JurnalPost.com – Jeremy Jamie yang akrab dipanggil Jeremy ini dulunya memang pemalu. Dia bercerita, pernah dibully di sekolah. Bahkan Jeremy, pernah didorong temannya yang usil saat main hingga jatuh dan harus dijahit. Namun siapa sangka dirinya yang pemalu ini, kini bisa menjadi influencer yang cukup terkenal di Surabaya? Semua itu berawal dari hobi menari dan hand lettering yang dia posting di aplikasi TikTok. Videonya itu beberapa kali masuk FYP (For Your Page) di TikTok.
Salah satu kontennya di TikTok berupa hand lettering mendapat antusiasme penonton hingga mengundang banyak pengikut. Mereka tertarik ingin dibuatkan hand lettering nama mereka masing-masing. Untuk menyenangkan pengikutnya, Jeremy membuatkan hand lettering nama pengikut setianya di TikTok dan instagram. Jeremy tak menyangka, ternyata hobi seni yang dimilikinya mampu menarik perhatian penonton TikTok. Bahkan dengan hal yang terlihat sederhana yaitu menulis nama pengikutnya, bisa membuat para pengikutnya senang. Jeremy ikut senang karena bisa menyalurkan hobi sekaligus menyenangkan pengikutnya di TikTok.
Tak hanya hand lettering, Jeremy juga berkarya dengan membuat video cerita menarik yang mampu menghibur pengguna TikTok. Konten-kontennya semakin beragam. Dari konten cerita, dance, nyanyi, main musik sampai mengulas makanan dan beberapa produk. Tak heran, dalam waktu singkat, akun TikTok dengan username JeremyJamiee ini, semakin memiliki banyak pengikut hingga mencapai 276.100 pengikut. Sejak itu, Jeremy sering diajak kerjasama oleh berbagai pihak dalam bentuk endorsement.
Dari TikTok, Jeremy mulai aktif dikenal juga di Instagram. Akun Instagram dengan username JeremyJamie22 ini memiliki 11.900 pengikut. Di Instagramnya, Jeremy kerap membagikan konten-konten menarik yang berfokus pada makanan. Selain itu, Jeremy juga aktif sebagai model iklan dan menjadi aktor di beberapa film pendek dan web series. Kemampuan aktingnya mengundang banyak pujian. Salah satu film pendeknya bisa ditonton di youtube AP Entertainment berjudul Influenced.
Menjadi seorang influencer memang tidaklah mudah. Jeremy yang lahir di Surabaya ini, berusaha menjadi pribadi yang lebih tegas dan berani, terutama di depan orang banyak. Dirinya dulu sering menunduk ketika bicara dengan seseorang. Ia cenderung tidak berani tampil di depan umum. Bahkan ia malu saat disuruh membuat konten di depan keluarganya sendiri sehingga Jeremy kerap membuat kontennya sendirian di kamar. Namun semua itu perlahan berubah.
Sumber : Dok. pribadi
Saat pertama kali Jeremy mengikuti pertemuan sesama influencer, dia mengaku agak minder. Namun tekadnya yang kuat untuk bisa menjadi influencer, membuat Jeremy berusaha berani bersosialisasi dengan mereka. Ia senang karena akhirnya bisa mengenal influencer terkenal lainnya sehingga Jeremy juga bisa belajar banyak dari mereka. Perjuangannya itu tidak sia-sia. Kini, Jeremy lebih berani bersosialisasi dan tampil di depan orang banyak.
Sebagai seorang mahasiswa di Universitas Surabaya (UBAYA), Jeremy juga harus pintar-pintar membagi waktunya. Ia mengaku, sering kewalahan saat banyak tawaran job bersamaan dengan banyaknya tugas kuliah maupun kegiatan di kampusnya. Terlebih lagi, Jeremy juga cukup aktif mengikuti kegiatan organisasi di kampusnya. Saat ini, Jeremy memang sedang berkuliah di jurusan desain manajemen produk, semester 4. Kecintaannya terhadap seni membuatnya memilih jurusan tersebut.
Karirnya yang semakin menanjak membuat Jeremy semakin sibuk. Walaupun begitu, dukungan dari keluarganya membuat Jeremy tetap semangat dan berusaha melakukan yang terbaik. Ia ingin membuktikan pada dirinya sendiri dan orang lain bahwa dia bisa walaupun dulunya sering diremehkan dan dibully. Cowok multi talent ini tak mau menyerah dan telah membuktikan bahwa dirinya mampu meraih impiannya menjadi influencer.
Penulis : Janette / Cerita Penulis
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda