Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kue Bulan Rasa Matca Jadi Tren Baru di Kalangan Muda China

Kue Bulan Rasa Matca Jadi Tren Baru di Kalangan Muda China

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
12 Oktober 2025, 12.52 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kue bulan
Seorang staf menyiapkan minuman matca di sebuah kedai teh di kawasan industri Guizhou Gui Tea Group Co., Ltd. di wilayah Jiangkou, Provinsi Guizhou, China barat daya, pada 14 Mei 2025. (Xinhua/Yang Wenbin)

GUIYANG, JurnalPost.com -- Saat matca yang digandrungi anak muda berpadu dengan kue bulan klasik yang khas dalam tradisi Festival Pertengahan Musim Gugur, kue bulan tradisional menerima sentuhan modern dan mendapatkan daya tarik baru di kalangan konsumen muda China.

Di wilayah Jiangkou, Provinsi Guizhou, China barat daya, tingkat tutupan hutan mencapai 77 persen. Terletak di kaki Gunung Fanjing, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO, wilayah ini memiliki perkebunan teh seluas 160.000 mu (sekitar 10.667 hektare), seperlimanya didedikasikan untuk produksi matca.

IKLAN

Pada bulan September yang baru saja berlalu, perusahaan matca lokal di Jiangkou mencatatkan peningkatan pesanan, dengan produsen kue bulan matca beroperasi dengan kapasitas penuh.

Panas Ekstrem Landa AS
Baca Juga

Gelombang Panas Ekstrem Landa AS, Death Valley Catat Rekor Suhu Malam 38,3 Derajat Celsius

Di dalam sebuah pabrik kue bulan yang telah terdigitalisasi milik Guizhou Gui Tea Group Co., Ltd., aroma manis kue memenuhi udara, saat para pekerja yang mengenakan seragam steril, masker, dan jaring rambut sibuk membuat kue bulan matca.

"Kami mengurangi rasa manis kue bulan tradisional dan menambahkan aroma matca, yang menarik selera konsumen muda," kata Zhong Jin, direktur kantor manajer umum perusahaan tersebut.

Buku putih yang dirilis pada 2023 oleh sebuah lembaga penelitian di bawah naungan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menunjukkan bahwa China telah menjadi produsen dan konsumen matca terbesar di dunia.

IKLAN

Perusahaan ini telah membuat matca sejak 2017, dan mendirikan kawasan industri matca berstandar tinggi di wilayah Jiangkou.

tanaman daun pandan
Baca Juga

Dari Maluku ke Hainan, Pandan Menjadi Jembatan Rasa Indonesia dan China

Kini, Jiangkou telah menjadi pusat produksi matca dunia. Pada 2024 saja, wilayah ini menjual lebih dari 1.200 ton matca, menjadi yang tertinggi di China, dengan menghasilkan nilai output lebih dari 300 juta yuan (1 yuan = Rp2.319), atau sekitar 42,2 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.534). Produk-produknya telah menjangkau pasar luar negeri, termasuk Jepang, Amerika Serikat, dan Prancis.

Seiring meningkatnya popularitas matca, beragam produk matca pun kini tersedia di pasaran.

Memanfaatkan momentum ini, Guizhou Gui Tea Group meluncurkan dua produk kue bulan matca baru untuk Festival Pertengahan Musim Gugur tahun ini. Hanya dalam satu pekan setelah peluncuran, pesanan daring kedua produk ini telah melampaui 110.000 boks.

Hingga Rabu (8/10), hari terakhir liburan Hari Nasional China, perusahaan itu telah menjual 200.000 boks kue bulan matca. Zhong mengatakan bahwa produk-produk tersebut terbukti sangat populer hingga menyebabkan kekurangan pasokan.

robot humanoid
Baca Juga

Robot Humanoid Catat 9,39 Detik di Lari 100 Meter, Lebih Cepat dari Rekor Usain Bolt

Ledakan tren matca juga mendatangkan keuntungan bagi para produsen lokal yang lebih kecil. Sejak September, para teknisi dan pekerja di sebuah perusahaan pengembangan makanan di pusat kota Jiangkou telah mendedikasikan diri untuk membuat kue bulan rasa matca dengan Gastrodia elata dan ham. Kue bulan yang sepenuhnya buatan tangan ini memiliki kapasitas produksi harian sebanyak 12.000 kue.

Cen Defen, manajer umum perusahaan itu, mengatakan mereka mulai menyiapkan bahan-bahan pada Agustus, dan nilai pesanan menembus angka 5 juta yuan hanya dalam waktu setengah bulan. (Xinhua).

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kue-bulan-rasa-matca-jadi-tren-baru-di-kalangan-muda-china/86756/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 01.23 WITA

  • #Berita Xinhua

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Darah Kembali Menetes di Tanah Rencong, Insiden Pulo Kenari Pidie Tewaskan Satu Warga

Universitas Negeri Malang Hadirkan ElectroRace Kit untuk Pembelajaran IPA di MTs Sunan Kalijogo

Mahasiswa Magang Turut Berkontribusi dalam Penyelenggaraan MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026

Tekuni Budidaya Ikan Lele, Salim Manfaatkan Layanan BRI Bojonegoro untuk Kembangkan Usaha

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Poltekkes Kemenkes Jakarta II Latih Kader Kesehatan Pancoran Jadi Agen Edukasi Gigi Tiruan

Pilihan Editor

  1. 1 HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus
  2. 2

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. 3

    Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

  4. 4

    Di Balik Papan Tulis, Ada Perjuangan Memahami Setiap Anak: Potret Pembelajaran di SDN Ciptaharja

  5. 5

    Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.