
JurnalPost.com – Menyambut tahun baru islam, 1 muharram “satu suro” warga Desa Slamet Kecamatan tumpang mengadakan acara Bersih Desa, acara tersebut diadakan rutin disetiap tahun. Sejak tahun 2019 Bersih desa ini sempat tidak terlaksana karena covid-19 dan baru mulai Kembali pada tahun 2024.
Pada tahun-tahun sebelun adanya covid-19 acara bersih desa ini bukan sekedar acara biasa, namun didalamnya juga mencakup acara sakral. Pada malam sebelum 1 suro atau 1 muharram warga setempat mengadakan tasyakuran disetiap dusun untuk menyambut datangnya tahun baru islam. Tidak lupa juga dengan acara keseniannya. Acara kesenian bantengan, kudalumping dan campursari merupakan kesenian khas dari kota jawa timur yang masih dilestarikan di Desa Slamet.
Antusias warga setempat patut diapresiasi untuk memeriahkan tahun baru islam ditampilkannya wayang di Balaidesa dan acara jabutan kirap tumpeng. Sebanyak 10 Tumpeng dari setiap dusun untuk diarak keliling desa merupakan tumpeng dari hasil bumi yang isinya berupa buah dan berbagai sayur-mayur yang dihasilkan oleh Desa Slamet untuk rasa Syukur kepada Tuhan karena telah diberikan tanah subur sehingga warga setempat dapat merasakan hasil yang mereka tanam.

Diiringi dengan karnaval dari apparat desa serta warga dan anak-anak dengan menggunakan baju adat “Setelah diarak tumpeng-tumpeng itu tidak dibuang percuma, namun dijabut warga untuk polo pendem” (ibu sumiyati selaku kepala desa slamet). warga setempat juga melakukan acara kleman yang diadakan di sawah. Kleman merupakan tasyakuran yang dilakukan oleh orang yang mempunyai sawah dan dilaksanakan di sawah itu sendiri.
Terlepas dari sakral dan kesenian warga juga menggunakan sound-sound dengan kapasitas besar sebagai hiburan belaka, banyak warga berjoget untuk melepas penatnya. Kalangan dari mahasiswa universitas Muhammadiyah Malang ikut andil dalam acara bersih desa di tahun 2024, sebagian dari Mahasiswa PMM ikut dalam kepanitiaan untuk membantu karang taruna dan perangkat desa dalam mengatur jalannya acara bersih desa, sedangkan sebagian dari Mahasiswa PMM juga ikut andil dalam tim kesehatan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan dalam acara bersih desa.

Uluran tangan berupa santunan kepada anak yatim juga dilakukan oleh Desa Slamet yang biasa dilakukan sebelum masuk bulan Muharram. Acara ini diakhiri dengan pengajian Al Qur’an dengan mendatangkan tokoh-tokoh agama dari setiap dusun. Setelah pengajian tidak ada lagi acara-acara ini kemudian dilanjut dengan acara 17 agustus, pada malam sebelum 17 agustus juga diadakan hataman Al-Qur’an di Balaidesa.




