JURNALPOST.COM - Dukungan kepada ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), untuk maju dan ikut bertarung dalam bursa pemilihan ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) mendatang terus mengalir.
Setelah sebelumnya SYL mendaoat kunjungan dari DPD yang berasal dari berbagai daerah seperti Aceh, Bengkulu, Papua, NTT, NTB. Bahkan salah satu kandidat calon ketua umum, Airlangga Hartanto, yang juga dikabarkan akan ikut bertarung dalam bursa pemilihan ketua umum Partai Golkar dalam Munaslub mendatang pun mendatangi SYL untuk membangun kimunikasi dan membicarakan kemungkinan untuk berkoalisi.
Kali ini (Rabu, 8/3 malam), giliran perwakilan 27 DPD Golkar dari empat provinsi di kalimantan yang datang mengunjungi SYL untuk menyampaikan secara langsung dukungannya kepada SYL untuk maju sebagai kandidat ketua umum DPP Partai Golkar pada Munaslub mendatang.
Empat provinsi yang berkunjung ke rumah jabatan Gubernur Sulsel tersebut, yaitu Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Utara (Kaltara).
Ketua DPD I Partai Golkar Kalbar, Muhammad Ramli, yang juga menjabat sebagai salah satu Wakil Sekjend DPP Partai Golkar, mengatakan, kedatangannya bersama sejumlah perwakilan DPD I dan II Partai Golkar dari empat provinsi di Kalimantan ini adalah dalam rangka silaturrahmi dan membangun komunikasi dengan SYL untuk menyatukan konsep dan pemikiran jelang pelaksanaan Munaslub Partai Golkar, agar busa mengembalikan kittah dan kejayaan Partai Golkar.
Usai melakukan pertemuan dengan SYL, Ramli mengaku, ia dan rekan-rakannya sesama pengurus DPD Partai Golkar dari Kalimantan sangat antusias dengan konsep dan pemikiran yang disampaikan oleh SYL.
Menurutnya, figur SYL adalah sosok figur yang memang dibutuhkan untuk memimpin Partai Golkar saat ini.
"Kalau memang kita mau Golkar lebih baik ke depan, figur seperti beliau(SYL) yang harus jadi ketua umum untuk memimpin Golkar. Kalau memilih calon-calon yang lain, itu sama saja mengulang nasib Golkar kembali terjerumus kepada kemunduran lagi," kata Ramli.
Ramli juga mengatakan, figur SYL adalah figur yang tidak terkontaminasi dengan pihak-pihak yang selama ini menyebabkan terjadinya konflik di dalam tubuh Partai Golkar. Selain itu, SYL juga dikatakannya sarat dengan prestasi dan pengalaman menjadi seorang pemimpin. Sehingga memang sangat layak untuk didorong menjadi ketua umum Partai Golkar.
"Figur beliau ini kan figur yang sudah terbukti dengan prestasi, mulai dari menjadi kepala desa, camat, lurah, bupati sampai dengan gubernur. Ini yang harus kita dorong sama-sama," ujarnya.
Senada, sesepuh Partai Golkar Provibsi Kaltara, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kaltara, H Udin Hianggio, mengatakan, figur SYL adalah figur yang memang layak dan dibutuhkan untuk bisa mengakhiri konflik yang selama ini mendera Partai Golkar.
"Saya kira memang figur seperti beliau yang dibutuhkan untuk bisa kembali menyatukan dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar. Kami di Kaltara Insha Allah satu suata akan mendukung beliau," ujarnya.
Menanggapi semakin banyaknya DPD I dan II Partai Golkar dari berbagai daerah yang menyatakan dukungannya, SYL mengaku, setiap kali ia menerima kunjungan perwakilan DPD Partai Golkar dari berbagai daerah, ia hanya menawarkan konsep yang menurutnya ideal yang harus dibawa dan diangkat dalam Munaslub mendatang untuk bisa mengembalikan kejayaan Partai Golkar, dan bagaimana Golkar bisa mengawal sebuah kebijakan yang panjang.
"Kita menawarkan konsepsi ideal dalam rangka mencoba mengembalikan marwah dan ruh kebesaran partai melalui Munaslub. Oleh karena itu, melalui komunikasi politik yang kita bangun dengan daerah-daerah, kita katakan bahwa di Makassar adalah tempat membangun komitmen ideal bagi Golkar, dan bukan pendekatan pragmatis apalagi transaksional," paparnya.
Saat ditanya kapan ia akan melakukan roadshow mengunjungi daerah-daerah untuk menghimpun dukungan jelang pelaksanaan Munaslub, SYL mengatakan, ia tidak akan melakukan roadshow. Ia hanya menunggu dan mempersilahkan pihak-pihak yang ingin membangun komunikasi dan komitmen bersama untuk datang dan membahas hal tersebut di Makassar.
Hal ini juga dilakukannya, agar tugas dan kewajibannya di Sulsel juga tidak terganggu dan tetap bisa berjalan.
"Kalau yang lain itu roadshow kesana kesini pakai Jet Pribadi, saya balik, saya tidak roadshow, tapi saya berharap orang yang mau membangun komitmen bersama untuk datang ke Makassar, dan saya persilahkan siapapun yang mau datang. Bisa dilihat sendiri, sudah banyak daerah, dan hampir semua yang datang kesini untuk membangun komitmen dan menyamakan konsep pemikiran untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar," ungkapnya. (FO)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda