SURABAYA, JurnalPost.com — Kemampuan memimpin tidak hanya dibutuhkan oleh seseorang yang menduduki jabatan dalam organisasi. Setiap anggota juga perlu memiliki keberanian mengambil keputusan, menyampaikan pendapat, dan mencari solusi ketika menghadapi persoalan bersama.
Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk Leadership for Youth: Membentuk Generasi Muda yang Berjiwa Pemimpin bersama anggota Karang Taruna Gang Mawar, yang dikenal sebagai “Pemuda Kampung Pojok”.
Kegiatan yang mengangkat konsep “Lead to Solve” ini berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB, di Kemlaten Baru Barat, Gang Mawar, Kecamatan Karangpilang, Surabaya.
Program tersebut dirancang untuk membantu anggota Karang Taruna mengembangkan kemampuan kepemimpinan, khususnya dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan berorganisasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Kepemimpinan Kelas G466 yang diampu oleh Prof. dr. Hj. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., M.MB., Ph.D., Sp.KKLP., Subsp.FOMC.
Adapun mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 8 terdiri atas Khafif Ramadhan, Mita Wijayanti, Nailul Izza Wulan Ramadhani, Nahdah Amalia Mumtaz, Ferry Aditya P., dan Maylia Eka Viradilla.
Belajar Menyelesaikan Masalah dalam Organisasi
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah penguatan kemampuan problem solving atau pemecahan masalah. Materi disampaikan oleh Nailul Izza Wulan Ramadhani dan Nahdah Amalia Mumtaz melalui pembahasan berbagai situasi yang sering dijumpai dalam organisasi kepemudaan.
Persoalan seperti miskomunikasi antaranggota, rendahnya partisipasi dalam kegiatan, perbedaan pendapat, pembagian tugas yang tidak merata, hingga keterbatasan waktu dan anggaran menjadi contoh kasus yang dibahas bersama peserta.
Melalui materi tersebut, anggota Karang Taruna diajak memahami bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan memberikan arahan. Pemimpin juga perlu mendengarkan pendapat orang lain, memahami akar persoalan, serta menentukan langkah penyelesaian yang dapat diterima dan dijalankan bersama.
Peserta diperkenalkan dengan tahapan pemecahan masalah secara sistematis, mulai dari mengidentifikasi persoalan, menelusuri penyebab, mengumpulkan informasi, menyusun beberapa alternatif solusi, hingga menentukan tindakan yang paling sesuai.
Tahapan tersebut juga mencakup penerapan solusi dan evaluasi untuk mengetahui apakah keputusan yang diambil benar-benar mampu menyelesaikan permasalahan.
“Melalui materi ini, kami ingin mengajak teman-teman Karang Taruna memahami bahwa menyelesaikan masalah tidak bisa hanya dengan mengambil keputusan secara terburu-buru. Kita perlu mengetahui akar masalah, mendengarkan pendapat anggota lain, dan mencari solusi yang bisa dijalankan bersama,” ujar salah seorang pemateri.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu anggota Karang Taruna menghadapi persoalan organisasi dengan lebih terbuka, terarah, dan mengutamakan kerja sama.

Kuis Interaktif Jadi Sarana Menguji Pemahaman
Setelah mengikuti sesi penyampaian materi, peserta diajak menguji pemahaman melalui kuis interaktif menggunakan platform Quizizz.
Sesi yang dipandu oleh Mita Wijayanti dan Maylia Eka Viradilla tersebut menghadirkan sejumlah pertanyaan berkaitan dengan kepemimpinan dan penyelesaian masalah yang sebelumnya telah dibahas.
Melalui kuis ini, peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengingat kembali dan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh.
Suasana pembelajaran pun menjadi lebih interaktif karena peserta dapat berpartisipasi secara langsung dalam menjawab setiap pertanyaan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi peserta, panitia memberikan hadiah kepada tiga anggota Karang Taruna yang memperoleh skor tertinggi.
Revano berhasil menempati posisi pertama, disusul Alvin sebagai juara kedua, dan Fauzan pada posisi ketiga.
Pemberian hadiah tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk meningkatkan antusiasme peserta sekaligus memberikan penghargaan atas keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung.
Mendorong Generasi Muda Lebih Aktif dalam Organisasi
Melalui program Lead to Solve, mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur ingin menekankan bahwa kepemimpinan dapat mulai dibangun dari lingkungan terdekat, termasuk organisasi kepemudaan di tingkat masyarakat.
Kemampuan mengelola perbedaan pendapat, membangun komunikasi yang baik, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menjalankan kegiatan organisasi.
Karang Taruna sebagai wadah aktivitas kepemudaan juga memiliki peran dalam membentuk karakter anggotanya melalui pengalaman bekerja sama, merencanakan kegiatan, dan menghadapi berbagai tantangan di lingkungan masyarakat.
Karena itu, pembelajaran mengenai kepemimpinan dan pemecahan masalah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan ketika anggota Karang Taruna menjalankan program organisasi sehari-hari.
Bagi mahasiswa penyelenggara, kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa dan anggota Karang Taruna diharapkan dapat saling belajar mengenai pentingnya komunikasi, tanggung jawab, dan kerja sama dalam menghadapi persoalan.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pengembangan jiwa kepemimpinan dapat dilakukan melalui pendekatan sederhana, dekat dengan pengalaman peserta, serta relevan dengan tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan berorganisasi.
Dengan bekal tersebut, anggota “Pemuda Kampung Pojok” diharapkan semakin percaya diri untuk menyampaikan gagasan, mengambil peran dalam kegiatan sosial, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda