ACEH TAMIANG, JurnalPost.com – Kehadiran Tim Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang tidak hanya dirasakan melalui aksi tanggap darurat dan distribusi bantuan. Sejak pengiriman relawan tahap pertama hingga tahap ketiga, UAR secara konsisten menyertakan tim kesehatan sebagai bagian penting dari misi kemanusiaan.
Tim kesehatan UAR memberikan layanan thibbun nabawi dan terapi kesehatan, meliputi bekam, totok punggung (topung), pijat refleksi, fashdu, akupuntur hingga ruqiyah. Layanan ini terbuka bagi warga muslimin dan muslimat yang terdampak bencana dan membutuhkan pemulihan fisik maupun psikis.
Sejak Posko UAR beroperasi di Aceh Tamiang dan sekitarnya, hampir setiap hari warga berdatangan untuk mendapatkan layanan kesehatan. Banyak di antara mereka mengeluhkan kondisi tubuh yang lelah, pegal, hingga stres akibat tekanan pascabencana.
“Kebanyakan pasien yang datang mengeluhkan badan capek dan stres. Dalam satu hari bisa puluhan warga datang ke Posko Paya Bedi untuk minta dibekam atau terapi kesehatan lainnya,” ungkap Arifin, salah satu terapis UAR asal Jabodetabek.
Seorang warga Paya Bedi, Rajudin, setelah mendapatkan layanan bekam menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua donatur yang memfasilitasi tim kesehatan UAR beramal sholih di Aceh Tamiang.
“Alhamdulillah setelah dibekam badan terasa ringan, kaki saya yang semula susah digerakkan sekarang sudah normal untuk berjalan. Terima kasih kepada tim kesehatanUAR dan semua donatur yang memfasilitasi kegiatan ini,” kata warga tersebut.
Saat ini, tim terapis yang bertugas di Posko UAR Aceh Tamiang terdiri dari Arifin, Musliman, Umi Istiqomah, dan Umi Hilmi. Mereka melayani warga setiap hari dengan riang gembira tanpa mengenal lelah, meski kadang sampai sore bahkan malam hari masih ada warga yang ingin mendapatkan layanan kesehatan.
Selain memberikan layanan langsung, tim terapis UAR juga menjalankan tugas profesional dengan menyusun laporan kegiatan harian. Laporan tersebut disampaikan secara rutin kepada Ketua Tim UAR di Aceh serta pengurus pusat UAR sebagai bentuk pertanggungjawaban dan evaluasi program kemanusiaan.
Banyaknya warga yang datang untuk mendapatkan terapi kesehatan menjadi gambaran nyata bahwa layanan medis dan pemulihan kesehatan memiliki peran yang sangat vital di lokasi bencana. Tidak hanya membantu penyembuhan fisik, layanan ini juga menjadi sarana penguatan mental dan spiritual bagi para penyintas.
Melalui kehadiran tim kesehatan sejak awal hingga akhir misi kemanusiaan nanti, UAR menegaskan komitmennya untuk beramal shalih secara menyeluruh, menghadirkan bantuan yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan ketenangan jiwa masyarakat terdampak bencana. Menurut pengurus UAR pusat, sebagai kenang-kenangan positif, pada akhir Januari 2026, sebelum mengakhiri misi kemanusiaan di Sumatera, tim UAR akan menggelar pelatihan bekam untuk warga Aceh. [am]
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda