Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Mendorong Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia

Mendorong Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
23 Mei 2023, 20.03 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
8 menit baca
Mendorong Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia

Oleh: Sirly Nur Amelia Mahasiswa Universitas Bangka Belitung Jurusan Ekonomi

JurnalPost.com - Menjadikan Indonesia sebagai negara berpenghasilan menengah ke atas pada tahun 2045 merupakan impian bangsa ini. Lantas, bagaimana cara mewujudkan mimpi? Caranya adalah dengan membangun fundamental perekonomian Indonesia yang kokoh, disertai rata-rata.

IKLAN

Pertumbuhan ekonomi 6% per tahun. Untuk itu, diperlukan langkah strategis dalam pemulihan dan percepatan pertumbuhan ekonomi jangka pendek, menengah, dan panjang, yaitu melalui transformasi ekonomi.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Saat ini, merupakan momentum yang tepat untuk melakukan transformasi ekonomi di mana transformasi akan menjadi efektif jika dilakukan di saat pertumbuhan ekonomi sebuah negara mengalami tren positif. Modalnya berupa kekuatan aktivitas perekonomian dalam negeri, yang digerakkan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) nasional.

Kondisi perekonomian yang bertumbuh dapat dilihat dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2022 berada dalam rentang 4,5%-5,2%. Hal senada juga disampaikan oleh Bank Dunia memproyeksikan perekonomian Asia Pasifik sebesar 4%-5%.

Kemudian, indikator berikutnya adalah terbukanya keran aktivitas ekonomi dalam negeri yang mengakar kuat melalui UMKM. UMKM menjadi syarat mutlak bagi kekuatan ekonomi nasional.

Sebagaimana kita ketahui bersama, peran UMKM cukup siginifikan sebagai tulang punggung ekonomi bangsa. Sejarah telah membuktikan keperkasaan UMKM dalam menyelamatkan perekonomian negeri ini. Saat ini, UMKM menyumbang 73% total tenaga kerja nasional, 37,3% Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional dengan transaksi senilai Rp4.235 triliun (Data Akumindo, ABDSI, & Kemenkop dan UKM, 2021).

Foto Besama TIM
Baca Juga

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pertanyaannya adalah mengapa negeri ini harus melakukan transformasi ekonomi dengan segera? Apa tujuan dan manfaatnya? Transformasi dilakukan agar bangsa ini dapat meningkatkan produktivitas ekonomi berkelanjutan. Manfaatnya agar perekonomian Indonesia dapat menghilangkan disparitas dan kesenjangan, dan tujuannya untuk akselerasi percepatan pertumbuhan ekonomi. Indonesia harus memanfaatkan segala potensi yang dimiliki negeri ini baik dari populasi dan potensi penduduk, kekayaan sumber daya alamnya, serta luasnya wilayah yang dimiliki.

Secara teori ekonomi, menurut penulis, key indicator performance (KPI) transformasi ekonomi harus bertumpu pada tiga aspek. Pertama, mengubah ekonomi berbasis konsumsi menjadi ekonomi berbasis produksi. Kedua, alokasi anggaran negara yang lebih tepat sasaran untuk pengentasan kemiskinan. Ketiga, mendorong pembangunan yang lebih merata di luar Pulau Jawa.

Adapun strategi dalam merealisasikan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, yakni dengan meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), meningkatkan produktivitas ekonomi, transformasi ekonomi hijau, transformasi digital, interkonektivitas ekonomi domestik, pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), dan percepatan program penghiliran industri. Pertama, meningkatkan daya saing SDM dengan melakukan upgrade jalur pendidikan maupaun pemberian ketrampilan dengan standar internasional supaya mempunyai daya saing yang unggul.

Kedua, meningkatkan produktivitas ekonomi. Indonesia memiliki bonus demografi, di mana sekitar 60% penduduk Indonesia berusia di bawah 39 tahun yang memiliki potensi kreativitas dan inovasi yang sejalan dengan perkembangan teknologi.

Suasana kegiatan di Pasar Turi
Baca Juga

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ketiga, transformasi ekonomi hijau. Industri Energi Baru dan Terbarukan (EBT) memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi ke depan karena Indonesia harus memenuhi komitmen untuk mengurangi emisi karbon.

Keempat, transformasi digital harus mendukung pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan dengan memperbesar partisipasi pelaku UMKM dalam global value chain, memperkuat SDM sektor IKM, mendorong berjalannya ekonomi sirkular, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam.

Kelima, interkonektivitas ekonomi domestik. Melalui pembangun infrastruktur di seluruh wilayah, harapannya akan menekan biaya logistik serendah mungkin. Ekosistem industri menjadi terbentuk secara efektif dan efisien, sehingga mendorong pusat- pusat bisnis baru untuk pemerataan pembangunan ekonomi.

Keenam, pemindahan IKN akan meningkatkan investasi di ibu kota baru dan provinsi sekitar. Dengan begitu, akan mendorong pemerataan pembangunan di mana 50% lebih wilayah Indonesia akan mengalami peningkatan perdagangan jika ibu kota dipindahkan ke wilayah yang memiliki konektivitas yang baik dengan provinsi lainnya. Selain itu, pemindahan ibu kota negara akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 0,1%-0,2%.

Ketujuh, momentum percepatan program penghiliran industri. Komoditas yang diekspor ke depannya bukan lagi berupa bahan baku, tetapi berupa barang setengah jadi atau barang jadi untuk mendapatkan nilai tambah produk bahan mentah, memperkuat struktur industri, menyediakan lapangan kerja, dan memberi peluang usaha di Indonesia.

IKLAN

Harapannya, akselerasi transformasi ekonomi dapat berjalan secara efektif. Perlu sinergi, kolaborasi, dan komitmen semua pihak baik dari Kementerian/Lembaga/Instansi dan swasta untuk melakukan penguatan pondasi ekonomi yang ada. Walhasil, jika pondasi ekonomi kuat dan kokoh, maka mewujudkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045 menjadi kenyataan.

Oleh: Sirly Nur Amelia Mahasiswa Universitas Bangka Belitung Jurusan Ekonomi

JurnalPost.com - Menjadikan Indonesia sebagai negara berpenghasilan menengah ke atas pada tahun 2045 merupakan impian bangsa ini. Lantas, bagaimana cara mewujudkan mimpi? Caranya adalah dengan membangun fundamental perekonomian Indonesia yang kokoh, disertai rata-rata.

Pertumbuhan ekonomi 6% per tahun. Untuk itu, diperlukan langkah strategis dalam pemulihan dan percepatan pertumbuhan ekonomi jangka pendek, menengah, dan panjang, yaitu melalui transformasi ekonomi.

Saat ini, merupakan momentum yang tepat untuk melakukan transformasi ekonomi di mana transformasi akan menjadi efektif jika dilakukan di saat pertumbuhan ekonomi sebuah negara mengalami tren positif. Modalnya berupa kekuatan aktivitas perekonomian dalam negeri, yang digerakkan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) nasional.

Kondisi perekonomian yang bertumbuh dapat dilihat dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2022 berada dalam rentang 4,5%-5,2%. Hal senada juga disampaikan oleh Bank Dunia memproyeksikan perekonomian Asia Pasifik sebesar 4%-5%.

Kemudian, indikator berikutnya adalah terbukanya keran aktivitas ekonomi dalam negeri yang mengakar kuat melalui UMKM. UMKM menjadi syarat mutlak bagi kekuatan ekonomi nasional. Sebagaimana kita ketahui bersama, peran UMKM cukup siginifikan sebagai tulang punggung ekonomi bangsa. Sejarah telah membuktikan keperkasaan UMKM dalam menyelamatkan perekonomian negeri ini. Saat ini, UMKM menyumbang 73% total tenaga kerja nasional, 37,3% Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional dengan transaksi senilai Rp4.235 triliun (Data Akumindo, ABDSI, & Kemenkop dan UKM, 2021).

Pertanyaannya adalah mengapa negeri ini harus melakukan transformasi ekonomi dengan segera? Apa tujuan dan manfaatnya? Transformasi dilakukan agar bangsa ini dapat meningkatkan produktivitas ekonomi berkelanjutan. Manfaatnya agar perekonomian Indonesia dapat menghilangkan disparitas dan kesenjangan, dan tujuannya untuk akselerasi percepatan pertumbuhan ekonomi. Indonesia harus memanfaatkan segala potensi yang dimiliki negeri ini baik dari populasi dan potensi penduduk, kekayaan sumber daya alamnya, serta luasnya wilayah yang dimiliki. Secara teori ekonomi, menurut penulis, key indicator performance (KPI) transformasi ekonomi harus bertumpu pada tiga aspek. Pertama, mengubah ekonomi berbasis konsumsi menjadi ekonomi berbasis produksi. Kedua, alokasi anggaran negara yang lebih tepat sasaran untuk pengentasan kemiskinan. Ketiga, mendorong pembangunan yang lebih merata di luar Pulau Jawa.

Adapun strategi dalam merealisasikan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, yakni dengan meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), meningkatkan produktivitas ekonomi, transformasi ekonomi hijau, transformasi digital, interkonektivitas ekonomi domestik, pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), dan percepatan program penghiliran industri. Pertama, meningkatkan daya saing SDM dengan melakukan upgrade jalur pendidikan maupaun pemberian ketrampilan dengan standar internasional supaya mempunyai daya saing yang unggul.

Kedua, meningkatkan produktivitas ekonomi. Indonesia memiliki bonus demografi, di mana sekitar 60% penduduk Indonesia berusia di bawah 39 tahun yang memiliki potensi kreativitas dan inovasi yang sejalan dengan perkembangan teknologi.

Ketiga, transformasi ekonomi hijau. Industri Energi Baru dan Terbarukan (EBT) memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi ke depan karena Indonesia harus memenuhi komitmen untuk mengurangi emisi karbon.

Keempat, transformasi digital harus mendukung pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan dengan memperbesar partisipasi pelaku UMKM dalam global value chain, memperkuat SDM sektor IKM, mendorong berjalannya ekonomi sirkular, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam.

Kelima, interkonektivitas ekonomi domestik. Melalui pembangun infrastruktur di seluruh wilayah, harapannya akan menekan biaya logistik serendah mungkin. Ekosistem industri menjadi terbentuk secara efektif dan efisien, sehingga mendorong pusat- pusat bisnis baru untuk pemerataan pembangunan ekonomi.

Keenam, pemindahan IKN akan meningkatkan investasi di ibu kota baru dan provinsi sekitar. Dengan begitu, akan mendorong pemerataan pembangunan di mana 50% lebih wilayah Indonesia akan mengalami peningkatan perdagangan jika ibu kota dipindahkan ke wilayah yang memiliki konektivitas yang baik dengan provinsi lainnya. Selain itu, pemindahan ibu kota negara akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 0,1%-0,2%.

Ketujuh, momentum percepatan program penghiliran industri. Komoditas yang diekspor ke depannya bukan lagi berupa bahan baku, tetapi berupa barang setengah jadi atau barang jadi untuk mendapatkan nilai tambah produk bahan mentah, memperkuat struktur industri, menyediakan lapangan kerja, dan memberi peluang usaha di Indonesia.

Harapannya, akselerasi transformasi ekonomi dapat berjalan secara efektif. Perlu sinergi, kolaborasi, dan komitmen semua pihak baik dari Kementerian/Lembaga/Instansi dan swasta untuk melakukan penguatan pondasi ekonomi yang ada. Walhasil, jika pondasi ekonomi kuat dan kokoh, maka mewujudkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045 menjadi kenyataan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mendorong-ekonomi-berkelanjutan-di-indonesia/49959/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.08 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Pilihan Editor

  1. 1 HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus
  2. 2

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  3. 3

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  4. 4

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  5. 5

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.