Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  2. Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  3. Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  4. Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  5. Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Dosen Undiksha Dampingi Sukka Brownies Terapkan Lean Board untuk Tingkatkan Pengelolaan Usaha

Dosen Undiksha Dampingi Sukka Brownies Terapkan Lean Board untuk Tingkatkan Pengelolaan Usaha

P
Penulis: putu yunartha
18 September 2026, 14.07 WITA Editor: Rina Maharani
5 menit baca
Dosen Undiksha

SINGARAJA, JurnalPost.com — Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menerapkan inovasi Brownies Lean Board pada usaha rumahan Sukka Brownies di Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali.

Program bertajuk “Brownies Lean Board: Pendampingan Micro-Dashboard Manual Berbasis Lean Startup untuk Pengambilan Keputusan Cepat pada Usaha Brownies Rumahan” tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro melakukan pencatatan, pemantauan, dan pengambilan keputusan berdasarkan kondisi operasional sehari-hari.

IKLAN

Ketua tim pengabdian, Putu Yunartha Pradnyana Putra, bersama anggota Made Pramana Putra dan I Nyoman Putra Yasa, mengembangkan Brownies Lean Board sebagai micro-dashboard manual yang mengintegrasikan informasi produksi, penjualan, biaya, margin, hingga produk tersisa atau limbah dalam satu media visual.

FK UPN
Baca Juga

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Sebelum program diterapkan, pengelolaan Sukka Brownies masih banyak mengandalkan pengalaman dan intuisi pemilik. Data mengenai jumlah produksi, penjualan, biaya, margin, hingga produk yang tidak terjual belum terdokumentasi secara sistematis.

Kondisi tersebut membuat evaluasi usaha tidak selalu dapat dilakukan secara cepat, termasuk ketika menentukan jumlah produksi maupun kebutuhan bahan baku yang sesuai dengan tingkat permintaan.

Produksi Mulai Berbasis Data

Penerapan Brownies Lean Board mendorong mitra menggunakan sejumlah indikator sederhana dalam kegiatan usaha sehari-hari. Indikator tersebut mencakup target produksi, produksi aktual, jumlah penjualan, biaya utama, margin kotor, dan produk yang masih tersisa.

Sebelum pendampingan dilakukan, produksi harian Sukka Brownies berada pada kisaran 2–6 loyang, sedangkan rata-rata penjualan sekitar 3–4 loyang per hari.

PKM Edu
Baca Juga

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Jumlah produksi sebelumnya lebih banyak ditentukan berdasarkan pengalaman pemilik, jumlah pesanan, serta perkiraan terhadap permintaan konsumen.

Setelah Brownies Lean Board digunakan, data produksi dan penjualan mulai dipantau secara bersamaan sebagai bahan evaluasi. Pemilik usaha dapat melihat perbandingan antara jumlah yang diproduksi dengan produk yang benar-benar terjual sebelum menentukan produksi berikutnya.

Cara tersebut memungkinkan keputusan produksi disesuaikan dengan kondisi aktual usaha, bukan hanya berdasarkan perkiraan.

Pencatatan biaya dan margin juga menjadi bagian dari sistem tersebut. Brownies Lean Board membantu menghubungkan biaya bahan baku dengan margin yang diperoleh, sehingga perubahan biaya dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika pemilik menentukan langkah usaha.

Desa Sampet
Baca Juga

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

Pencatatan Ditargetkan Kurang dari 10 Menit

Salah satu pendekatan yang digunakan dalam Brownies Lean Board adalah sistem pencatatan yang sederhana.

Mitra diarahkan memperbarui data secara rutin dengan waktu pencatatan yang diupayakan tidak lebih dari 10 menit setiap hari.

Sistem sengaja dirancang ringkas agar aktivitas administrasi tidak menjadi beban tambahan bagi pelaku usaha mikro.

Data yang dicatat tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga digunakan untuk melihat perkembangan usaha dan menjadi dasar pengambilan keputusan.

Brownies Lean Board juga tidak membutuhkan listrik, internet, aplikasi, komputer, maupun perangkat khusus.

Pendekatan low-tech dan low-cost tersebut memungkinkan sistem tetap digunakan secara mandiri dalam aktivitas usaha sehari-hari tanpa ketergantungan pada perangkat digital.

IKLAN

Data Penjualan Digunakan untuk Evaluasi Pemasaran

Selain mendukung pengelolaan produksi, program ini turut mendorong pemanfaatan data penjualan untuk mengevaluasi pemasaran dan distribusi produk.

Sukka Brownies sebelumnya telah memanfaatkan sejumlah kanal pemasaran, mulai dari penjualan langsung, WhatsApp, Gojek atau GrabFood, hingga Instagram.

Melalui Lean Board, informasi penjualan diarahkan untuk mencatat varian produk dan waktu transaksi. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk melihat produk yang relatif lebih diminati konsumen serta periode ketika permintaan meningkat atau menurun.

Informasi itu dapat menjadi bahan pertimbangan ketika menentukan jumlah produksi, memilih produk yang akan diprioritaskan dalam promosi, mengelola bahan baku, hingga mengevaluasi harga jual.

Dorong Pengambilan Keputusan Berbasis Informasi

Penerapan Brownies Lean Board tidak hanya berfokus pada pencatatan data, tetapi juga pada perubahan cara pengelolaan usaha.

Mitra didorong untuk melengkapi pengalaman dan intuisi dengan informasi operasional yang diperbarui secara rutin.

Pemilik usaha juga diarahkan memahami hubungan antara produksi, penjualan, biaya, margin, dan produk tersisa.

Dengan pendekatan tersebut, kenaikan jumlah produksi tidak otomatis dipandang sebagai peningkatan kinerja apabila pada saat yang sama jumlah produk yang tidak terjual ikut bertambah.

Brownies Lean Board digunakan sebagai penghubung antara aktivitas operasional harian dengan keputusan manajerial sederhana.

Sistem tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi pemborosan, meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya, serta mempercepat evaluasi usaha melalui informasi yang ditampilkan secara visual dan diperbarui setiap hari.

Program ini juga diarahkan untuk membangun kebiasaan mengamati, mengukur, dan mengevaluasi aktivitas usaha secara lebih terstruktur.

Dalam jangka panjang, pendekatan tersebut diharapkan mendukung pengendalian biaya dan limbah, mengurangi risiko overproduction, serta memperkuat kemampuan pengelolaan usaha mikro.

Inovasi Tidak Selalu Harus Digital

Tim pengabdian Undiksha menilai inovasi dalam usaha mikro tidak selalu harus menggunakan aplikasi digital atau teknologi yang kompleks.

Brownies Lean Board dikembangkan sebagai bentuk low-tech management innovation, yakni penggunaan alat sederhana yang didukung prosedur pencatatan, indikator, threshold, serta kebiasaan evaluasi.

Konsep tersebut menggabungkan teknologi fisik berupa Lean Board dengan prosedur penggunaan dan aturan sederhana dalam pengambilan keputusan.

Ke depan, penggunaan Brownies Lean Board akan diperkuat melalui pembiasaan pencatatan serta evaluasi yang dilakukan secara mandiri oleh mitra.

Pengembangan berikutnya juga diarahkan pada penguatan sistem pencatatan sederhana, strategi harga, serta pemasaran yang semakin memanfaatkan data operasional usaha.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dosen-undiksha-dampingi-sukka-brownies-terapkan-lean-board-untuk-tingkatkan-pengelolaan-usaha/97733/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.16 WITA

  • #Buleleng
  • #Lean Board
  • #Manajemen Usaha
  • #Pengabdian kepada Masyarakat
  • #Sukka Brownies
  • #Undiksha
  • #Usaha Mikro

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Pilihan Editor

  1. 1 Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan
  2. 2

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  3. 3

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  4. 4

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  5. 5

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.