JurnalPost.com - Siswa SMP Kristen Dharma Mulya menjadi salah satu peserta dalam Wokshop Poster Ilmiah dengan tema “Youth Action for Better Urban” yang diselenggarakan Laboratorium Prodi Hubungan Internasional (LABIRIN) UPN Veteran Jawa Timur berkolaborasi dengan Handaruan Institute. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2026 merupakan bagian roadshow dari ENLIT: International Youth Conference 2026.
Workshop tersebut menghadirkan Latif Ahmad Fauzan, MA., dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur sebagai pembicara yang memberikan materi tentang teknik penyusunan poster ilmiah dan infografis sebagai media komunikasi visual yang komunikatif, informatif dan menarik secara visual. Harapan beliau, workshop tersebut akan dapat membantu para peserta call for poster ENLIT 2026 untuk menyusun media kampanye berbasis data dan ide kreatif yang relevan dengan tantangan pembangunan perkotaan saat ini.
Foto bersama peserta workshop poster ilmiah ENLIT 2026 yang dilakukan secara hybrid
Kelompok siswa SMP Kristen Dharma Mulya menjadi satu-satunya peserta dari tingkat sekolah menangah pertama dalam kegiatan tersebut. Kelompok yang beranggotakan Queenly Wibisono, Chrysella Hermanto Putri, dan Naysa Amadea Loverina, didampingi oleh Feny Maria Kusumatika, S.E., S.Pd sebagai guru Pembina, mempresentasikan gagasannya terkait dengan pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai alternatif insektisida ramah lingkungan.
Latar belakang gagasan tersebut muncul dari kesadaran iklim tropis yang memiliki kelembapan tinggi sehingga dapat jumlah serangga di lingkungan pemukiman di perkotaan, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian yang telah mereka lakukan sebelumnya menemukan bahwa terdapat penggunaan insektisida alami dari daun salam, jeruk nipis, kayu manis dan jahe sangat efektif untuk memberantas serangga di rumah, khususnya jangkrik dan semut.
Menurut Adisri Putri Purbantina, Ph.D, selaku Direktur Handaruan Institute, kesadaran terhadap implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di wilayah urban perlu diperkenalkan sejak dini karena perubahan baik seperti pengelolaan lingkungan, tata kota, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kualitas hidup tidak bisa dicapai secara instan, tetapi harus dibangun melalui kebiasaan, kebijakan dan kesadaran sejak awal, terutama pada generasi muda. [A. Kusuma]
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda