Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Menyingkap Perbedaan dan Esensi Identitas Gender

Menyingkap Perbedaan dan Esensi Identitas Gender

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
17 Desember 2023, 12.43 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Kesetaraan gender

JurnalPost.com - Kesetaraan gender adalah isu yang berkaitan erat dengan budaya, dan pemahaman tentang peran budaya dalam membentuk pandangan dan norma gender sangat penting. Berbagai budaya di seluruh dunia memiliki perspektif yang berbeda mengenai kesetaraan gender, dan pandangan ini memengaruhi bagaimana individu dalam masyarakat tersebut memandang perbedaan gender. Budaya memainkan peran kunci dalam membentuk persepsi mengenai gender dan menentukan norma-norma yang mengatur peran dan hak laki-laki dan perempuan.

Di Indonesia, perdebatan seputar kesetaraan gender dan budaya telah menjadi topik yang semakin relevan dan mendapatkan perhatian yang lebih besar dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai negara dengan kekayaan budaya yang melimpah, Indonesia juga memiliki sejarah panjang dalam hal norma-norma gender yang tercermin dalam budayanya. Namun, terdapat tren yang menunjukkan perubahan dalam pandangan masyarakat terkait peran gender.

IKLAN

Perempuan di Indonesia semakin aktif terlibat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dunia kerja, politik, dan aktivisme sosial. Meskipun tantangan dalam mencapai kesetaraan gender masih ada, terdapat langkah-langkah positif yang diambil oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi non-pemerintah, untuk menciptakan budaya yang lebih inklusif dan mendukung perempuan dalam mencapai potensi mereka. Dengan kesadaran yang semakin meningkat tentang pentingnya kesetaraan gender, Indonesia menjadi saksi perubahan budaya yang menjanjikan dalam upaya mencapai kesetaraan gender yang lebih besar di masa depan.

Late Night Health Search Anxiety
Baca Juga

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Budaya, Gender dan Identitas Salah satu cara untuk memahami peran budaya dalam membentuk pandangan tentang gender adalah dengan melihat bagaimana identitas gender dilihat dalam berbagai budaya. Sebuah penelitian telah mengeksplorasi perbedaan dalam identitas gender di budaya Barat (Amerika Serikat dan Australia) dan budaya Timur (Jepang dan Korea). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam faktor-faktor yang mendasari identitas gender.

Faktor-faktor tersebut termasuk kolektivisme, agensi, ketegasan, dan keterkaitan. Budaya Barat memiliki nilai lebih tinggi dalam hal agensi dan ketegasan, sementara budaya Timur memiliki nilai lebih tinggi dalam hal kolektivisme dan keterkaitan. Perbedaan gender yang signifikan muncul hanya pada faktor keterkaitan, di mana perempuan mendapat skor lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Ini menunjukkan bahwa perempuan cenderung lebih saling terkait dalam perhatian mereka terhadap perasaan dan kekhawatiran orang lain, tanpa perbedaan signifikan dalam faktor-faktor lain yang terkait dengan individualisme/kolektivisme.

Pengaruh Budaya Terhadap Kesetaraan Gender Budaya juga mempengaruhi pandangan masyarakat tentang kesetaraan gender. Terdapat perbedaan signifikan dalam pandangan tentang bagaimana laki-laki dan perempuan harus diperlakukan di berbagai budaya. Beberapa budaya mungkin memandang perempuan dan laki-laki harus diperlakukan sama, sementara budaya lain mungkin lebih memihak laki-laki dalam hal hak, keistimewaan, dan kekuasaan. Ini tercermin dalam persentase perempuan yang menduduki jabatan terpilih, tingkat melek huruf, dan partisipasi tenaga kerja perempuan di berbagai negara.

IKLAN

Sebuah studi menggunakan skala Sex Role Ideology menunjukkan bahwa terdapat variasi yang signifikan dalam sikap masyarakat terhadap peran gender di berbagai negara. Budaya Barat cenderung memiliki pandangan yang lebih egaliter tentang peran gender, sementara budaya yang lebih konservatif mungkin memandang peran gender lebih tradisional. Laki-laki di berbagai budaya cenderung lebih cenderung memegang pandangan gender yang lebih tradisional dibandingkan perempuan.

Nasya Fahma Aulia
Baca Juga

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Variabel lain, seperti agama, geografi, urbanisasi, dan tingkat individualisme dalam sebuah budaya, juga berpengaruh terhadap pandangan masyarakat tentang kesetaraan gender. Misalnya, negara-negara dengan mayoritas penduduk Kristen Protestan cenderung memiliki pandangan yang lebih egaliter, sementara negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim mungkin memiliki pandangan yang lebih tradisional.

Budaya, Identitas Gender, dan Esensialisme Pandangan masyarakat tentang identitas gender juga dapat dipengaruhi oleh budaya. Identitas gender yang dianggap penting dalam suatu budaya dapat mencerminkan pandangan esensial yang menganggap bahwa identitas gender tertentu lebih kuat, tidak berubah, dan lebih sulit diubah dibandingkan yang lain.

Contoh dari budaya Amerika menunjukkan bahwa laki-laki cenderung dianggap sebagai identitas yang lebih esensial. Masyarakat Amerika lebih cenderung menerima perempuan yang menampilkan ciri-ciri laki-laki dibandingkan sebaliknya. Hal ini mencerminkan pandangan bahwa identitas laki-laki lebih sulit diubah atau diabaikan dibandingkan identitas perempuan. Namun, contoh dari budaya Hindu India menunjukkan pandangan yang berbeda. Dalam budaya Hindu, identitas perempuan dipandang sebagai sesuatu yang murni, kuat, dan bertenaga, mencerminkan pandangan bahwa identitas perempuan lebih penting dan kuat. Ini mencerminkan pandangan esensial bahwa identitas perempuan adalah yang utama.

Kesimpulan Kesetaraan gender adalah isu kompleks yang sangat dipengaruhi oleh budaya. Budaya memainkan peran kunci dalam membentuk pandangan tentang gender, norma-norma yang mengatur peran dan hak laki-laki dan perempuan, serta persepsi tentang identitas gender yang penting dan esensial. Untuk mencapai kesetaraan gender yang lebih besar, penting untuk memahami peran budaya dalam membentuk pandangan masyarakat dan untuk bekerja menuju norma-norma yang lebih egaliter dan inklusif di seluruh dunia.

Asap Negara
Baca Juga

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Oleh: Richardo Lumbantoruan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/menyingkap-perbedaan-dan-esensi-identitas-gender/63025/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.33 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Pilihan Editor

  1. 1 Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?
  2. 2

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  3. 3

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  4. 4

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  5. 5

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.