Depok, JurnalPost.com – Ampas kopi yang biasanya langsung dibuang setelah proses penyeduhan ternyata memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Melihat peluang tersebut, mahasiswa Teknik Industri Universitas Mercu Buana (UMB) mendampingi Zainn Coffee & Roastery di Depok, Jawa Barat, untuk mengolah limbah ampas kopi menjadi alternatif campuran media tanam.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat skema Mahasiswa Berdampak yang mengangkat tema “Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi Zainn Coffee sebagai Alternatif Media Tanam.”
Program dilaksanakan pada Agustus 2026 di Zainn Coffee yang berada di kawasan Leuwinanggung, Depok. Kegiatan mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana. Sementara itu, pihak Zainn Coffee berperan sebagai mitra dengan menyediakan bahan baku berupa ampas kopi serta fasilitas pendukung kegiatan.
Limbah Ampas Kopi Belum Dimanfaatkan Optimal
Dalam aktivitas operasionalnya, Zainn Coffee menghasilkan beberapa kilogram ampas kopi basah setiap hari. Selama ini, limbah tersebut dikumpulkan kemudian dibuang bersama sampah organik lainnya tanpa melalui proses pemilahan maupun pengolahan lebih lanjut.
Pengelola Zainn Coffee sebenarnya memiliki ketertarikan untuk memanfaatkan ampas kopi. Namun, keterbatasan pengetahuan mengenai teknik pengolahan serta ketersediaan peralatan menjadi salah satu kendala dalam penerapannya.
Jika terus dibuang, timbunan ampas kopi dapat meningkatkan volume sampah organik. Limbah organik yang terurai di tempat pembuangan akhir juga berpotensi menghasilkan gas rumah kaca, termasuk metana.
Padahal, ampas kopi masih memiliki kandungan unsur yang dapat dimanfaatkan tanaman. Berdasarkan rujukan yang digunakan tim mahasiswa, ampas kopi mengandung sekitar 2,28 persen nitrogen, 0,06 persen fosfor, dan 0,6 persen kalium. Ketiga unsur tersebut merupakan bagian dari unsur hara yang diperlukan dalam pertumbuhan tanaman.
Mengenalkan Pengolahan Ampas Kopi
Melalui program tersebut, mahasiswa memperkenalkan metode sederhana untuk mengolah ampas kopi sebelum digunakan sebagai campuran media tanam.

Proses diawali dengan mengumpulkan ampas kopi hasil penyeduhan. Ampas kemudian dikeringkan untuk menurunkan kadar air sekaligus mengurangi risiko pertumbuhan jamur.
Setelah kering, ampas kopi dicampurkan dengan sejumlah bahan pendukung dan larutan EM4. Campuran tersebut kemudian melalui proses fermentasi hingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari media tanam.
Tahapan pengolahan menjadi hal penting karena penggunaan ampas kopi secara langsung dalam jumlah berlebihan dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Hal tersebut berkaitan dengan kandungan kafein dan tingkat keasaman yang masih terdapat pada ampas kopi.
Selain memberikan pengetahuan mengenai pengolahan limbah, tim mahasiswa juga mengenalkan konsep ekonomi sirkular dan green supply chain kepada pengelola Zainn Coffee.
Melalui konsep tersebut, limbah dari suatu aktivitas usaha tidak hanya dipandang sebagai bahan buangan, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali sehingga mempunyai nilai guna baru.
Tim turut mendorong pengelola untuk mulai melakukan pencatatan terhadap volume limbah ampas kopi yang dihasilkan setiap hari. Pencatatan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memantau jumlah limbah sekaligus mengevaluasi efektivitas pengolahannya.
Dalam pelaksanaannya, sebagian sesi penyampaian materi dan presentasi juga dilakukan secara daring.
Mendukung Pencapaian SDGs
Program pemanfaatan ampas kopi tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan ini mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui upaya mengurangi limbah sekaligus memanfaatkan kembali sisa hasil kegiatan usaha.
Selain itu, program tersebut berkaitan dengan SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, terutama melalui pengurangan limbah organik yang berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca.
Pemanfaatan hasil pengolahan ampas kopi sebagai campuran media tanam juga memiliki keterkaitan dengan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu Teknik Industri secara langsung dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi pelaku UMKM.
Pendekatan seperti pengelolaan limbah, efisiensi proses, ekonomi sirkular, hingga green supply chain dapat diaplikasikan dalam skala usaha kecil melalui metode yang relatif sederhana.
Ke depan, tim mahasiswa berharap Zainn Coffee dapat menjalankan proses pengolahan ampas kopi secara mandiri dan berkelanjutan.
Penerapan tersebut juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha kedai kopi lainnya untuk mulai mengelola limbah hasil operasional menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai tambah.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda