Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  2. Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  4. Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  5. Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Maudy Ayunda Bicara Soal Mindfulness, Mengapa Netizen Ramai Berkomentar?

Maudy Ayunda Bicara Soal Mindfulness, Mengapa Netizen Ramai Berkomentar?

Foto profil Gilang Pamungkas
Editor: Gilang Pamungkas
19 September 2026, 13.42 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Maudy Ayunda di platform Youtube

Oleh: Risma Ramadhani Agustin dan Audy Suci Anggrahini, Mahasiswi Universitas Airlangga

JurnalPost.com - Derasnya arus informasi di media sosial membuat masyarakat semakin mudah memperoleh berbagai informasi dalam waktu singkat. Hanya melalui layar ponsel, pengguna dapat mengetahui perkembangan bencana, kondisi ekonomi, persoalan sosial, situasi politik, kebijakan pemerintah, hingga berbagai peristiwa yang terjadi di Indonesia maupun negara lain.

IKLAN

Kemudahan tersebut tentu memberikan banyak manfaat. Namun, paparan informasi secara terus-menerus, khususnya berita negatif, juga dapat menimbulkan kelelahan mental bagi sebagian orang.

Topik inilah yang dibahas Maudy Ayunda melalui konten berjudul “Mindfulness in the Age of Bad News” yang diunggah di kanal YouTube miliknya pada 21 Agustus 2026.

Dalam konten tersebut, Maudy membagikan pandangannya mengenai cara menghadapi situasi ketika seseorang terus terpapar berbagai berita negatif. Salah satu langkah yang ia lakukan adalah membatasi konsumsi berita untuk menjaga kondisi mentalnya.

Maudy menjelaskan bahwa berbagai persoalan, mulai dari ekonomi, sosial hingga isu politik, dapat membuat seseorang merasa lelah secara emosional dan mental. Karena itu, ia menyarankan penontonnya untuk sesekali mengambil jeda, beristirahat, dan memberikan ruang bagi diri sendiri di tengah banyaknya persoalan yang terjadi.

Pesan mengenai mindfulness tersebut kemudian menjadi perhatian setelah potongan videonya ramai beredar di media sosial pada September 2026.

Mengapa Pesan Maudy Menuai Komentar?

Sejumlah warganet mempertanyakan gagasan untuk mengambil jeda dari berita negatif. Menurut mereka, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjauh dari persoalan yang sedang diberitakan.

Salah satu kritik yang muncul berkaitan dengan istilah “step away from the news” atau mengambil jarak dari berita.

Bagi sebagian masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana, tekanan ekonomi, maupun persoalan sosial, berita bukan hanya sesuatu yang muncul di layar ponsel. Peristiwa yang diberitakan tersebut dapat menjadi bagian dari realitas yang mereka hadapi setiap hari.

Seseorang yang mengalami langsung persoalan ekonomi, misalnya, tentu memiliki pengalaman yang berbeda dengan orang yang hanya membaca berita mengenai kondisi tersebut melalui media sosial.

Begitu pula dengan masyarakat yang berada di tengah bencana atau menghadapi berbagai persoalan sosial. Mereka tidak selalu memiliki pilihan untuk sekadar menutup aplikasi, berhenti membaca berita, kemudian melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Perbedaan pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu alasan mengapa pesan Maudy memperoleh beragam tanggapan dari warganet.

Maudy Ayunda Berikan Klarifikasi

Menanggapi berbagai kritik yang muncul, Maudy kemudian memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram miliknya, @maudyayunda.

Ia mengakui bahwa kemampuan untuk mengambil jeda dan beristirahat dari paparan berita negatif merupakan sebuah privilege yang ia miliki.

Maudy juga menyampaikan bahwa aspek tersebut belum cukup ia refleksikan ketika membuat video mengenai mindfulness tersebut.

Klarifikasi itu menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kesehatan mental di ruang digital tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari kondisi sosial seseorang.

Setiap individu memiliki pengalaman, kemampuan, dan situasi yang berbeda dalam menghadapi informasi.

Apa yang menjadi salah satu cara efektif bagi seseorang untuk menjaga kesehatan mental belum tentu dapat diterapkan dengan cara yang sama oleh orang lain.

IKLAN

Mindfulness dan Perbedaan Pengalaman Sosial

Pada dasarnya, menjaga kesehatan mental merupakan hal penting, terutama di tengah arus informasi yang berlangsung hampir tanpa henti.

Media sosial memungkinkan seseorang melihat berbagai persoalan dunia hanya dalam hitungan menit. Setelah membaca kabar mengenai bencana, seseorang mungkin langsung menemukan berita mengenai kondisi ekonomi, konflik sosial, persoalan politik, atau peristiwa lain.

Jika terjadi secara terus-menerus, kondisi tersebut dapat membuat sebagian orang merasa kewalahan.

Dalam situasi seperti itu, mengurangi konsumsi berita negatif dapat menjadi salah satu cara untuk memberi ruang bagi diri sendiri.

Namun, pengalaman setiap orang tidak sama.

Bagi sebagian masyarakat, mengikuti perkembangan suatu berita bukan sekadar aktivitas untuk memenuhi rasa ingin tahu. Informasi tersebut dapat berkaitan langsung dengan kehidupan mereka, keluarga, pekerjaan, maupun lingkungan tempat tinggal.

Karena itu, cara seseorang menghadapi derasnya informasi tidak dapat disamaratakan.

Ada orang yang membutuhkan jeda dari media sosial agar tidak mengalami kelelahan mental. Di sisi lain, ada pula masyarakat yang tetap perlu mengikuti perkembangan informasi karena persoalan tersebut memiliki dampak langsung terhadap kehidupan mereka.

Perbedaan inilah yang penting dipahami ketika membicarakan mindfulness dan kesehatan mental di ruang publik.

Menjaga Diri Tanpa Kehilangan Kepedulian

Perdebatan mengenai konten Maudy Ayunda memperlihatkan bagaimana satu pesan dapat diterima dengan cara yang berbeda oleh masyarakat.

Pesan yang bagi sebagian orang dianggap sebagai pengingat untuk menjaga kesehatan mental dapat dipahami secara berbeda oleh kelompok lain karena mereka memiliki latar belakang dan pengalaman sosial yang tidak sama.

Fenomena tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengguna media sosial tidak hanya perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, tetapi juga memahami konteks di balik sebuah persoalan.

Sebuah isu dapat berdampak secara berbeda terhadap setiap individu.

Karena itu, diperlukan kehati-hatian dalam memberikan maupun menerima pesan mengenai kesehatan mental, terutama ketika pesan tersebut disampaikan kepada masyarakat luas melalui media sosial.

Di tengah derasnya arus informasi, mengambil jeda untuk menjaga diri dan tetap memiliki kepedulian terhadap kondisi sekitar sebenarnya dapat berjalan beriringan.

Seseorang dapat membatasi konsumsi informasi ketika mulai merasa kewalahan tanpa harus kehilangan empati terhadap masyarakat yang sedang menghadapi persoalan secara langsung.

Tantangannya adalah menemukan batas yang sesuai antara menjaga kesehatan diri sendiri dan tetap memahami berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, polemik mengenai konten Maudy Ayunda dapat menjadi pengingat bahwa mindfulness bukan hanya persoalan mengambil jarak dari informasi. Hal yang tidak kalah penting adalah memahami bahwa setiap orang memiliki kondisi dan pengalaman sosial yang berbeda ketika menghadapi sebuah persoalan.

Pengguna media sosial pun diharapkan mampu lebih bijak dalam mengonsumsi, menanggapi, dan menyampaikan informasi, sekaligus tetap menjaga kesehatan mental tanpa kehilangan kepedulian terhadap keadaan di sekitarnya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/maudy-ayunda-bicara-soal-mindfulness-mengapa-netizen-ramai-berkomentar/97762/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 17.59 WITA

  • #Kesehatan Mental
  • #Maudy Ayunda
  • #Universitas Airlangga
  • #berita negatif
  • #media sosial
  • #mindfulness

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Pilihan Editor

  1. 1 Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka
  2. 2

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  3. 3

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  4. 4

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  5. 5

    Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.