BREBES, JurnalPost.com — Empat mahasiswa Teknik Sipil, yakni Dita Andika Ramadhani, Muhammad Midz Anul Ulya, Ikhlas Aditya Humam, dan Najuba Muhammad Alwi Labib, menjalani Kerja Praktik pada Proyek Pembangunan Gedung Office PT Shyang Hung Tah di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Kerja Praktik tersebut berlangsung pada periode magang industri Juli hingga Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk mengenal secara langsung pelaksanaan proyek konstruksi dan penerapan ilmu Teknik Sipil di lapangan.
PT Shyang Hung Tah merupakan perusahaan manufaktur sepatu yang beroperasi di Kabupaten Brebes. Pembangunan gedung office dilakukan untuk mendukung kebutuhan administrasi, koordinasi, serta aktivitas operasional perusahaan.
Dalam proyek tersebut, PT Javara Bangun Persada bertindak sebagai kontraktor pelaksana yang menangani pekerjaan konstruksi di lapangan.
Selama mengikuti Kerja Praktik, keempat mahasiswa mengamati berbagai tahapan pembangunan gedung, mulai dari metode pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material dan peralatan, hingga keterlibatan tenaga kerja dalam proyek.
Pengamatan lapangan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami perbedaan antara teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata dalam pelaksanaan konstruksi.
Mahasiswa dapat melihat bagaimana sebuah pekerjaan tidak hanya bergantung pada perencanaan teknis, tetapi juga membutuhkan koordinasi antara kontraktor, pengawas, pekerja, serta pihak lain yang terlibat dalam proyek.
Selain aspek teknis, mereka mempelajari penggunaan material dan peralatan yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan serta kondisi di lapangan. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting karena penggunaan bahan dan alat yang tepat dapat memengaruhi kelancaran serta kualitas pekerjaan konstruksi.
Selama proyek berlangsung, mahasiswa juga menemukan bahwa kondisi lapangan dapat berubah dan tidak selalu sesuai dengan perencanaan awal. Ketersediaan material, kondisi lokasi pekerjaan, tenaga kerja, penggunaan peralatan, hingga koordinasi antarpihak menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa pelaksanaan proyek membutuhkan ketelitian, disiplin, komunikasi, dan kemampuan dalam menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Kerja Praktik juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan berbagai materi yang telah dipelajari, seperti konstruksi bangunan, material, metode pelaksanaan, serta manajemen proyek.
Melalui keterlibatan langsung di lingkungan proyek, mahasiswa dapat memahami bagaimana teori-teori tersebut diterapkan dalam pekerjaan konstruksi sebenarnya.
Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan mahasiswa pada lingkungan kerja profesional. Mereka dituntut mengikuti aturan keselamatan dan ketentuan yang berlaku di proyek, mampu beradaptasi dengan ritme pekerjaan, serta menjaga tanggung jawab selama menjalankan kegiatan.
Bagi Dita Andika Ramadhani, Muhammad Midz Anul Ulya, Ikhlas Aditya Humam, dan Najuba Muhammad Alwi Labib, pengalaman di Proyek Pembangunan Gedung Office PT Shyang Hung Tah diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan di bidang konstruksi.
Pengalaman lapangan tersebut juga diharapkan membantu mereka menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik sekaligus memberikan gambaran mengenai tantangan yang akan dihadapi ketika memasuki dunia kerja di bidang Teknik Sipil.
Penulis: Dita Andika Ramadhani & Muhammad Midz Anul Ulya
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda