JAKARTA, JurnalPost.com – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan Articulate Storyline 3 di SMP Negeri 20 Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB tersebut dilaksanakan di Ruang Guru Lantai I SMPN 20 Jakarta. Pelatihan diikuti oleh para guru SMP serta dihadiri oleh Prof. Dr. Desy Safitri, M.Si., Dr. Nurzengky Ibrahim, M.M., Dr. Sujarwo, M.Pd., dan lima mahasiswa UNJ.
Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan kepada para guru mengenai pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3.
Articulate Storyline 3 merupakan perangkat yang dapat digunakan untuk mentransformasikan proses pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran yang lebih interaktif, multimodal, dan berpusat pada siswa.
Melalui media tersebut, guru dapat mengintegrasikan teks, audio, video, animasi, kuis, dan simulasi interaktif dalam satu rangkaian pembelajaran yang disusun secara sistematis.
Penggunaan Articulate Storyline 3 juga dapat membantu guru memvisualisasikan konsep-konsep abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, media ini memungkinkan guru menerapkan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, dan kecepatan belajar setiap siswa.
Dengan desain interaktif berbasis skenario serta pemberian umpan balik secara langsung, Articulate Storyline 3 dapat dimanfaatkan sebagai alat asesmen formatif. Guru dapat mengetahui tingkat pemahaman siswa dan melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Pemanfaatan media pembelajaran interaktif tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan kognitif dan afektif siswa selama mengikuti pembelajaran. Guru juga diarahkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, kontekstual, dan menantang.
Dengan demikian, siswa diharapkan tidak hanya menerima materi pembelajaran, tetapi juga terdorong untuk berpikir kritis, reflektif, kreatif, dan mandiri.
Pelaksanaan pelatihan menggunakan sejumlah metode, antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan media pembelajaran, serta pengisian kuesioner oleh peserta.
Melalui kegiatan ini, UNJ berharap para guru SMPN 20 Jakarta dapat mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan menarik sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif serta sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda