SURABAYA, JurnalPost.com — Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak dini terus digalakkan di lingkungan masyarakat. Dosen Program Studi Linguistik Indonesia, Adelia Savitri, bersama Karang Taruna Balai RT 01 Bronggalan Sawah, Kelurahan Pacar Kembang, Surabaya, menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendirian Pojok Baca dan Read Aloud bagi anak-anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat, dua minggu sekali dalam satu bulan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai RT 01 Bronggalan Sawah tersebut mengusung pembacaan cerita anak bertema humanisme dengan metode Read Aloud atau membaca nyaring. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan membaca sekaligus memperkuat pendidikan karakter anak melalui kegiatan literasi yang menyenangkan dan interaktif.
Menurut Adelia Savitri, kegiatan Read Aloud dipilih karena memiliki banyak manfaat dalam perkembangan bahasa dan karakter anak. Melalui metode ini, anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga belajar memahami emosi, nilai kemanusiaan, empati, serta kemampuan berkomunikasi. “Cerita anak memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter. Ketika anak mendengarkan cerita tentang kepedulian, persahabatan, toleransi, dan sikap saling menghargai, mereka belajar memahami nilai-nilai kemanusiaan secara sederhana, tetapi membekas,” ujarnya.
Metode Read Aloud juga dapat meningkatkan kemampuan menyimak, memperkaya kosakata, melatih imajinasi, serta menumbuhkan kedekatan emosional dalam proses belajar anak. Oleh karena itu, kegiatan membaca nyaring sangat efektif diterapkan pada anak usia sekolah dasar sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan literasi.

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebelum “Sinau Bareng” yang merupakan kegiatan rutin Karang Taruna dan bagian dari anjuran Pemerintah Kota Surabaya untuk menghidupkan aktivitas edukatif di lingkungan Balai RT dan RW di seluruh wilayah Kota Surabaya.
Ketua RT 01 Bronggalan Sawah menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, keberadaan Pojok Baca dapat menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak di lingkungan sekitar sekaligus mendukung kegiatan “Sinau Bareng” yang selama ini rutin dilaksanakan warga. “Anak-anak sekarang perlu ruang yang dekat dengan buku dan kegiatan membaca. Dengan adanya Pojok Baca ini, kami berharap mereka semakin terbiasa membaca dan memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif,” katanya.
Pojok Baca yang didirikan di Balai RT tersebut menyediakan berbagai bacaan anak yang edukatif dan ramah usia sekolah dasar. Selain membaca bersama, anak-anak juga diajak berdiskusi ringan mengenai isi cerita sehingga mereka dapat memahami pesan moral yang terkandung di dalamnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini, kegiatan literasi diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Sinergi antara Pojok Baca, kegiatan Read Aloud, dan program “Sinau Bareng” dinilai sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya dalam membangun budaya membaca dan mewujudkan Surabaya sebagai Kota Literasi. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan terus dilakukan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak anak dan masyarakat sekitar agar budaya literasi semakin tumbuh di lingkungan warga. Oleh:
Adelia Savitri, Prodi Linguistik Indonesia, UPN Veteran Jawa Timur
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda