Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Keroyokan Awasi Guru Terbukti Efektif Tingkatkan Kenerja Guru

Keroyokan Awasi Guru Terbukti Efektif Tingkatkan Kenerja Guru

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
02 November 2016, 12.09 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Ibu Nurcaya, Pengawas Maros sedang mengawasi pelatihan guru
Ibu Nurcaya, Pengawas Maros sedang mengawasi pelatihan guru

MAROS, Sulawesi Selatan, Jurnalpost - Berdasarkan Survey yang dilakukan oleh PISA (Program for International Student Achievement) dan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) tahun 2012, 76% siswa Indonesia pencerapan terhadap pelajaran matematikanya rendah dan sangat rendah. Uji kompetensi guru yang dilaksanakan oleh pemerintah tahun 2015 mempertegas bahwa hal itu disebabkan oleh rendahnya kemampuan guru dalam mengajar. Nilai UKG tahun 2015 menunjukkan rata-rata nilai kompetensi guru masih dibawah standar yaitu hanya 53 dari nilai maksimal 100. “Rendahnya pencerapan siswa sebenarnya hampir terjadi di semua pelajaran dan tentu saja kompentensi guru adalah salah satu penyebabnya,” ujar Jamaruddin Provincial Coordinator USAID PRIORITAS Sulsel di kantornya (31 Agustus 2015)

Ibu Nurcaya, Pengawas Maros sedang mengawasi pelatihan guru

IKLAN

Sayangnya, kepala sekolah dan pengawas, yang seharusnya mampu menilai kemampuan guru mengajar dan membina mereka menjadi lebih baik, tidak memiliki kapasitas memadai untuk melakukan hal tersebut. Rata-rata hasil nilai uji kompetensi pengawas secara nasional tahun 2015 cuma 41, 49, dan kepala sekolah cuma 45,92 jauh dibawah nilai maksimal 100. Ujung-ujungnya berakibat pada rendahnya kapasitas siswa. “Pada akhirnya yang jadi korban selalu siswa dan masa depan bangsa ini,”tegas Jamaruddin.

Pengawas Sekolah Dilatih Memantau Kemajuan Literasi Sekolah
Baca Juga

Pengawas Sekolah Dilatih Memantau Kemajuan Literasi Sekolah

Mencermati rendahnya kapasitas kepala sekolah, Ibu Nurcaya, pengawas sekolah di Maros memiliki cara unik tersendiri untuk mengatasi hal tersebut. Dia mengorganisasi kepala sekolah untuk bersama-sama mengawasi satu guru saja pada jadwal yang sudah ditentukan bersama. “Banyak guru setelah diawasi malah protes dengan nilai yang diberikan. Hasil penilaian supervisi kepala sekolah sering tidak konsisten. Kebanyakan karena supervisor atau kepala sekolah sendiri tidak mengetahui secara persis aspek-aspek yang dinilai dalam supervisi, misalnya saja mereka kurang mengetahui aspek yang dinilai pada pokok melayani perbedaan individu dan indikator-indikatornya,” ujarnya.

IKLAN

Sebagai seorang pengawas yang memantau pelaksanaan kegiatan supervisi tersebut, Ibu Nurcaya kemudian menggagas supervisi kepala sekolah secara berkelompok kecil (2-3 orang). Selama ini supervisi dilaksanakan sendiri-sendiri. “Dengan supervisi kelompok ini, saya berharap masing-masing individu saling bisa belajar dan saling mengisi dalam memahami instrument-instrumen pengawasan,” ujarnya.

Gagasan ibu Nurcaya diterima dengan baik oleh para kepala sekolah di salah satu gugus kecamatan di Turikale Maros. Mereka langsung membuat jadwal dan mengangkat ketua kelompok masing-masing. Ketua kelompok ini merupakan orang-orang yang sebelumnya pernah dilatih baik mengenai pengawasan sekolah maupun pembelajaran oleh USAID PRIORITAS, sehingga dianggap mampu menularkan ilmunya kepada yang lain. Para kepala sekolah sebelumnya juga difasilitasi memahami instrumen yang akan digunakan dengan dipandu oleh masing-masing ketua kelompok dan ibu Nurcaya sebagai pengawas menjadi nara sumber. Mereka mendiskusikannnya hingga semua indikator yang akan diamati terpahami secara baik oleh masing-masing kepala sekolah.

Sesuai jadwal, mereka kemudian melakukan pengawasan satu guru di satu sekolah secara bersama dengan menggunakan instrumen yang sama pula. Setelah pengamatan selesai, kelompok tersebut menganalisis secara bersama hasilnya dan membuat kesimpulan serta rekomendasi dari obyek yang sama pula untuk menyusun program perbaikan kualitas pembelajaran berikutnya. Analisis dan refleksi ini dilakukan di sekolah. Selanjutnya hasilnya diteruskan kepada guru yang bersangkutan. Refleksi juga dilakukan di kelompok besar MKSS dengan melibatkan pengawas, yang memberikan penguatan lebih lanjut. Dengan refleksi di MKKS, maka semua kepala sekolah juga mendengar, bisa ikut belajar dan memberi masukan.

Pembangunan Maros akan Lebih Berorientasi ke Pengembangan Mutu SDM
Baca Juga

Hatta Rahman: Pembangunan Maros akan Lebih Berorientasi ke Pengembangan Mutu SDM

Ternyata dengan cara demikian, kapasitas mengawasi dan membina guru oleh kepala sekolah naik dengan pesat. Ini terbukti dengan kemampuan mengoperasionalisasikan penilaian dengan lebih detail dan terperinci. Mereka juga mencatat fakta-fakta pembelajaran dengan lebih banyak. “Hasil evaluasi menunjukkan mereka sangat puas dengan kegiatan ini dan bahkan berharap sebenarnya kegiatan seperti ini dilakukan sejak dulu, supaya nilai mereka lebih meningkat dalam UKKS dan lebih bisa meningkatkan kapasitas guru,” ujar Nurcaya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/keroyokan-awasi-guru-terbukti-efektif-tingkatkan-kenerja-guru/3329/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.17 WITA

  • #Awasi Guru
  • #Berita Maros
  • #Kenerja Guru
  • #USAID PRIORITAS

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Pilihan Editor

  1. 1 Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3
  2. 2

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. 3

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

  4. 4

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  5. 5

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.