Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Moderasi Beragama di Ruang Publik: Merajut Harmoni Tanpa Mengorbankan Akidah

Moderasi Beragama di Ruang Publik: Merajut Harmoni Tanpa Mengorbankan Akidah

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
19 Januari 2026, 12.21 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Ilyas Rozak Hanafi,
Oleh : Ilyas Rozak Hanafi, M.Pd.I Dosen STAI Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah Lampung JurnalPost.com - Indonesia merupakan laboratorium sosial terbesar di dunia dalam hal keberagaman. Dengan ribuan pulau, ratusan bahasa daerah, dan beragam keyakinan, menjaga stabilitas sosial bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan fundamental. Di tengah arus informasi yang kian deras, wacana moderasi beragama muncul sebagai jembatan untuk menjaga persatuan di ruang publik tanpa harus meluruhkan prinsip-prinsip teologis atau akidah yang diyakini setiap individu. Memahami Esensi Moderasi Secara etimologis, moderasi berarti "jalan tengah". Dalam konteks beragama, moderasi bukanlah upaya mendangkalkan ajaran agama atau mencampuradukkan ritual (sinkretisme). Moderasi beragama adalah sikap mental dan cara pandang dalam beragama yang moderat, yakni tidak ekstrem kiri (liberalisme radikal) dan tidak ekstrem kanan (fanatisme buta). Di ruang publik, moderasi tecermin dalam sikap menghargai eksistensi orang lain, menerima perbedaan, dan bersedia bekerja sama demi kemaslahatan bersama. Hal ini menjadi krusial karena ruang publik adalah milik kolektif, tempat berbagai identitas bertemu dan berinteraksi. Menjaga Akidah di Tengah Toleransi Sering kali muncul kekhawatiran bahwa bersikap toleran berarti harus mengompromikan keyakinan dasar (akidah). Padahal, moderasi yang benar justru menuntut seseorang untuk menjadi penganut agama yang taat sekaligus warga negara yang baik. Berikut adalah beberapa prinsip agar harmoni tetap terjaga tanpa mengorbankan akidah:
  1. Pemisahan antara Muamalah dan Akidah: Dalam urusan sosial (muamalah), kita didorong untuk bekerja sama secara maksimal dengan siapa pun tanpa memandang latar belakang agama. Namun, dalam urusan ibadah dan keyakinan, setiap individu memiliki hak sepenuhnya untuk memegang teguh ajaran agamanya masing-masing.
  2. Setuju dalam Perbedaan (Agree in Disagreement): Toleransi bukan berarti mengakui semua kebenaran agama itu sama, melainkan mengakui bahwa setiap pemeluk agama memiliki hak untuk meyakini kebenaran agamanya. Kita menghormati hak orang lain tanpa harus mengikuti keyakinan mereka.
  3. Dialog Berbasis Kesantunan: Ruang publik harus diisi dengan narasi yang menyejukkan. Menyampaikan kebenaran agama tidak perlu dilakukan dengan cara merendahkan simbol-simbol agama lain.
Tantangan di Era Digital Ruang publik saat ini tidak lagi terbatas pada interaksi fisik, tetapi juga merambah ke dunia digital. Media sosial sering kali menjadi medan polarisasi yang tajam. Oleh karena itu, moderasi beragama harus menjadi literasi digital yang wajib dimiliki setiap individu. Menahan diri dari menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) dan melakukan verifikasi (tabayyun) terhadap informasi adalah wujud nyata moderasi di masa kini. Kesimpulan Moderasi beragama adalah kunci untuk merajut harmoni di tengah kemajemukan Indonesia. Dengan bersikap moderat, kita tidak sedang menggadaikan akidah, melainkan sedang mempraktikkan ajaran agama yang paling luhur, yakni menjadi rahmat bagi semesta alam. Harmoni akan tercipta ketika setiap orang merasa aman dengan keyakinannya sekaligus nyaman dalam keberagaman.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/moderasi-beragama-di-ruang-publik-merajut-harmoni-tanpa-mengorbankan-akidah/90076/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.56 WITA

  • #Moderasi Beragama
  • #Opini Dosen

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Pilihan Editor

  1. 1 Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta
  2. 2

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  3. 3

    Flu Sedang Naik: Kapan Cukup Istirahat di Rumah, Kapan Harus ke Dokter?

  4. 4

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.