Pemberdayaan Peternak Lokal
Desa Gorowong yang memiliki lahan luas namun kurang termanfaatkan diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan peternakan domba dan kambing di kawasan Bogor. Menurut Zainal Abidin, ketua pelaksana program, pemberdayaan ini berfokus pada pemanfaatan lahan kosong serta pemberian keterampilan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi. “Kami memberikan pelatihan intensif kepada para peternak, mulai dari pemilihan bibit, manajemen kandang, hingga pemasaran ternak,” ujarnya.
Program ini merupakan kolaborasi beberapa pihak. Selain dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekonologi serta dana penyertaan dari STIE Indonesia Jakarta, Yayasan ASA juga berperan sebagai pemberi modal untuk pengadaan ternak domba. Selain itu, Yayasan ASA sekaligus menjadi off-taker atau pembeli seluruh hasil pemeliharaan yang dilakukan oleh masyarakat penerima manfaat. Untuk program ini, telah diserahterimakan 15 ekor domba bakalan untuk digemukkan, sebagai persiapan menghadapi hari Iduladha tahun depan.
Peningkatan Kapasitas dan Pendapatan
Program ini diharapkan akan memberikan hasil yang signifikan. Jumlah bakalan 15 ekor saat ini, diperkirakan akan mencapai nilai penjualan di atas Rp 50 juta. Uniknya, hewan qurban tersebut tidak dibawa ke tempat pembeli, tetapi akan disembelih di desa Gorowong, dan dagingnya didistribusikan kepada masyarakat setempat yang berhak menerimanya. Selain itu, peternak juga sudah mulai melakukan diversifikasi usaha, dengan memelihara induk domba yang akan diproyeksikan menjadi penghasil bibit/bakalan domba yang akan digemukkan. Sepanjang pelaksanaan program, peternak juga mendapatkan pelatihan manajemen keuangan dan kewirausahaan dari dosen STIE Indonesia Jakarta dan Universitas Jenderal Soedirman. “Dengan pengetahuan yang kami berikan, kami berharap mereka dapat mengelola usaha mereka secara mandiri di masa mendatang,” kata Rimi Gusliana Mais, salah satu dosen yang terlibat dalam pelatihan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda