Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Olahraga
  3. Game Sebagai Ajang Olahraga Atletik Indonesia

Game Sebagai Ajang Olahraga Atletik Indonesia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
03 Juni 2023, 19.19 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Game Sebagai Ajang Olahraga Atletik Indonesia

Oleh: Safrizal Setya W.b, Prodi:Teknik informatika, kampus: Politeknik harapan Bersama

JurnalPost.com - Orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi seorang Sarjana, Presiden dan lain lain, Mereka menginginkan hidup anaknya menjadi lebih baik dari pada orang tuanya. Tetapi sesuai dengan kemajuan Teknologi, semakin banyaknya pekerjaan baru yang lebih menjanjikan. Contohnya di era sekarang, yang awal mula orang bermain game hanya mengisi waktu luang sekarang menjadi pekerjaan yang menghasilkan. Kehadiran Esport juga membuat dunia game berubah, Esport semakin menunjukan perkembangan dengan beragamnya jenis game. Beberapa game yang jumlah gamenya merata dari segi umur, latar belakang hingga gender.

IKLAN

ESPORTS MENJADI AJANG OLAHRAGA ATLETIK. Selain Sepak Bola, Bulu Tangkis, Sepak Takraw, Dan olahraga lainnya, Indonesia juga menambahkan Game sebagai kategori olahraga. Diketahui memasukan Game ke dalam cabang olahraga alasannya adalah Pemuda Indonesia memiliki bakat dalam ajang tersebut, dibuktikan dalam ajang perlombaan di dalam salah satu Game Mobile Legend, ajang terbesar M1 MLBB, yang dimana M1 MLBB merupakan perlombaan yang memperebutkan gelar juara dunia di dalam game Mobile Legend. Dan Indonesia mengirimkan 2 team yaitu Evos dan RRQ, dan berhasil mendapatkan juara 1 yang di raih oleh team Evos. Hal ini menjadi bukti bahwa pemuda Indonesia mempunyai bakat di dalam Game.

Tenis Junior TDP IMTC Semen Tonasa Cup dan IMTC
Baca Juga

Kejurnas Tenis Junior IMTC Semen Tonasa Cup dan Piala Ketua Pelti Sulsel Resmi Digelar di Makassar

Kompetisi eSports di Asian Games 2018 akan diselenggarakan oleh OCA, Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc), Federasi Olahraga Elektronik Asia (AESF). Cabang ini akan melibatkan enam gim, yakni League of Legends, Pro Evolution Soccer, Arena of Valor, Starcraft II, Hearthstone, dan Clash Royale. Danny Buldansyah, juru bicara Inasgoc, pernah mengatakan eSports mulai diikutsertakan karena merupakan bagian dari olahraga modern yang banyak melibatkan kaum millennial, dan eSport merupakan entertainment yang berkembang pesat di dalam masyarakat.

Game yang awalnya menjadi salah satu tempat dimana orang hanya bermain untuk mengisi waktu luang, sekarang menjadi ajang kompetisi terbesar di Asia. pertanyaan media yang sering ditanyakan kepada salah satu pemain eSport adalah “apakah orang tua mendukung dalam game menjadi sebuah pekerjaan?” pertanyaan ini sering kali terdengar para player eSport, memang banyak orang tua yang tidak mendukung anaknya hidup hanya untuk bermain game, namun kebanyakan orang tua akan mendukung jika melihat hasilnya. Ini sudah terbuktikan oleh salah satu pemain eSport Mobile legend yang Bernama Muhammad Ikhsan yang sering dikenal namanya adalah LEMON dalam konten youtube yang berjudul RRQ LEMON – DRAWING ABOUT yang di upload oleh akun youtube DRAW MY LIFE INDONESIA yang dimana isinya tentang kehidupan sebelum Lemon menjadi pro player. Isi di dalamnya terdapat orang tua yang tidak mensupport anaknya untuk bermain game, tetapi Lemon terus berusaha meyakinkan orang tuanya, bahwa game adalah jalan hidupnya.

ASIA TENGGARA MULAI MEMASUKAN GAME DAN ESPORTS KE DALAM KURIKULUM. Tidak diduga game yang dulu hanya dianggap sebagai sarana hiburan, sekarang menjadi salah satu industri yang paling berkembang. Di Indonesia sendiri eSports Indonesia juga ingin memasukan ke dalam kurikulum sekolah tingkat nasional. Walaupun demikian, keinginan tersebut harus memiliki persetujuan dari menteri Pendidikan dan kebudayaan, dan Menteri pemuda dan Olahraga.

Game dan eSports membuka kesempatan pekerjaan seperti pemain Profesional, pelatih, dan Content creator. Berdasarkan data dari Hitmarker, jumlah dari pekerjaan full -time di bidang eSports meningkat sebesar 118% pada tahun 2019.

Liga Ramang U 12 2026
Baca Juga

Liga Ramang U-12 2026 Dibuka Lebih Luas, Barru Siapkan Akademi Sepak Bola Mulai 2027

IKLAN

Bahkan sekarang tontonan anak kecil bukanlah sebuah film kartun melainkan seorang Content creator game yang sedang menyiarkan dirinya bermain game. Tentu hal ini menjadi sebuah bukti bahwasanya game membuka kesempatan pekerjaan.

KELEBIHAN ESPORTS. Kelebihan salah satu pemain eSports salah satunya adalah Hadiah yang diberikan hanya untuk bermain game. Tentunya di dalam perlombaan pasti ada sebuah hadiah yang diberikan oleh penyelenggara. Di dalam kompetisi eSports memiliki jumlah hadiah yang menggiurkan, tentu hal ini membuat para pemain eSports berlomba lomba untuk mendapatkannya, tetapi jalur rintangan yang tidak mudah, contohnya di dalam sebuah kompetisi game kita harus beradu strategi, skill, komunikasi Tentu saja kompetisi ini mengasah kita harus berfikir secara kritis di moment tersebut.

Kelebihan selanjutnya adalah hobi yang di bayar, dan menjadi pekerjaan yang di impikan setiap orang. Maksud dari hobi yang dibayar adalah kita dibayar hanya untuk bermain game, hanya duduk, bermodal hp, computer, dan semacamnya, kita bisa di bayar dengan jumlah yang menggiurkan. Hal ini sudah dibuktikan dengan banyaknya orang yang mengambil profesi sebagai Content Creator, Professional player.

Kelebihan selanjutnya adalah mudahnya menjadi terkenal. Paraprofessional player, banyak juga yang menjadi influencer, jadi kita bermain game tidak hanya untuk dibayar, melainkan menjadi sebuah batu loncatan untuk dapat menjadi terkenal. Bukan hanya professional player saja yang bisa terkenal, bahkan orang yang sudah terkenal pun bermain game untuk di bayar, contohnya seperti salah satu pemain film yang kita kenal Adipati Dolken ia memulai karirnya di industri game melalui konten youtube, dan sering menyiarkan dirinya saat bermain game di youtube.

Alkhalifi Alby Raffiansyah
Baca Juga

Berawal dari 2024, Alkhalifi Alby Raffiansyah Atlet Muda Sleman Kini Unjuk Gigi di Kancah Nasional

KEKURANGAN ESPORTS. Diperlukannya kerja yang sangat keras. Kita harus memiliki jiwa pekerja keras karena presentasi orang yang dapat menjadi atlet eSports hanya 13% dari 100% pemain keseluruhan. Kesehatan fisik harus diperhatikan. Atlet eSports bekerjanya menggunakan otak, bukan menggunakan fisik, yang dimana tubuh tubuh kita jarang melakukan aktivitas, tentu hal ini mempengaruhi Kesehatan tubuh kita.

Kurangnya sosialisasi di luar rumah. Pemain game apalagi para Content Creator, sering kali hanya berdiam di rumah, mungkin keluar rumah hanya untuk mengenyangkan perut. Hal ini biasanya membuat para tetangga berfikir buruk tentang dirinya, karena dianggap sebagai orang sombong.

Dapat disimpulkan bahwa game dan eSports telah mengalami perkembangan yang pesat di Indonesia. Dari sekadar hiburan, game telah menjadi ajang kompetisi yang melibatkan bakat-bakat muda Indonesia dan berhasil meraih prestasi internasional. Esports juga semakin diakui sebagai cabang olahraga modern dan telah dimasukkan ke dalam beberapa kompetisi besar seperti Asian Games. Selain itu, game dan eSports juga memberikan peluang pekerjaan baru, baik sebagai pemain profesional, pelatih, maupun content creator. Meskipun terdapat kelebihan dalam dunia game, seperti hadiah yang menggiurkan dan menjadi hobi yang dibayar, tetap terdapat tantangan seperti kerja keras dan perhatian terhadap kesehatan fisik. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melihat potensi positif dari game dan eSports sambil tetap menjaga keseimbangan dalam kehidupan sosial dan kesehatan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/game-sebagai-ajang-olahraga-atletik-indonesia/51515/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 00.50 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Jadwal Persib vs FC Seoul Hari Ini di ACL Two 2026/2027, Live RCTI Jam Berapa?

Al-Nassr Tumbang dari Al-Ittihad, Ronaldo Gagal Cetak Gol, Al-Hilal Tetap di Puncak

Indonesia vs Australia U-20: Duel Penentu Grup H, Nova Arianto Bidik Kemenangan

Indonesia vs Australia U-20 Tayang di TV Mana? Cek Jadwal dan Jam Kick-off

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Magang Turut Berkontribusi dalam Penyelenggaraan MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026

Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

Transparansi Keuangan Organisasi Mahasiswa: Langkah Kecil Membangun Budaya Antikorupsi

Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Pilihan Editor

  1. 1 HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus
  2. 2

    Beli Elektronik di Bojonegoro Kini Lebih Praktis, Nasabah BRI Tak Perlu Bawa Uang Tunai Berkat QRIS

  3. 3

    82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

  4. 4

    Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya

  5. 5

    Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.