JurnalPost.com - Pada pertengahan tahun 2023 lalu, skuad Tim U- 19 Putri Indonesia berhasil mengharumkan nama Bangsa dalam ajang AF U-19 Women’s Championship 2023. Ayunda Dwi Anggraini, salah satu pemain yang berhasil disorot sebab berkali-kali cetak gol untuk Indonesia. Tercatat sebanyak empat gol berhasil Ayunda loloskan hingga Indonesia menjadi juara di grup A. Pencapaian gadis berhijab itu merupakan salah satu dari sekian prestasi yang berhasil Ayunda toreh.
Sebelum berhasil di AF U-19 Women’s Championship 2023, Ayunda juga pernah meraih juara 1 dan Top Scorer dalam turnamen futsal FREEDOM 15 Tingkat Provinsi yang diselenggarakan di SMA Negeri KEBOMAS Gresik tahun 2022. Kemudian Juara 1 Top Scorer dan Best Player dalam turnamen futsal FREEDOM 16 Tingkat Provinsi yang diselenggarakan di SMA Negeri KEBOMAS Gresik tahun 2023. Banyak perjuangan yang ia lakukan demi sampai dititik di mana dirinya dikenal oleh banyak orang.
Potret Ayunda Dwi Anggraini sebelum masuk TIMNAS, membopong piala penghargaan dari pertandingan lain yang ia ikuti. Foto : Dokumen Pribadi
Ayunda menghabiskan masa kecilnya tumbuh di daerah pedesaan yang jauh dari wilayah kota. Hobi bermain sepak bola sudah dimilikinya sedari kecil. Sore hari selepas mengaji di TPA ia seringkali menuju lapangan desa untuk bermain sepakbola dengan teman-teman lelakinya. Ayunda mulai menekuni sepakbola sebagai karir saat bermain di Club Piala Pertiwi, Bersama Persebaya. kemudian ia mendapat tawaran dari timnas setelah mengirim beberapa video permainan sepak bola saat berada di Sekolah Sepak Bola (SSB) Porasda, hingga berhasil masuk ke Timnas. “Memang dari kecil saya suka main sama teman-teman di desa, terus masuk SMP diajak ke Gresik, main di klub, terus akhirnya main di Piala Pertiw saya Persebaya, sempat main juga di Kebumen," ungkapnya.
Sebagai satu-satunya satu-satunya pemain di skuad Timnas Putri Indonesia yang mengenakan hijab. Ayunda mengatakan banyak memperoleh pengalaman suka ataupun duka saat memakai hijab. Gadis berusia 18 tahun itu seringkali dicemoh sebab hijab yang dia pakai. Bahkan pernah dipengaruhi untuk melepas hijab. Namun itu semua tidak berhasil menggoyahkan hati Ayunda untuk melepas hijab. Ayun memilih mengabaikan semua cemohan mereka sebab dirinya tau hal itu tidak berlangsung lama.
Dibalik suksesnya Ayunda dalam menjadi seorang atlet, terdapat dukungan penuh dari keluarga yang berhasil ia jadikan motivasi dalam berjuang dan bertanding. Terutama kedua orang tuanya. Saat ditemui dikediamannya pada 19 April lalu, Bambang, ayah dari Ayunda mengaku masih merasa bangga walaupun permainan Ayunda sudah hampir setahun berlalu. “perasaanya campur aduk, senang dan dulu gak nyangka bisa masuk seleksi sampai bisa main di grup Timnas begitu padahal dari desa,” ungkap Bambang.
Sebagai orang tua, Bambang hanya mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya, dia tidak mau menghalangi kemauan Ayunda, yang terpenting masih di bidang positif dan tidak mengesampingkan pendidikan.
Tidak hanya keluarganya saja, kesuksesan Ayunda dalam mengharumkan nama bangsa juga turut dihadiai sambutan hanggat dan bangga dari warga desa di mana dia tinggal. Atas kemenangan perdana tim U-19 Putri Indonesia saat mengalahkan timor leste hingga mencapai skor 7-0 tidak hanya menjadi kebanggan keluargannya saja, namun juga dirasakan oleh Masyarakat desa. Setiap pertandingan Ayunda berlangsung, Masyarakat desa senantiasa memberi support melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang diadakan di halaman Masjid Jami' At-Taqwa desa Sambogunung. Acara itu dihadiri banyak masyarat desa dari berbagai kalangan. Kemudian pada juli lalu, warga mengadakan acara arak-arakan dengan menggunakan mobil pickup dengan diikuti oleh puluhan pesepeda motor warga desa untuk menyambut kepulangan Ayunda.
Penulis : Aisyah Putri (Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda