JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan ke-69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) kepada siswa sekolah dasar di Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang digagas Andi Ayu Rahayu dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin tersebut dilaksanakan di SD Negeri 1 Baranti pada Senin, 20 Juli 2026, dan SD Negeri 3 Baranti pada Rabu, 22 Juli 2026.
Program kerja individu bertajuk “Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai Upaya Pencegahan Diare” ini menyasar siswa kelas III di kedua sekolah.
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi masih tingginya kasus diare yang menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok usia anak.
Berdasarkan data yang digunakan dalam pelaksanaan program, World Health Organization (WHO) mencatat sekitar 1,7 miliar kasus diare terjadi setiap tahun di dunia. Sementara berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, prevalensi diare di Indonesia tercatat sebesar 4,3 persen.
Masalah diare juga menjadi perhatian di tingkat lokal. Berdasarkan data 10 penyakit terbanyak rawat inap UPT Puskesmas Baranti Tahun 2025, diare menempati urutan pertama dengan jumlah 61 kasus.
Kondisi tersebut mendorong perlunya penguatan upaya promotif dan preventif, salah satunya melalui pembiasaan menjaga kebersihan tangan sejak usia sekolah.

Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun, manfaat CTPS dalam mencegah diare, serta cara mencuci tangan yang baik dan benar.
Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama berupa penyuluhan mengenai PHBS dan pencegahan diare. Selanjutnya, siswa mengikuti demonstrasi enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun sesuai anjuran kesehatan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab secara interaktif agar siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga memahami cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa terlihat antusias selama mengikuti penyuluhan. Setelah mendapatkan edukasi dan demonstrasi, mereka juga mampu mempraktikkan kembali enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun dengan baik.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Pembiasaan mencuci tangan dengan sabun juga diharapkan membantu menurunkan risiko penyakit diare serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sehat.

Pelaksanaan program mendapat dukungan Sekretaris Camat sekaligus Pelaksana Tugas Lurah Baranti, A. Budi Setyawan, S.H.
Program tersebut juga dilaksanakan atas arahan dan persetujuan Dosen Pendamping KKN Profesi Kesehatan ke-69 Universitas Hasanuddin, Anshar Saud, S.Si., M.Farm., Apt.
Selain menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini turut mendukung komitmen Universitas Hasanuddin terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Program berkaitan dengan SDG 3 atau Good Health and Well-being melalui edukasi PHBS dan CTPS sebagai langkah promotif serta preventif dalam mencegah penyakit. Kegiatan juga mendukung SDG 4 atau Quality Education melalui pemberian edukasi kesehatan kepada siswa sekolah dasar.
Selain itu, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dinilai turut berkaitan dengan SDG 1 atau No Poverty karena kondisi kesehatan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dapat terus diterapkan oleh siswa, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda