MAKASSAR, JURNALPOST.COM - Proses pengerjaan proyek Underpass di simpang lima Mandai depan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang memang merupakan jalur padat kendaraan, berdampak pada kemacetan jalur lalu lintas baik dari Makassar menuju Maros, maupun sebaliknya.
Rekaya lalu lintas yang diberlakukan di lokasi pengerjaan proyek tersebut pun belum bisa optimal menekan atau paling tidak mengurangi kemacetan di simpang lima tersebut. Masyarakat pun banyak mengeluhkan hal tersebut.
Untuk mencari solusi terbaik mengatasi permasalahan tersebut, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, sepulangnya dari pejalanan dinas di Jakarta, langsung mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk membahas evaluasi dan perbaikan rekayasa lalu lintas di lokasi proyek Undepass tersebut.
Agus mengumpulkan GM Angkasa Pura, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, dan Kepala Balai Besar Jalan (BBPJN) VI Makassar, untuk membahas solusi lain yang lebih efektif dan mungkin diterapkan untuk mengatasi permasalahan kemacetan yang menjadi keluhan Masyarakat, di Ruang Tunggu VIP Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, kemarin.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekira 45 menit tersebut, dibahas sejumlah rencana pemanfaatan jalan-jalan lingkungan dan akses lainnya sebagai jalur alternatif yang bisa dilewati oleh kendaraan.
Usai pertemuan tersebut, Agus bersama pihak Angkasa Pura, Dishub Sulsel, dan BBPJN VI Makassar langsung turun ke lapangan untuk meninjau berbagai jalan alternatif yang dapat digunakan untuk rekayasa arus lalu lintas Simpang Lima depan Bandara Sultan Hasanuddin yang mengalami kemacetan parah sejak dimulainya pengerjaan Proyek Underpass tersebut.
"Ini kita tinjau semua akses jalan yang ada di sekitar Bandara. Setelah ini, kami akan kembali melakukan rapat koordinasi untuk menentukan titik-titik mana saja yang akan digunakan dan difungsukan sebagai jalur untuk mengalihkan arus lalu lintas di sekitar lokasi pengerjaan Underpass. Termasuk membuka jalan khusus untuk penumpang pesawat, agar tidak mengalami keterlambatan," kata Agus, disela peninjauan.
Beberapa jalan alternatif yang ditinjau antara lain jalan lingkungan di belakang Asrama Haji Sudiang, jalan akses di samping jalan masuk ke bandara, dan jalan-jalan lingkungan di sekitar Bandara Sultan Hasanuddin.
Jalan-jalan alternatif ini diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan akibat ditutupnya jalan utama sejak dimulainya pekerjaan pengeboran untuk Proyek Underpass.
Dampak dari pengerjaan proyek ini, kemacetan parah terjadi pada jam-jam sibuk di ruas jalan tersebut. Kemacetan juga terjadi di jalan tol, di mana antrian kendaraan dapat mencapai 3 km.
Kepala Dishub Sulsel, Ilyas Iskandar, juga berjanji akan menurunkan anggotanya untuk membantu mengatur arus lalu lintas, termasuk menyiapkan rambu tambahan dan papan bicara sebagai penunjuk jalan bila nantinya sudah ada keputusan terkait akses jalan mana saja yang akan digunakan atau difungsikan.
"Saat inu jumlah personil yang kita turunkan untuk membantu mengatur arus lalu lintas disana (lokasi proyek Underpass) itu sebanyak 14 orang, tapi jumlah itu masih akan kita tambah. Kita akan berupaya sebisa mungkin dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Satker Jalan Metropolitan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI Makasar Rahman Jamil, mengatakan, pihaknya tengah mengkaji jalur alternatif rekayasa arus lalu lintas Simpang Lima untuk mengatasi kemacetan karena pengerjaan Proyek Underpass.
"Kami masih melakukan pertemuan dengan pihak terkait seperti Satlantas Makassar, Satlantas Maros, Angkatan Udara, pihak JTSE, pihak BBPJN dan pihak kontraktor, untuk membahas rencana perubahan rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan," kata Rahman.
Rahman mengaku, sudah membicarakan kemungkinan-kemungkinan jalur alternatif yang bisa digunakan.
"Misalnya arus yang dari Maros menuju Makassar dalam kondisi arus puncak bisa dialihkan melalui Kariango yang bisa tembus di Daya, BTP, Antang, maupun Gowa. Memang kalau dari segi jarak, lebih jauh sekitar 7 kilkmeter, tapi dari segi waktu tempuh bisa lebih cepat," papar Rahman.
Sementara arus kendaraan dari tol menuju Maros, lanjut Rahman, menurut rencana akan dialihkan melalui Pattene yang bisa tembus ke jalur landasan pacu Bandara lama maupun langsung tembus ke Kota Maros.
Berbagai alternatif tersebut akan dikaji mengingat rekayasa lalu lintas dengan melakukan pengalihan arus kendaraan dari jalur utama ke jalur frontage yang dibangun di samping kiri dan kanan jalan tidak bisa menampung arus kemdaraan yang padat.
Jalur pengalihan yang disediakan tidak bisa menampung kendaraan yang akan melewati jalur tersebut karena jumlah kendaraan tidak sesuai dengan lebar jalan yang tersedia.
"Kami masih akan melakukan perubahan untuk bisa meminimalisir kemacetan yang terjadi di sekitar lokasi pengerjaan proyek Underpass," ujarnya. (fo/)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda