Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Memimpin ASEAN di Era Konektivitas Digital

Memimpin ASEAN di Era Konektivitas Digital

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
31 Agustus 2025, 20.46 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pembangunan ASEAN
Nanning International Convention and Exhibition Center di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, menjadi venue utama penyelenggaraan China-ASEAN Expo ke-21. (Xinhua)

JurnalPost.com - “Aku tak takut pada gerombolan serigala yang dipimpin oleh seekor domba. Aku jauh lebih takut pada gerombolan domba yang dipimpin oleh seekor serigala”. Pernyataan ini diucapkan oleh salah satu raja terhebat dalam sejarah, Alexander The Great. Kutipan tersebut tampaknya tepat untuk menggambarkan kondisi ASEAN.

Dewasa ini, ketiadaan sosok ‘serigala’ di kawasan ASEAN disinyalir menjadi penyebabnya. Keadaan ini lantas memberi dua dampak negatif. Pertama, adanya kompetisi ekonomi antar negara ASEAN. Tercermin dari ‘ego’ para anggota ASEAN yang sibuk mempromosikan ‘rumahnya’ masing-masing. Imbasnya, persaingan tak sehat antar anggota pun tak terelak.

IKLAN

Kedua, terjadi ketimpangan antar sektor ekonomi pada semua level. ASEAN seakan terbelah dua, ‘high-income’ dan ‘lower-income’. Situasi ini kontradiktif dengan tujuan awal didirikannya ASEAN pada 1967 silam. Kala itu, Menteri Adam Malik dkk. berkomitmen menciptakan transparansi informasi melalui kerja sama dan integrasi antar negara anggota.

Siber ASEAN
Baca Juga

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

Sejatinya, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi problematika tersebut. Salah satunya, pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2016. Meski demikian, permasalahan ini sudah begitu kompleks, hingga MEA belum sanggup menyatukan ASEAN. Maka dari itu, diperlukan sosok ‘serigala’ yang dapat merangkul dan memimpin negara-negara ASEAN menjawab tantangan perkembangan zaman.

Indonesia menjawab tantangan itu dengan cara yang khas: memimpin dengan inovasi. Setelah sukses menjadi tuan rumah Presidensi G20 pada 2022 dan memegang tongkat keketuaan ASEAN pada 2023, Indonesia menegaskan posisinya sebagai motor kawasan. Tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth” kala itu bukan sekadar jargon, melainkan pernyataan bahwa ASEAN bukan lagi pinggiran dunia, melainkan pusat pertumbuhan global.

IKLAN

Bukti paling nyata terlihat pada akselerasi integrasi sistem pembayaran digital. Per Agustus 2025, inisiatif Regional Payment Connectivity (RPC) semakin matang. Dari sekadar MoU pada 2022, kini sembilan negara anggota ASEAN terhubung melalui sistem pembayaran berbasis QR code. Interoperabilitas antara QRIS Indonesia, DuitNow Malaysia, PayNow Singapura, PromptPay Thailand, hingga VietQR, KHQR, dan Lao QR, sudah mulai berjalan dan ditargetkan kompatibilitas penuh akhir tahun ini.

Indonesia sendiri menorehkan prestasi gemilang melalui QRIS. Hingga kuartal pertama 2025, lebih dari 56 juta pengguna dan 38 juta merchant, 92,5 persen di antaranya UMKM telah bergabung. Tidak hanya melintasi batas domestik, QRIS kini menjadi paspor keuangan lintas negara. Setelah sukses di Singapura, Malaysia, dan Thailand, Agustus ini Indonesia resmi meluncurkan QRIS di Jepang, sekaligus menguji coba integrasi dengan China yang direncanakan aktif sebelum tutup tahun. Ini menjadi tonggak bersejarah, pertama kalinya QRIS menembus kawasan di luar ASEAN.

Perwakilan PDRI
Baca Juga

AIPA dan DPR RI Perkuat Komitmen Kesetaraan Gender dalam Politik Asia Tenggara

Langkah ini bukan hanya mempermudah wisatawan ASEAN bertransaksi lintas batas tanpa menukar uang di money changer. Lebih dari itu, pekerja migran, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata mendapatkan manfaat langsung dari sistem yang lebih efisien dan murah. Dari sisi makroekonomi, RPC dan penggunaan mata uang lokal (Local Currency Settlement) juga menekan ketergantungan kawasan terhadap dolar AS—sebuah langkah strategis menuju kedaulatan finansial.

Tak berlebihan jika disebut, inisiatif pembayaran digital adalah “senjata emas” yang ditawarkan Indonesia untuk menyatukan ASEAN. Dengan sebuah kode QR, ASEAN yang sebelumnya terfragmentasi kini mulai menyatu dalam ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berdaulat.

Momentum emas ini menegaskan kembali pepatah lama: bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Di bawah komando Indonesia sebagai serigala yang memimpin, ASEAN kini bukan hanya punya peluang untuk solid secara internal, tetapi juga memperkokoh posisinya di panggung global. Tantangannya memang belum selesai, mulai dari harmonisasi regulasi hingga kesiapan infrastruktur digital. Namun, arah perjalanan sudah jelas: ASEAN sedang berlari kencang menuju kedaulatan ekonomi yang sesungguhnya.

Penulis: Hendy Pebrian Azano Ramadhan Putra Pekerjaan: Pegawai Bank Indonesia

Asean Muslim Student Association
Baca Juga

Asean Muslim Student Association (AMSA) menggelar gathering AMSA Indonesia di Kota Makassar

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/memimpin-asean-di-era-konektivitas-digital/85248/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.57 WITA

  • #Asean

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Pilihan Editor

  1. 1 Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP
  2. 2

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  3. 3

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  4. 4

    Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

  5. 5

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.