JAKARTA, JurnalPost.com - Kesabaran dan ketangguhan relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) diuji sejak awal keberangkatan misi kemanusiaan menuju wilayah terdampak banjir bandang di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Kapal Motor Penumpang (KMP) Jatra 1 yang mengangkut para relawan terpaksa berhenti sementara di perairan sekitar Tanjung Priok untuk melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM), Selasa (16/12/2025) siang, akibat kendala cuaca.
Pengisian BBM yang semula dijadwalkan pada Senin malam harus ditunda karena kondisi gelombang laut yang kurang bersahabat. Demi keselamatan pelayaran, kapal baru melempar jangkar pada pagi hari untuk menerima pasokan BBM dari kapal tanker.
“Rencananya pengisian dilakukan tadi malam, tetapi cuaca tidak memungkinkan. Baru pagi ini kapal bisa berhenti untuk pengisian BBM,” ujar Edi Wahyudi, relawan UAR pusat yang ikut dalam pelayaran misi kemanusiaan tersebut.
Ketua Tim UAR, Hayatdien, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kapal sempat bergerak sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Priok sebelum akhirnya kembali berhenti.
“Kapal sudah berjalan, namun karena gelombang cukup besar, pengisian BBM oleh petugas kapal dilakukan pagi ini agar perjalanan selanjutnya lebih aman menuju tiga titik bencana di Sumatera,” jelas Hayatdien.
Meski tertahan di laut, semangat pengabdian para relawan tetap terjaga. Sebanyak 26 relawan UAR mengisi satu malam di atas kapal dengan berbagai kegiatan positif, mulai dari membaca dan menghafal Al-Qur’an, berdzikir, berdiskusi teknis operasi SAR, membenahi perlengkapan, hingga memasak bersama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi seluruh penumpang.
“Alhamdulillah kami bisa memasak untuk sekitar 87 orang, termasuk 30 Anak Buah Kapal (ABK) Jatra 1, dengan bahan yang telah disediakan pihak kapal,” ungkap Edi Wahyudi, yang juga dikenal sebagai relawan arsitek pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza dan tengah terlibat dalam persiapan pembangunan RSIA Indonesia di Gaza Utara bersama Maemuna Center Indonesia.

Untuk menjaga kebugaran, para relawan UAR juga melaksanakan olahraga pagi di atas deck utama kapal, dipimpin salah satu rekan mereka.
Dalam pelayaran bertajuk “ASDP Peduli Sumatera” ini, Kapal Jatra 1 membawa relawan gabungan dari berbagai lembaga, yakni 26 personel UAR, 25 personel Hilmi FPI, dan 6 personel Baznas. Selain itu, kapal juga membawa barang-barang bantuan untuk para korban terdampak banjir di Sumatera. Kapal diberangkatkan pada Senin siang (15/12/2025) dan direncanakan singgah di Pelabuhan Belawan, Lhokseumawe, Sibolga, dan Teluk Bayur.
Selasa pukul 16.00 WIB Kapal Jatra 1 mulai berangkat kembali. Perjalanan menuju Pelabuhan Belawan, Medan, diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat hari, sebelum para relawan bergerak melaksanakan tugas kemanusiaan di wilayah-wilayah terdampak bencana. [am]
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda