Magetan, JurnalPost.com – Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah terus menunjukkan peran strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian. Melalui kegiatan bertajuk “Kopi Lawu”, tim dosen dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan, melaksanakan program penguatan kapasitas petani kopi di Desa Jabung, Kecamatan Panekan.
Program ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, dan berlangsung sejak Juni hingga November 2025.
Sebanyak 40 peserta dari unsur UKM Java Lawu, petani kopi, dan Karang Taruna Desa Jabung mengikuti serangkaian pelatihan yang mencakup Good Agricultural Practices (GAP), teknik sambung pucuk tanaman kopi, pengendalian hama dan penyakit, serta introduksi teknologi sortasi biji kopi berbasis mekanik. Program ini tidak hanya memperkuat aspek produksi, tetapi juga mendorong pencatatan usaha secara sederhana sebagai bekal manajemen usaha tani yang berkelanjutan.
“Pengabdian ini menjadi wujud nyata kehadiran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat berbasis keilmuan dan teknologi,” ujar Handini Novita Sari, S.Pd., M.T, dosen Unesa sekaligus ketua tim pelaksana.
Bersama dua anggota tim lain, yaitu Pambudi Handoyo, S.Sos., M.A (Uniska Kediri) dan Dr. Ratna Dewi Mulyaningtyas, S.P., M.Si (Unesa), kegiatan ini dirancang secara terpadu untuk menjawab persoalan produktivitas, efisiensi pascapanen, dan akses pasar.
“Kami mengapresiasi sinergi ini karena sejalan dengan misi Disperindag dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal melalui pendekatan teknologi,” kata perwakilan Disperindag Magetan dalam sambutan pembukaan pelatihan.
Program “Kopi Lawu” diharapkan menjadi embrio pengembangan kawasan kopi berbasis komunitas yang kuat, inovatif, dan berdaya saing. Inisiatif ini juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan pertanian modern di era perubahan iklim dan digitalisasi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda