menyasar lingkungan perkantoran (Goes to Office), sekolah (Goes to School), dan desa (Goes to Village).
Dengan capaian tersebut, GARDU KETAPANG dinilai sebagai salah satu praktik baik inovasi daerah dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan penguatan sektor riil, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga.
Masyarakat dapat mengakses informasi harga dan program melalui aplikasi TPID SMART maupun laman resmi pemerintah daerah.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda