BOGOR, JurnalPost.com - Harga minyak goreng terus mengalami lonjakan kenaikan harga secara signifikan. Kenaikan minyak goreng ini telah terjadi pada akhir tahun 2021 lalu dan memasuki tahun 2022 ini, harganya masih belum juga mengalami penurunan, bahkan terus melonjak. Sejak akhir tahun 2021 kemarin, harga komoditas minyak goreng terus mengalami kenaikan secara signifikan hingga awal tahun 2022 ini. Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), secara nasional harga minyak goreng curah pada 29 Desember lalu hanya Rp 18.400/Kg. Sedangkan per 5 Januari 2022 kemarin, harga komoditas minyak goreng ini menyentuh Rp 18.550/Kg.
Tentu nya hal ini sangat berdampak di berbagai daerah, masyarakat mengeluh kesusahan mendapatkan minyak goreng. Kelangkaan minyak goreng di Indonesia masih terus terjadi. Tak terkecuali di Pulau Jawa. Salah satu wilayah yang terdampak akan hal ini di wilayah Bogor , Jawa Barat sama hal nya yang terjadi pada warung mas fahri yang mengalami kelangkaan minyak goreng Fenomena ini diikuti dengan langkanya minyak goreng di beberapa warung dan toserba di wilayah Indonesia yang terbatas yang membuat pedagang warung kecil mengeluh akhir-akhir ini karena kenaikan harga minyak goreng yang membuat para pembeli mengeluh dan komplain.
Fahri (32), seorang pemilik warung kelontong di Bogor, jawa Barat mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng dan ketersediaan yang terbatas didapatkannya. Fahri mengatakan, suplai minyak goreng dari agen atau distributor agak tersendat. ungkap Fahri saat ditemui di warungnya, kamis (10/3/2022). banyak dari pelanggannya yang mengeluh akibat naik nya harga minyak goreng sekarang. Fahri juga mengatakan dia sudah tidak bisa menyimpan banyak minyak goreng sperti dahulu di karenakan harga nya yang mahal dan langka untuk di dapat. Fahri berharap agar langkanya minyak goreng ini dapat segera teratasi sehingga aktivitas jualan minyak goreng yang biasa ia lakukan tidak lagi tersendat atau dapat berjalan dengan normal kembali
Sama hal nya yang dialami oleh Bude (65) seorang ibu rumah tanggal yang merasakan mahal dan langka nya minyak goreng ini di pasaran. Bude menuturkan bahwa ia merasa dirugikan dan cemas dengan harga minyak goreng yang mahal, apalagi pendaptannya yang kurang di tambah lagi dengan kondisi harga minyak yang mahal mengharuskan ia berhemat. tentu nya melihat kondisi seperti ini sudah seharus nya pemerintah mengambil Langkah tegas agar harga dan Langkah nya minyak goreng ini tidak terus bekrelanjutan meningat masi banyak masyarakat kita yang kurang mampu dalam segi ekonomi. Serta pemerintah harus memberikan solusi atau jalan keluar terbaik.
Oleh: Novita Tambunan mahasiswa Komunikasi Sekolah Vokasi IPB
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda