Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Lilit Pop: Menghidupkan Kembali Seni Melilit Kain Tradisional Melalui Kampanye Budaya yang Dekat dengan Generasi Muda

Lilit Pop: Menghidupkan Kembali Seni Melilit Kain Tradisional Melalui Kampanye Budaya yang Dekat dengan Generasi Muda

Foto profil Nurul
Editor: Nurul
28 Juni 2026, 13.39 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Seni Melilit Kain

Semarang, JurnalPost.com – Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Salah satu warisan budaya yang masih lestari hingga saat ini adalah penggunaan kain tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga menjadi simbol identitas, nilai filosofis, serta sejarah dari berbagai daerah di Nusantara. Di tengah perkembangan industri fesyen dan arus globalisasi, keberadaan kain tradisional menghadapi tantangan baru. Generasi muda mulai lebih akrab dengan tren berpakaian modern dibandingkan mengenal cara mengenakan kain tradisional, sehingga penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari semakin jarang ditemui.

Melihat kondisi tersebut, kelompok mahasiswa program studi S1-Ilmu Komunikasi, Universitas Semarang (USM) menghadirkan sebuah kampanye budaya bertajuk Lilit Pop dengan tagline ‘Lilit Kain, Tetap Main!’.'. Kampanye ini lahir dari gagasan bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan melalui pendekatan yang kaku, melainkan dapat dikemas secara kreatif, komunikatif, dan dekat dengan gaya hidup masyarakat saat ini. Lilit Pop mengajak masyarakat untuk melihat kain tradisional sebagai media berekspresi yang fleksibel, modis, dan tetap menghargai nilai budaya yang melekat di dalamnya.

IKLAN

Melalui dua kegiatan utama yang dilaksanakan di ruang publik dan lingkungan kampus, Lilit Pop menghadirkan pengalaman budaya yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga interaktif. Masyarakat diajak untuk mencoba secara langsung seni melilit kain, berdialog dengan praktisi fesyen, hingga menikmati berbagai aktivitas budaya hasil kolaborasi bersama mitra.

UMKM Lokal Raup
Baca Juga

UMKM Lokal Raup Berkah Ekonomi dari Gelaran MTQ Nasional 2026 di Semarang

Mengubah Cara Pandang Generasi Muda terhadap Kain Tradisional

Konsep Lilit Pop berangkat dari pemikiran bahwa pelestarian budaya akan lebih mudah diterima apabila dikemas dengan pendekatan yang relevan bagi generasi muda. Oleh karena itu, tim tidak hanya memperkenalkan kain tradisional sebagai produk budaya, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.

Nama Lilit Pop merupakan perpaduan antara kata 'lilit' yang menggambarkan teknik penggunaan kain tradisional dan 'pop' yang merepresentasikan budaya populer. Melalui konsep tersebut, tim ingin menunjukkan bahwa budaya tradisional mampu berjalan berdampingan dengan perkembangan tren modern tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar pengunjung tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga merasakan pengalaman secara langsung. Pendekatan experiential learning ini membuat peserta lebih mudah memahami bahwa kain tradisional dapat dikenakan dengan praktis, nyaman, dan tetap terlihat menarik.

Solar Cell
Baca Juga

Digitalisasi Hidroponik Berbasis Solar Cell: Solusi Efisiensi Biaya Produksi Dan Peningkatan Pendapatan Usahatani

Menghidupkan Car Free Day dengan Aksi "Styling Berlilit Kain"

Kegiatan pertama diselenggarakan pada Minggu, 7 Juni 2026 di kawasan Car Free Day Simpang Lima Semarang dengan menggandeng Gunawan sebagai Fashion Stylist dan Content Creator. Lokasi ini dipilih karena menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat setiap akhir pekan sehingga mampu menjangkau pengunjung dari berbagai usia dan latar belakang.

Sejak pagi hari, booth Lilit Pop mulai menarik perhatian masyarakat. Pengunjung yang awalnya hanya melintas terlihat berhenti untuk menyaksikan demonstrasi melilit kain yang dilakukan secara langsung. Rasa penasaran mereka semakin meningkat ketika melihat bagaimana selembar kain tradisional dapat diubah menjadi berbagai tampilan yang modern, elegan, dan mudah diaplikasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Gunawan membagikan berbagai teknik styling yang sederhana namun tetap memperhatikan estetika. Setiap demonstrasi disertai penjelasan mengenai cara memilih kain, teknik lilitan, hingga tips memadukannya dengan pakaian kasual. Penyampaian yang komunikatif membuat pengunjung merasa nyaman untuk bertanya dan berdiskusi.

KBRI Sofia
Baca Juga

KBRI Sofia Undang Diaspora Indonesia, Rayakan HUT ke-81 RI, WNI Bulgaria Berkumpul di Sofia

Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean peserta yang ingin mencoba styling secara langsung. Tidak hanya remaja, tetapi juga orang tua, pasangan muda, hingga keluarga yang datang bersama anak-anak ikut berpartisipasi. Banyak peserta rela menunggu giliran agar dapat memperoleh pengalaman dililitkan kain secara langsung sekaligus berkonsultasi mengenai gaya yang paling sesuai dengan karakter mereka.

Suasana semakin hidup ketika peserta yang telah selesai mengikuti sesi styling mengabadikan penampilan mereka melalui foto dan video. Dokumentasi tersebut kemudian dibagikan melalui media sosial sehingga membantu memperluas penyebaran pesan kampanye Lilit Pop kepada masyarakat yang lebih luas. Interaksi yang hangat antara narasumber, tim mahasiswa, dan pengunjung menjadikan kegiatan ini tidak sekadar demonstrasi, tetapi juga ruang belajar budaya yang menyenangkan.

IKLAN

Satu Booth, Tiga Pengalaman Budaya yang Mencuri Perhatian Pengunjung

Rangkaian kegiatan kedua dilaksanakan pada Dies Natalis ke-39 Universitas Semarang di GOR USM pada 21 Juni 2026. Pada kesempatan ini, Lilit Pop berkolaborasi dengan Puspa Loka dan Jagad Nusa melalui konsep 'Satu Booth, Tiga Pengalaman Budaya'.

Kolaborasi tersebut menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap. Lilit Pop mengajak pengunjung mencoba seni melilit kain, Puspa Loka memperkenalkan destinasi dan kekayaan budaya lokal, sedangkan Jagad Nusa menghadirkan face painting dengan motif budaya Nusantara. Ketiga aktivitas tersebut saling melengkapi sehingga pengunjung dapat menikmati berbagai bentuk pelestarian budaya dalam satu lokasi.

Booth menjadi salah satu area yang ramai dikunjungi sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa, dosen, alumni, serta masyarakat umum datang silih berganti untuk mengikuti setiap aktivitas. Banyak pengunjung memilih menghabiskan waktu lebih lama karena ingin mencoba seluruh pengalaman budaya yang tersedia.

Interaksi berlangsung sangat aktif. Pengunjung tidak hanya mengikuti aktivitas, tetapi juga mengajukan pertanyaan mengenai filosofi kain tradisional, sejarah budaya lokal, hingga pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia. Respons positif tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap budaya apabila disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Suasana booth semakin semarak dengan banyaknya pengunjung yang berfoto bersama, mendokumentasikan kegiatan, dan membagikannya melalui media sosial. Kehadiran dokumentasi digital tersebut menjadi media promosi yang efektif sehingga pesan kampanye dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Kolaborasi

Antusiasme Pengunjung Menjadi Bukti Budaya Masih Diminati

Dua rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa budaya masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah masyarakat. Tingginya jumlah pengunjung yang datang, panjangnya antrean peserta pada sesi styling, serta aktifnya diskusi selama kegiatan berlangsung menjadi indikator bahwa pendekatan kreatif mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap budaya lokal.

Pengunjung tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi terlibat langsung dalam setiap aktivitas yang diselenggarakan. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa kain tradisional dapat dikenakan dengan berbagai model modern tanpa menghilangkan nilai budaya. Pengalaman mencoba secara langsung memberikan kesan yang lebih mendalam dibandingkan hanya melihat informasi melalui media digital.

Kolaborasi bersama praktisi fesyen dan komunitas budaya juga memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui sinergi lintas bidang. Pendekatan ini membuka peluang bagi generasi muda untuk melihat budaya sebagai sesuatu yang relevan, kreatif, dan membanggakan.

Lilit Pop: Bukti Budaya Dapat Tetap Relevan di Era Modern

Melalui kampanye Lilit Pop, mahasiswa Universitas Semarang berhasil menghadirkan inovasi pelestarian budaya yang memadukan edukasi, kreativitas, dan kolaborasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa budaya dapat dikenalkan dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat sehingga mampu membangun ketertarikan dan partisipasi aktif.

Tagline 'Lilit Kain, Tetap Main!' menjadi ajakan sederhana namun bermakna agar masyarakat tidak ragu mengenakan kain tradisional dalam berbagai kesempatan. Dengan terus menghadirkan kegiatan yang kreatif dan kolaboratif, Lilit Pop diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa maupun masyarakat untuk terus mencintai, menggunakan, dan melestarikan warisan budaya Indonesia sehingga tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/lilit-pop-menghidupkan-kembali-seni-melilit-kain-tradisional-melalui-kampanye-budaya-yang-dekat-dengan-generasi-muda/95068/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.57 WITA

  • #Berita Semarang
  • #Press Release

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  3. 3

    Flu Sedang Naik: Kapan Cukup Istirahat di Rumah, Kapan Harus ke Dokter?

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  5. 5

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.