
JurnalPost.com - Di tengah meningkatnya urgensi isu lingkungan global, dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai ekologis sejak dini. Salah satu bentuk konkret dari upaya ini terwujud dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Workshop Menulis Cerita Anak Bertema Ramah Lingkungan sebagai Bahan Ajar Berbasis Deep Learning yang dilaksanakan pada Rabu, 18 Juni 2025 di UPT SD Negeri Bukir, Kota Pasuruan. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Kerja Guru (KKG) 01 Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan sebagai peserta.
Workshop ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dalam menulis cerita anak bertema lingkungan yang kontekstual, komunikatif, dan bermuatan nilai karakter. Dalam paparannya, narasumber Zahro Rokhmawati, M.Pd., Dosen Prodi Linguistik Indonesia, UPN “Veteran” Jawa Timur menekankan bahwa cerita anak adalah medium yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan ekologis. Cerita menyentuh sisi emosional dan imajinatif anak, sehingga memudahkan internalisasi nilai seperti tanggung jawab, kepedulian, dan keberanian dalam mengambil keputusan.
Melalui pendekatan deep learning, cerita anak tidak hanya berfungsi sebagai bacaan hiburan, tetapi juga menjadi sarana belajar reflektif. Anak-anak diajak memahami sebab-akibat dari tindakan tokoh dalam cerita, mendiskusikan pesan moralnya, dan bahkan merefleksikan tindakan yang mungkin mereka ambil dalam situasi serupa. Dalam konteks pembelajaran, hal ini membentuk pemahaman yang mendalam dan mendorong perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan.

Dalam workshop ini, para guru tidak hanya belajar menyusun cerita, tetapi juga mengenal tujuh langkah dasar penulisan cerita anak, mulai dari pencarian ide hingga pembuatan judul. Guru didorong untuk menggali ide dari pengalaman pribadi, lingkungan sekitar, maupun keprihatinan terhadap isu ekologi. Selain itu, peserta akan dikenalkan pada penggunaan teknologi ilustrasi seperti MidJourney untuk membuat gambar pendukung yang menarik dan relevan di pertemuan selanjutnya. Dengan demikian, guru-guru akan mempunyai buku cerita anak bersama hasil dari workshop ini.
Cerita-cerita yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat menjadi bahan ajar berbentuk buku cerita visual interaktif yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Dalam kegiatan ini, guru dilatih untuk membuat cerita sesuai dengan jenjang usia pembaca, serta memperhatikan unsur bahasa, grafika, dan isi yang mendidik namun tetap menyenangkan.
Respons peserta sangat positif. Mereka merasa mendapatkan pengalaman baru yang memperluas wawasan literasi sekaligus keterampilan pedagogik. “Selama ini kami hanya mengandalkan buku-buku cerita yang tersedia. Sekarang kami percaya diri menulis sendiri dan mengaitkannya dengan konteks lokal siswa kami,” ujar salah seorang guru.
Melalui kegiatan ini, pengabdian masyarakat tidak hanya menjembatani ilmu dari perguruan tinggi ke masyarakat, tetapi juga memperkuat peran guru sebagai agen perubahan dalam membentuk generasi yang lebih peduli dan sadar lingkungan. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar bagi masa depan bumi.
Zahro Rokhmawati, M.Pd Dosen Prodi Linguistik Indonesia, UPN “Veteran” Jawa Timur
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda