Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Keterlibatan Perempuan: Kunci untuk Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan

Keterlibatan Perempuan: Kunci untuk Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
04 Januari 2025, 20.01 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Keterlibatan Perempuan: Kunci untuk Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan

JurnalPost.com - Permasalahan dalam gender kerap masih terjadi di beberapa negara sepertihalnya di negara kita sendiri yaitu Indonesia. Banyak isu-isu yang bermunculan mengenai gender laki – laki dan perempuan. pada konteks pembangunan salah satu isunya yakni laki – laki dalam pembangunan menjadi subyek sedangkan perempuan menjadi obyek dari suatu pembangunan. Dalam studi gender kita melihat relasi kuasa dalam masyarakat yang dimana melahirkan ketidakadilan gender berdasarkan pada konstruksi masyarakat, dari relasi tersebut melahirkan permasalahan atau fenomena ketidakadilan gender. Maka dari itu kita bisa melihat mengapa dalam pembangunan masih terjadi beberapa isu – isu dalam gender itu sendiri.

Dalam konstruksi masyarakat dalam pembedaan jenis kelamin yang diberikan oleh masyarakat atau dalam pemikiran maupun pandangan masyarakat yakni laki – laki dianggap sebagai perkasa, gagah, berani, dan rasional biasanya disebu first class. Sedangkan perempuan sendiri dianggap sebagai keibuan, lemah lembut, dan emosional biasanya disebut second class. Ciri ini terbentuk karena struktur sosial budaya masyarakat yang dibawa dari zaman ke zaman sepertihalnya patriarki maupun matriarki. Banyak upaya maupun solusi yang telah dilakukan dalam mengubah peranan perempuan dalam pembangunan.

IKLAN

Keterlibatan perempuan sangat minim dalam pembangunan karenanya hal tadi dalam konstruksi masyarakat masih menganggap perempuan sebagai kelas dua dan sebagai objek pada pembangunan, Walaupun dibeberapa tempat perempuan sudah dapat berkontribusi dalam pembangunan namun secara tidak sadar pastinya akan tetap dipandang sesuai konstruksi sosial masyarakat yang ada, dari hal tersebut membuat potensi dari perempuan itu terbatas karena konstruksi yang dilahirkan oleh lingkungan setempatnya. Dampak negatif dari hal ini melahirkan ketidakadilan gender dalam pembangunan, menjadikan perempuan susah memiliki kesempatan dalam mendapatkan akses kontrol terhadap sumber daya.

IMG 0170
Baca Juga

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Peran perempuan pada pembangunan sangat penting dalam berbagai bidang apapun, Sebagaimana yang diketahui pada zaman dahulu sebelum masa kemerdekaan maupun ketika di masa kemerdekaan perempuan sudah menjadi pejuang nasionalis yang memberikan kontribusi yang baik pada negara sendiri. Maka dari itu kita perlu sadar bahwa keterlibatan perempuan dalam pembangunan pun cukup baik dengan gambaran masa lalu, dan jika melihat dalam bentuk kepemimpinan di kepresidenan Indonesia sudah pernah dipimpin oleh perempuan yaitu Megawati Soekarnoputri sebagai presiden ke-5 di Indonesia. Yang dimana presiden memiliki tugas delam membangun negara dengan baik, dari hal tersebut kita dapat melihat bahwa perempuan sudah pernah menjadi aktor yang penting bahkan dalam kepimpinan yang tinggi.

IKLAN

Dalam Pembangunan Keberlanjutan (SDGs) ke-5 yakni bertujuan mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan, pada SDGs ke-5 ini menjadi solusi yang diberikan langsung oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk menjadi kebijakan dalam pembangunan dengan mengikutsertakan perempuan dalam pembangunan dan memberdayakan perempuan guna untuk bisa berpartisipasi dalam pembangunan pada bidang apapun. Dengan adanya SDGs ke-5 menjadi solusi dalam meningkatkan partisipasi perempuan serta melahirkan kesetaraan gender dalam pembangunan.

Lain dari itu keterlibatan perempuan dapat mendorong perubahan positif pada pembangunan secara bidang tertentu. Dalam banyak konteks, perempuan memiliki perspektif dan pengalaman unik yang dapat memperkaya diskusi dan menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan efektif, Kita tau kebijakan kebanyakan di dominasi laki – laki karena perbedaan konstruksi masyarakat tadi menjadi faktor perempuan tidak terlibatkan dalam hal kebijakan, justru keterlibatan perempuan dalam mengambil kebijakan atau memutuskan kebijakan dapat membawa perspektif yang lebih beragam, karenanya sering kali perempuan mempunyai pengalaman terkait isu – isu dalam beberapa bidang sektor. Seperti, kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial yang mungkin tidak terlalu diperhatikan oleh laki – laki.

Selain solusi pertama ini adapun contoh yang bisa kita lihat bagaimana perempuan sering kali menjadi pengambil keputusan utama dalam rumah tangga, termasuk kesehatan dan pendidikan dari anaknya. Ketika perempuan yang terlibat dalam kebijakan, mereka dapat memastikan bahwa layanan publik seperti pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial dapat dirancang dalam memenuhi kebutuhan yang lebih baik. Pada contohnya, kebijakan yang mendukung kebijakan cuti melahirkan dan layanan kesehatan reproduksi dalam membantu meningkatkan kesehatan.

Collaborative Study in the National Literacy Library
Baca Juga

Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

Secara keseluruhan, keterlibatan perempuan dalam kebijakan bukan hanya tentang mencapai kesetaraan gender; itu adalah langkah penting menuju pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi penuh dari semua anggota masyarakat baik laki-laki maupun perempuan kita dapat menciptakan kebijakan yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membangun masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, sudah saatnya kita mendukung inisiatif-inisiatif yang mendorong keterlibatan aktif perempuan di semua tingkatan pengambilan keputusan.

Penulis : Muhammad Aqil Muammar A, Mahasiswa Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/keterlibatan-perempuan-kunci-untuk-mewujudkan-pembangunan-yang-berkelanjutan/76867/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 18.49 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Tarbiyah vs Taklim: Mengapa Santri Lebih Butuh Dididik daripada Sekadar Diajari?

Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

Kamitetep, Si Kecil yang Nyaris Tak Terlihat: Ini Bahayanya

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

Pilihan Editor

  1. 1 Kamitetep, Si Kecil yang Nyaris Tak Terlihat: Ini Bahayanya
  2. 2

    Nasabah Aninda Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro, Transaksi Makin Mudah dan Nyaman

  3. 3

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  4. 4

    Mahasiswa Magang Turut Berkontribusi dalam Penyelenggaraan MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026

  5. 5

    Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.