Oleh: Ega Nasrudin [email protected]
JurnalPost.com - Era digital saat ini dihadapkan dengan fenomena konvergensi media. Konvergensi media merupakan sebuah fenomena dimana beberapa media kini saling terintegrasi dalam sebuah platform digital. Hal ini mengubah cara setiap individu dalam berinteraksi dan menyebarkan informasi. Informasi yang disampaikan pun dapat langsung tersebar dengan lebih cepat. Setiap individu dalam hal ini sangat berkesempatan dalam menyebarkan konten-konten di media sosial. Dengan demikian, era konvergensi pada saat ini menjadikan kita mudah untuk menerima informasi dari orang lain. Sayangnya, kita seringkali menghabiskan waktu berselancar di media sosial secara sia-sia. Kadangkala kita terlalu asik menikmati konten-konten yang sama sekali kurang bermanfaat dalam membangun diri ke arah yang lebih baik lagi. Konten-konten yang kurang bermanfaat tersebut mudah sekali kita dapatkan di media sosial. Misalnya seperti konten-konten yang membuka aurat dan sebagainya. Alih-alih kita menghabiskan waktu berselancar dengan konten tersebut, mengapa kita tidak menjadikan media sosial sebagai sarana kita memperbaiki diri sendiri? Informasi yang kita terima dalam menjelajahi dunia digital harus kita perhatikan. Kita tidak boleh tenggelam dalam informasi buruk yang merugikan kita. Kita sebisa mungkin harus mampu memilah setiap konten dengan baik agar menjaga hidup kita tidak bergerak ke arah negatif. Alih-alih menggunakan teknologi ke arah negatif, kita harus mampu membimbing diri kita mencari dan menemukan konten-konten bermanfaat di media sosial yang kita miliki. Konten-konten bermanfaat tersebutlah yang nantinya akan menjadikan kita sebagai orang yang berguna dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari bahkan menjadikan kita sebagai individu yang religius dan berkarakter positif. Selain itu, konten-konten yang bermanfaat juga sangat kita perlukan untuk menambah semangat hijrah dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Salah satu sarana hijrah yang menyajikan konten-konten bermanfaat ialah saluran WhatsApp. Berdasarkan pedoman saluran whatsapp, Saluran whatsapp ialah fitur siaran satu arah yang bersifat opsional di dalam whatsapp, yang terpisah dari pengiriman pesan pribadi, yang dirancang untuk membantu orang-orang yang mengikuti informasi dari orang dan organisasi yang dianggap penting bagi mereka. Saluran yang dibuat dikelola oleh admin yang bersangkutan. Admin saluran perlu harus menghormati pengikut mereka dan perlu memberikan konten yang sesuai dengan selera pengikutnya agar pengikut tersebut tidak berhenti mengikuti saluran yang ia Kelola. Sejumlah saluran WhatsApp atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Channel Whatsapp saat ini menyajikan konten-konten bermanfaat yang mampu membimbing kita ke arah yang lebih positif. Sejumlah saluran WhatsApp yang menyajikan muatan materi keislaman dan dapat kita ikuti seperti saluran WhatsApp Muhamad Nuzul Dzikri dan Ustadzah Halimah Alaydrus. Dua saluran WhatsApp tersebut pada saat ini ramai diikuti dengan ratusan sampai puluhan ribu followers. Meskipun demikian, masih banyak saluran-saluran lain yang dapat kita ikuti untuk mengembangkan diri selain dari dua saluran tersebut. Tentunya, saluran WhatsApp tersebut harus kita manfaatkan agar kita mampu mengetahui ilmu-ilmu bermanfaat yang menambah wawasan keislaman serta mendorong kita menjadi insan yang lebih baik lagi setiap harinya. Cara mengikuti saluran WhatsApp pun sangat mudah. Setelah membuka aplikasi WhatsApp, kita dapat mengklik tombol bawah bertuliskan “updates”. Setelah itu, kita dapat mengklik explore di bagian channel atau saluran dan mencari saluran bermanfaat dengan mengetikkan kata kunci sesuai dengan keinginan kita. Hal tersebut sudah tentu sangat memudahkan kita mengeksplor konten-konten bermanfaat melalui media sosial WhatsApp. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa saluran WhatsApp dapat menjadi sarana yang mudah kita ikuti dalam mengembangkan diri. Mengembangkan diri di era konvergensi media merupakan sebuah proses yang sangat mudah kita ikuti saat ini. Dengan memanfaatkan teknologi saluran WhatsApp secara bijak dan etis, kita dapat membimbing diri kita kea rah yang lebih baik lagi. Kita juga bahkan bisa membuat saluran WhatsApp sendiri yang berisikan konten-konten positif sehingga memberikan pengaruh yang baik bagi sekitar. Mari kita manfaatkan teknologi di era digital ini untuk bersama-sama memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. Proses mengembangkan diri tidak selalu harus kita lakukan dari cara-cara yang sulit. Kita dapat memulai proses perbaikan diri kita dengan suatu langkah kecil. Seperti kata-kata bijak yang sebenarnya seringkali kita dengar, ribuan langkah kita ke depan dimulai dari satu langkah kecil yang kita mulai. Kita tidak harus menunggu waktu yang sempurna untuk memulai karena waktu yang sempurna itu tidak akan pernah ada. kita dapat memulai memperbaiki diri dengan sesederhana masuk ke saluran whattsapp yang baik dan membaca muatan materi saluran tersebut dengan baik. Itu tentu menjadi satu hal yang mudah karena kita tidak perlu untuk harus berdiri, kita tidak perlu harus berlari, melainkan kita bahkan bisa mengakses muatan konten di saluran whatsapp tersebut bahkan sambil rebahan. Mari sama-sama kita terbiasa memperbaiki diri dengan hal-hal yang sederhana terlebih dahulu. Kalaupun kita memang belum menjadi seorang manusia yang sempurna, setidaknya kita sudah berusaha semampu kita. Setidaknya juga kita sudah lebih baik satu persen setiap harinya. Kita sudah berusaha memanfaatkan waktu kita semaksimal mungkin. Coba kita pikirkan, alangkah meruginya kita bila hanya menghabiskan waktu untuk galau-galauan, meratapi kepergian seseorang, menonton konten yang tidak semestinya, dan lain sebagainya. Apa kita rela waktu kita terbuang untuk hal-hal seperti itu? Kalau kalian menjawab rela, saya berani bilang kalian seorang pecundang. Kalian hanyalah pemalas jika tidak mampu memperbaiki diri. Tolong berubahlah untuk diri kalian sendiri. Berubahlah dengan langkah sederhana, sesederhana mengikuti saluran whatsapp yang mengajarkan kebaikan kepada kalian. Semoga langkah sederhana ini bisa membantu kita dalam mencapai langkah-langkah besar di kemudian hari. Dengan mengikuti saluran whatsapp yang baik, semoga pengetahuan dan diri kita semua menjadi lebih bertambah lagi. Selain itu, konten-konten yang mudah diakses melalui saluran whatsapp tersebut semoga mampu memotivasi kita untuk lebih baik setiap harinya. Tetap ingatlah, ribuan langkah besar tetaplah dimulai dari satu langkah kecil yang penuh keberanian.Memanfaatkan Saluran WhatsApp sebagai Sarana Hijrah
Artikel Terkait
REKOMENDASI JURNALPOST
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda