Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Nasional
  3. Mutasi Jabatan Pasca Pelaksanaan Pilkada

Mutasi Jabatan Pasca Pelaksanaan Pilkada

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
18 Februari 2016, 15.15 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Mutasi Jabatan Pasca Pelaksanaan Pilkada

JURNALOST.COM - Pergeseran atau rotasi jabatan pimpinan-pimpinan SKPD di lingkup pemerintah kabupaten/kota pasca pelaksanaan Pilkada sepertinya sudah menjadi tradisi dan rahasia umum.

Usai kepala daerah yang baru dilantik, tidak sedikit pejabat dan pimpinan SKPD di daerah yang khawatir akan di mutasi karena pada saat Pilkada tidak mendukung kepala daerah yang terpilih.

IKLAN

Pakar Ilmu Pemerintahan dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Hasrat Areif Saleh, M.S, mengatakan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejatinya adalah profesi birokrat dan bukan lah jabatan politis. Sehingga PNS seharusnya berada pada posisi yang netral dan tidak berpihak.

Polda Sulsel
Baca Juga

Mutasi Besar di Polda Sulsel, Sejumlah PJU dan Kapolres Berganti

"Tetapi hal itu hanya mudah untuk dikatakan, dan sulit untuk implementasinya. Pada kenyataannya tetap saja ada manuver dukung-mendungkung calon kepala daerah pada masa suksesi Pilkada," kata Hasrat, Kamis (18/2).

Akibatnya, lanjut Hasrat, pada saat calon yang didukungnya kalah, maka PNS-PNS ini kerap kali menjadi korban dari kebijakan-kebijakan dalam proses mutasi dan pergeseran-pergeseran jabatan yang dilakukan oleh kepala daerah yang baru.

Pada masa-masa Pilkada, posisi PNS ini berada pada posisi yang dilematis. Tidak mendukung, salah. Mendukung pun kalau yang didukung kalah, maka dampaknya terhadap mereka juga ada.

"Hampir semua kepala daerah yang baru berdalih melakukan pergesaran dan rotasi itu untuk bisa memastikan semua pejabat satu visi dan misi dengan program yang diusungnya, padahal itu kan hanya sekedar alasan dan pembenaran untuk menggeser pimpinan SKPD yang tidak mendukungnya pada saat Pilkada," ujarnya.

Sambut Pilkada Serentak, KPU Pangkep Uji Coba Aplikasi E-Coklit
Baca Juga

Sambut Pilkada Serentak, KPU Pangkep Uji Coba Aplikasi E-Coklit

Kalau hanya berasalan untuk memastikan program kerjanya bisa berjalan, menurut Hasrat, sebenarnya hal itu cukup dilihat dari track record dan prestasi kerja yang sudah dicapai oleh seorang pejabat atau pimpinan SKPD.

Akan tetapi, saat ini, dikatakannya, pergeseran-pergeseran jabatan karena unsur politis dan hiruk pikuk Pilkada sudah bisa sedikit diminimalisir dengan adanya proses lelang jabatan.

"Walaupun tiga nilai tertinggi dari hasil tes dalam proses lelang jabatan itu nantinya diserahkan kepada kepala daerah untuk selanjutnya memilih pejabat mana yang dianggapnya layak, tetapi paling tidak ini ada proses dan tahapan yang kelihatannya sedikit lebih baik yang harus dilalui sebelum melakukan mutasi jabatan. Ini sudah meminimalisir mutasi-mutasi yang tidak fair," ungkapnya.

Hasrat juga berpesan kepada para kepala daerah terpilih agar bisa mensikronkan program-programnya dengan program pemprov dan juga program nasional.

Wawancara PPS Bulukumpa
Baca Juga

92 Calon PPS Se-Kecamatan Bulukumpa Jalani Tes Wawancara

IKLAN

"Kalau mereka mau pembangunan di daerahnya mendapat dukungan dari pemerintah pusat, program yang mereka buat di daerah harus connect dengan program di provinsi dan nasional. Itu yang harus betul-betul diperhatikan oleh mereka," ucapnya.

Terkait hal tersebut, Bupati Kabupaten Bulukumba, Sukri Sappewali, yang ditemui usai dirinya dilantik, mengatakan, ia akan bersikap profesional dan akan merangkul kembali keempat calon, untuk bisa bersatu dan bersama-sama membangun Bulukumba.

"Kita akan bersikap profesional dan akan merangkul semuanya untuk bersama-sama membangun Bulukumba," kata Sukri.

Untuk rotasi jabatan, menurutnya itu merupakan hal yang wajar dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi dan juga untuk bisa memastikan bahwa apa yang menjadi visi dan misi yang telah diusung bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

"Dalam rangka penyegaran, itu wajar saja. Kalau akibat politik, kemudian tidak loyal, itu pasti akan kita geser," tegasnya.

Akan tetapi, kalau ternayata mereka mampu mempresentasekan dan sejalan dengan visi dan misi kita, kita akan pertahankan.

"Kalau mampu persentasekan visi misi kami, itu akan kita pertahankan," ujarnya.

Bupati Kepulauan Selayar, Muh Basli Ali, mengatakan, proses politik pada saat Pilkada tidak boleh menciderai proses-proses kepegawaian yang ada.

Basli mengaku akan bersikap fair dan profesional dengan memberikan target-target kepada seluruh pejabat yang ada di lingkup Pemkab Selayar untuk menunjukkan kinerjanya, yang akan menjadi pertimbangan sebelum dilakukan pergeseran-pergeseran jabatan.

"Kita akan bersikap proesional. Saya akan kumpulkan semua SKPD-SKPD dan memberikan mereka taret-target yang harus mereka capai dalam waktu enam bulan. Dari situ kita akan nilai mana yang pantas dipertahankan dan mana yang tidak," paparnya.

Sedangkan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengatakan, hal itu hanya merupakan dinamika dari sebuah proses politik. Rotasi jabatan, dikatakannya juga diperlukan untuk melakukan penyegaran dan untuk memastikan semua program yang direncanakan bisa berjalan dengan baik.

"Rotasi itu adalah bagian dari penyegaran, dan itu juga termasuk dari bagian konsolidasi dan rekonsiliasi organisasi. Itu dilakukan agar program yang direncanakan bisa berjalan dengan baik. Kita tetap akan berjalan dan ikuti semuanya sesuai dengan aturan yang ada. Kita ingin semuanya bisa bersama-sama membangun Lutra, " kata Indah. (FO)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mutasi-jabatan-pasca-pelaksanaan-pilkada/1079/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.58 WITA

  • #Mutasi Jabatan
  • #Pilkada
  • #pelantikan bupati

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

BSSN Kukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber, Perkuat Ketahanan Digital Nasional

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Pilihan Editor

  1. 1 Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen
  2. 2

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  3. 3

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  4. 4

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  5. 5

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.