
JurnalPost - Mendengar kata sampah, gambaran yang ada dipikiran adalah sesuatu yang menjijikkan. Bahkan jika sampah sudah menumpuk, akan banyak bakteri menyebar dan bau busuk yang menusuk hidung. Namun sekarang banyak komunitas yang peduli dengan sampah dan mengolahnya menjadi bahan-bahan yang bernilai secara ekonomi. Hal inilah yang menjadi fokus utama pada pembelajan kontekstual yang dilakukan SD Al Falah Surabaya. Bekerjasama dengan komunitas Bank Sampah Pitoe, para siswa diajarakan tentang seluk beluk memanfaatkan sampah.
Merujuk pengertian sampah menurut WHO (World Health Organization), merupakan suatu materi yang tidak digunakan, tidak terpakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia.
Nah, jika hal seperti ini dibiarkan tentu memberi dampak buruk bagi lingkungan dan alam sekitar. Menurut Bunda Yulia, pemberi materi sekaligus aktivits Bank Sampah Pitoe yang terletak di Kecamatan Jambangan, Surabaya. Sampah harus dibuang pada tempatnya dan perlu adanya pemilahan sampah organik dan anorganik, baik di rumah maupun di sekolah. Pemilahan ini pada akhirnya akan membuat pengelolaan sampah lebih mudah dan efisien.

Pada kegiatan yang dilaksanakan pada pada Senin (18/10/2021) tersebut, para siswa lewat sambungan zoom, diajarkan tentang cara memanfaatkan sampah anorganik menjadi souvenir. Seperti tutup galon, botol, bungkus makanan, kaleng, bambu, plastik, kertas bahkan kaca. Sampah-sampah dari bahan tersebut sebaiknya tidak dibuang. Tapi dikumpulkan dan bisa dijual di bank sampah terdekat. Selanjutnya, oleh komunitas bank sampah akan dibersihkan lalu didaur ulang dan diolah menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai secara ekonomi. “Bisa dibuat untuk mainan kupu-kupu yang lucu,” tutur Tri Sulistyowati, pendamping kelas 4.”
Pada kesempatan yang sama para siswa juga diajarkan cara memanfaatkan sampah organik untuk pupuk kompos. Bahan-bahannya berupa sampah basah yang berasal dari sisa-sisa makanan di dapur, sampah kebun, daun, buah busuk, atau bunga yang rontok, “Sampah tersebut dimasukkan tong plastik atau komposter aerob dengan sirkulasi udara yang tepat. Pengomposan khusus sampah organik berskala keluarga ini bermanfaat untuk pupuk bagi kesuburan tanaman,” tutur Yanti, pemateri lainnya.
Di tengah perkembangan populasi dunia saat ini, sirkulasi sampah mengalami perubahan dan peningkatan yang luar biasa. Tantangan yang besar ini perlu perhatian dan kepedulian masyarakat untuk mencari solusi bersama agar sampah-sampah tersebut tidak menjadi bencana tapi peluang yang memberi manfaat bagi warga dunia.
Oleh: Abdillah F Hasan Pendidik di SD Al Falah Surabaya
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda