JurnalPost.com - Kekurangan infrastruktur sudah sering terjadi pada desa-desa kecil seperti ini, bukan menjadi hal yang baru di kalangan masyarakat kita. Minimnya infrastruktur itu bukan menjadi penghalang besar bagi mereka.
Namun apabila dimalam hari turun hujan, sangat tidak memungkinkan untuk para Guru menyeberangi sungai. Sebab sungai yang dilalui tidak memiliki jembatan sehingga membuat air yang mengalir cukup deras dan sangat berbahaya apabila tetap nekat melewatinya.
Hampir setiap harinya Para pengajar melalui jalan ini guna memberikan ilmu kepada murid-nya di SD Tonimana, salah satu desa terpencil yang berada di Kabupaten Mamuju, Kecamatan Tapalang, desa Kamaraang.
“Untuk saat ini mungkin hal yang di inginkan adalah adanya jembatan untuk menyeberangi sungai ini, supaya meskipun dimusim hujan seperti ini kami para guru tetap bisa mengajar walaupun air sungainya sedang naik” ujar Qamariah, salah satu guru SD TONIMANA pada 24 Oktober.
Menyeberangi sungai merupakan satu-satunya jalan untuk menuju seberang karna belum adanya jembatan, bahkan hanya menggunakan susunan batu yang di tumpuk saja untuk dijadikan tumpuan jalan agar kaki tidak terlalu terendam air.
Dari daerah Tapalang menuju desa Kamaraang hampir menempuh perjalanan hingga ±30 menit. Setengah perjalanan bisa dilalui menggunakan motor, dan setengahnya lagi ditempuh dengan berjalan kaki. Sekitar 2 tahun yang lalu jalur yang dilalui hanya sekedar tanah liat saja, namun saat ini sudah ada perhatian dari pemerintah untuk memberikan akses jalan yang lebih baik dari sebelumnya
Citizen Reporter : Ananda Pratiwi s
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda