Oleh: Sulia Lamasih Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung
JurnalPost.com - Siapa yang tidak tahu dengan coldplay? Coldplay adalah band rock Inggris yang didirikan pada tahun 1997. Anggota saat ini adalah Chris Martin sebagai penyanyi utama, Jonny Buckland sebagai gitaris, Guy Berryman sebagai bassis, Will Champion sebagai drummer dan perkusi, dan Phil Harvey sebagai direktur kreatif. Mereka bertemu saat mereka. abortus belajar di University College London (UCL) dan mulai membuat musik pada 1997-1998. Coldplay awalnya bernama Pectoralz dan pada tahun 1997 mereka berganti nama menjadi Starfish. Baru pada tahun 1998 mereka mengubah nama mereka menjadi Coldplay.
Coldplay merilis musik pertama mereka pada tahun 1998 dalam bentuk EP "Safety". EP itu hanya dibuat 500 eksemplar. Setelah merilis EP Safety pertama mereka (1998), Coldplay menandatangani kontrak dengan Parlophone pada 1999. Coldplay mendiversifikasi suara mereka dengan lima album studio berikutnya, yang terakhir adalah Music of the Spheres (2021). Setiap album memiliki tema unik dan menambahkan gaya baru ke repertoar aslinya, seperti electronica, ambient, pop, RandB, rock klasik dan progresif. Mereka dikenal dengan pertunjukan panggung yang "euforia" dan "menarik", yang dianggap NME sebagai "sangat hidup dan top-notch". Dengan 100 juta album terjual, Coldplay adalah artis musik terlaris. Terlepas dari popularitas dan pengaruh mereka, Coldplay mendapatkan reputasi sebagai ikon musik yang terpolarisasi.
Untuk petama kalinya dalam sejarah Coldplay akan mengadakan konser di Indonesia, bertajuk Music Of the Spheres World Tour di Asia, di Indonesia sendiri lebih tepatnya di Jakarta pada tanggal 15 November 2023 hal ini telah di konfirmasi langsung oleh pihak boy band asal inggris tersebut. Menjelang adanya konser Coldplay di Indonesia, menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat. Mungkin banyak masyarakat yang masih belum mengetahui rumor tentang Coldplay yang mendukung komunitas LGBT, setelah mengetahui bahwa ada isu Coldplay mendukung LGBT hal itu menimbulkan adanya penolakan. Penolakan tersebut adalah sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap isu tersebut. Isu dukungan coldplay untuk komunitas LGBT menjadi ramai di media sosial terutama di twitter, banyak yang mulai menyuarakan tentang penolakan mereka terhadap konser Coldplay di Indonesia, karena dugaan rumor tentang Coldplay yang pro terhadap komunitas LGBT.
Hingga sampai saat ini, masih belum ada penjelasan langsung dari Coldplay mengenai isu yang beredar. Ada juga isu yang mengatakan bahwa vokalis Coldplay yaitu Chris Martin adalah gay, hal tersebut karena salah satu anggota grup band Coldplay yaitu Chris Martin telah menyuarakan hak-hak gay sejak awal karirnya. Chris Martin bahkan sering mengibarkan bendera LGBT di beberapa konser Coldplay. Bahkan ada rumor yang mengatakan tentang pertunjukan half time super bowl Chris Martin terkenal sebagai salah satu momen LGBT terbesar, namun hal itu belum tentu benar.
Sebaiknya dalam menghadapi isu yang ada di sosial media kita harus lebih bijak, untuk pertama kalinya Coldplay akan konser di Indonesia kita hanya perlu mendukung dan menikmati karya mereka. Mengenai isu bahwa Coldplay mendukung lgbt itu hak mereka tidak ada urusanya dengan para penggemar, dan itu juga masih belum benar karena coldplay masih belum mengkonfirmasi hal tersebut. Sebagai penggemar yang baik seharusnya kita menikmati karya-karya mereka dan berikan dukungan terhadap karyawannya dan tidak ikut campur dalam kehidupan pribadi mereka.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda