JURNALPOST.COM - Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, mengatakan, cuaca buruk yang saat ini terjadi dan sulit untuk di prediksi bukan menjadi satu-satunya penyebab kenaikan harga beras di beberapa daerah di Sulsel.
"Semua komoditi andalan di sulsel itu juga merupakan penyebab inflasi. Kalau untuk beras, ini karena di pulau Jawa kan tidak ada panen, jadi semua pedagang itu lari ke Sulsel, membeli hasil panen petani kita dan mereka bawa untuk kemudian di jual disana," kata Agus.
Hal ini, lanjut Agus, jua termasuk salah satu dampak atau konaekuensi dari lancarnya transportasi.
"Seperti yang terjadi di Pinrang, saat petani panen, pedagang itu sudah langsung membeli kepada petani kemudian mereka giling dan mereka kirim pakai kontainer ke Jawa," ujarnya.
Untuk itu, Agus mengaku sudah meminta kepada pihak Dinas Pertanian agar para penyuluh yang ada di daerah bisa menghimbau para petani agar tidak menjual semua hasil panennya.
"Makanya saya selalu minta kepada Donas Pertanian agat para penyuluh bisa menghimbau kepada para petani supaya tidak menjual semua berasnya ke pedagang. Mereka harus sisakan juga stock untuk mereka, sampai pada musim panen berikutnya," ungkapnya.
Agus mengakui, memang saat ini cuaca sulit untuk diprediksi, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tetapi untuk di Sulsel, diuntungkan dengan letak geografisnya.
"Disaat satu wilayah lain hujan, di wilayah lainnya di sulsel malah butuh air. Seperti di Sidrap kemarin kan sedang menanam, dan itu butuh air. Jadi mudahan saja disana juga hujan. Disaat kita di sini hujan, di wilayah tengah malah tidak ada hujan dan butuh hujan," paparnya.
Sebelumnya dikabarkan, sejak dua pekan lalu, harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Palopo mengalami kenaikan hingga Rp2.000 per kilogram-nya. Cuaca buruk yang melanda sejumlah daerah di Sulsel disinyalir menjadi penyebabnya, karena membuat beberapa wilayah pemasok menjadi gagal panen dan berimbas pada minimnya pasokan beras.
Beberapa pihak memperkirakan kenaikan harga beras ini masih akan terjadi karena cuaca buruk yang terus terjadi di sejumlah daerah penghasil beras seperti Luwu Utara serta Luwu Timur.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda