Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Imaam Yakhsyallah: Jadikan Musibah Sebagai Sarana untuk Mengingat Kematian

Imaam Yakhsyallah: Jadikan Musibah Sebagai Sarana untuk Mengingat Kematian

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
03 Juni 2026, 13.44 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Ibunda Tri Susilah

BOGOR, JurnalPost.com -  Imaam Jama'ah Muslimin (Hizbullah), KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, MA., mengajak umat Islam menjadikan setiap musibah kematian sebagai sarana untuk mengingat akhir kehidupan dan mempersiapkan bekal menuju akhirat.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri ta'ziyah di rumah duka keluarga  almarhumah Tri Susilah binti Karto Suwiryo, istri Imaam pertama Jama'ah Muslimin (Hizbullah), Dr. Syeikh Wali Al Fattah, di Kompleks Pondok Pesantren Al-Fatah, Pasirangin, Kec. Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2026) malam.

IKLAN

Acara ta'ziyah yang berlangsung hari ketiga setelah pemakaman almarhumah di Desa Kamulyan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu dihadiri keluarga almarhumah dari Cikampek, Cibarusah, dan Bogor, serta warga Kompleks Pesantren Al-Fatah dan jamaah setempat.

Ibunda Tri Susilah
Baca Juga

UAR Turut Hantarkan Jenazah Ibunda Tri Susilah Wali Al Fattah ke Pemakaman Tambak

Mengawali tausiyahnya, Imaam Yakhsyallah menyampaikan doa ta'ziyah dan mengingatkan keluarga agar bersabar menghadapi musibah yang menimpa.

"A'zhamallahu ajraka wa ahsana 'aza aka wa ghafara limayyitika. Semoga Allah memperbesar pahala kalian, memberikan kesabaran dalam menghadapi musibah, dan mengampuni dosa-dosa almarhumah," ucapnya.

Menurut beliau, kematian merupakan kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Al-Qur'an menggunakan beberapa istilah berbeda untuk menjelaskan kematian, di antaranya maut, ajal, wafat, dan yaqin.

"Yaqin itu berarti sesuatu yang pasti. Kematian adalah sebuah keyakinan karena pasti akan dialami oleh setiap manusia. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarinya," ujar Imaam Yakhsyallah.

Tim UAR   Iind Rescue Summit 2026
Baca Juga

UAR Tingkatkan Kesiapsiagaan Relawan Lewat Indonesia Rescue Summit 2026

Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah mengambil pelajaran dari Surat Al-Muddatstsir ayat 43 hingga 46 yang menjelaskan penyebab manusia masuk ke dalam Neraka Saqar, yaitu melalaikan shalat, tidak memberi makan orang miskin, gemar membicarakan kebatilan, serta mendustakan hari pembalasan.

"Kalau seseorang benar-benar ingat kematian, dia tidak akan meninggalkan shalat, dia akan senang memberi makan orang lain, dia tidak akan suka membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat, dia pasti yakin adanya hari kebangkitan dan hari akhir," katanya.

IKLAN

Imaam Yakhsyallah menegaskan bahwa memberi makan sesama merupakan salah satu amal yang sangat dicintai Allah subhanahu wa ta’ala dan menjadi jalan yang memudahkan seseorang masuk surga.

Dalam hadis yang diriwayatkan At- Tirmidzi  tersebut, Rasulullah menyebutkan empat amalan yang menjadi sebab seseorang masuk surga dengan selamat, yaitu menebarkan salam, menyambung tali persaudaraan, memberi makan, dan melaksanakan shalat malam ketika manusia sedang tidur.

DUA Relawan ke NTT
Baca Juga

Percepat Pembangunan Huntara, UAR Tambah Tenaga Tukang di Pengungsian Dusun Waso

Jika itu dilakukan, maka manusia akan masuk surga dengan penuh keselamatan. Menurutnya, empat amalan tersebut sangat relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Menebarkan salam itu tidak mudah. Menyambung silaturahim juga tidak mudah. Tetapi dua amalan itu memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah. Begitu juga memberi makan dan membiasakan shalat malam," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Imaam Yakhsyallah juga mengingatkan jamaah agar tidak meremehkan majelis ta'ziyah karena merupakan tempat yang tepat untuk mengingat kematian.

"Jangan sampai kita meremehkan majelis ta'ziyah. Di sinilah tempat yang paling cocok untuk berbicara tentang kematian dan mempersiapkan diri menghadapi kematian itu sendiri," katanya.

Menutup tausiyahnya, Imaam Yakhsyallah mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak mengingat kematian karena hal itu akan mengurangi kecintaan berlebihan terhadap kenikmatan dunia.

"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan dunia, yaitu kematian. Mudah-mudahan wafatnya Ibu Tri Susilah menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa suatu saat kita akan menyusul beliau," ujarnya.

Imaam juga mengungkapkan keyakinannya bahwa almarhumah akan terus menerima aliran pahala dari amal-amal kebaikan yang dilakukan para Ikhwan dan akhwat Jama’ah Muslimin (Hizbullah).

"Saya yakin almarhumah akan mendapatkan kiriman pahala dari begitu banyak ikhwan dan akhwat yang mendoakannya. Beliau adalah pendamping Imaam pertama Jama'ah Muslimin dan generasi awal perjuangan umat. Insya Allah beliau husnul khatimah," kata Imaam Yakhsyallah. [AM]

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/imaam-yakhsyallah-jadikan-musibah-sebagai-sarana-untuk-mengingat-kematian/93996/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.20 WITA

  • #Ibunda Tri Susilah
  • #UAR

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Pilihan Editor

  1. 1 Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan
  2. 2

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  3. 3

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  4. 4

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  5. 5

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.