JurnalPost.com - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menunjukkan kepedulian mereka terhadap isu lingkungan melalui inovasi yang mengubah popok sekali pakai menjadi pupuk organik cair. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan di Dusun Wonosuko, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang yang dilaksanakan pada Minggu, 14 September 2025. Program ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
Pampers sekali pakai merupakan jenis limbah rumah tangga yang sulit terurai secara alami dan berpotensi menimbulkan dampak negatif pada tanah dan sumber air jika dibuang tanpa pengelolaan yang tepat. Berdasarkan masalah ini, mahasiswa UNIMMA menginisiasi pemanfaatan limbah popok dengan mengolah gel penyerap. Gel tersebut mengandung hidrogel, bahan yang memiliki kemampuan menyimpan air dan melepaskan nutrisi secara perlahan.
Ketua KKN Vera Dwi Oktaviana, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga. “Kami ingin menunjukkan bahwa limbah pampers tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan akhir. Limbah pampers yang diolah dengan tepat merupakan salah satu upaya kita dalam mengiurangi pencemaran lingkungan, serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat” ujarnya.
Proses pembuatan pupuk organik cair dilakukan dengan mencampurkan gel penyerap pampers dengan air cucian beras (leri) dan larutan EM4 sebagai bahan fermentasi. Untuk mengurangi bau tidak sedap yang timbul selama proses, kulit jeruk digunakan sebagai tambahan alami. Selanjutnya, campuran tersebut difermentasi untuk menghasilkan pupuk organik cair yang dapat membantu menjaga kelembapan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara bertahap.
Adi Pranata, penanggung jawab kegiatan ini, mengatakan bahwa inovasi ini memberikan dua manfaat sekaligus: mengurangi jumlah limbah pampers di lingkungan Dusun Wonosuko dan menyediakan alternatif pupuk ramah lingkungan yang mudah dibuat oleh masyarakat. Pupuk organik cair yang dihasilkan dapat digunakan untuk tanaman pekarangan dan pertanian skala kecil.
Kegiatan ini juga mendapatkan bimbingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Dr. Dhuta Sukmarani, M.Si. Beliau mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam menyajikan solusi nyata untuk masalah lingkungan. Menurutnya, program ini mencerminkan penerapan langsung ilmu pengetahuan dan dedikasi mahasiswa terhadap masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNIMMA berharap masyarakat Desa Wonosuko, Kecamatan Tegalrejo, akan semakin termotivasi untuk menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari mereka. UNIMMA tetap berkomitmen untuk mendorong mahasiswa agar aktif berkontribusi dengan solusi inovatif yang berdampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda