“Kalau kuliah PGPAUD, nanti kerjanya cuma main dan nyanyi sama anak-anak?”
Pertanyaan seperti itu cukup sering saya dengar. Pada awalnya, saya memahami mengapa pertanyaan tersebut muncul karena dari luar kegiatan di PAUD memang terlihat sederhana. Anak-anak bermain, bernyanyi, menggambar, bercerita, dan melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan.
Namun, setelah saya belajar di PGPAUD, cara pandang saya terhadap kegiatan tersebut berubah. Saya mulai memahami bahwa bermain dan bernyanyi bukan sekadar kegiatan untuk membuat anak senang, tetapi merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memiliki tujuan bagi perkembangan anak. Opini Ghefira Fathia Shofa PGPAUD Universitas Negeri Yogyakarta.docx
Melalui bermain, anak dapat belajar berpikir, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan bekerja sama. Melalui bernyanyi, anak dapat mengembangkan bahasa, daya ingat, keberanian, dan rasa percaya diri. Begitu juga dengan bercerita dan menggambar yang dapat membantu perkembangan imajinasi, kreativitas, motorik, serta kemampuan anak dalam mengekspresikan dirinya.
Dari pengalaman belajar tersebut, saya semakin percaya bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagi saya, mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya berarti memberikan pengetahuan kepada anak ketika mereka sudah besar, tetapi juga membangun dasar perkembangan mereka sejak awal kehidupan.
Anak-anak yang hari ini mendapatkan kesempatan untuk belajar, bermain, berkomunikasi, dan berkembang dengan baik merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan bangsa.
Menurut saya, pendidikan dan stimulasi bahkan tidak harus menunggu anak masuk TK. Sejak masih bayi, anak sudah dapat belajar melalui interaksi, komunikasi, sentuhan, permainan sederhana, dan lingkungan yang mendukung. Karena itu, saya melihat PAUD sebagai salah satu langkah awal untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang dimulai dari dasar, yaitu dari anak.
Pendidik PAUD Bukan Sekadar Menemani Anak Bermain
Meskipun saya sudah memahami pentingnya PAUD, saya masih sering menemukan anggapan bahwa menjadi pendidik PAUD adalah pekerjaan yang mudah karena hanya berhadapan dengan anak-anak dan melakukan kegiatan bermain.
Menurut saya, pandangan tersebut muncul karena masyarakat lebih sering melihat hasil akhirnya daripada proses di balik kegiatan pembelajaran. Ketika melihat guru bernyanyi dan bermain bersama anak, mungkin yang terlihat hanyalah kesenangan.
Padahal, di balik kegiatan tersebut terdapat pemikiran mengenai tujuan pembelajaran, tahap perkembangan, karakter, kemampuan, dan kebutuhan setiap anak. Opini Ghefira Fathia Shofa PGPAUD Universitas Negeri Yogyakarta.
Saya sendiri semakin menyadari hal tersebut ketika mendapatkan kesempatan untuk mendampingi anak secara langsung. Saya pernah mendampingi seorang anak yang awalnya terlihat malu untuk berbicara dan tidak berani bergabung bermain bersama teman-temannya.
Saya tidak ingin memaksanya untuk langsung berinteraksi. Saya mencoba mendekatinya secara perlahan, mengajaknya bermain dan berbicara, serta memberikan kesempatan kepadanya untuk mencoba sesuai dengan kenyamanannya.
Saya merasa senang ketika melihat perubahan kecil yang terjadi. Setelah beberapa waktu, anak tersebut mulai berani menjawab ketika diajak berbicara dan akhirnya mau bergabung dengan teman-temannya.
Pengalaman tersebut membuat saya berpikir bahwa kegiatan yang terlihat sederhana ternyata dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan sosial, komunikasi, dan rasa percaya diri anak jika dilakukan dengan cara yang tepat.
Dari pengalaman itu, saya semakin yakin bahwa menjadi pendidik PAUD membutuhkan kesabaran, ketelitian, kreativitas, kepedulian, dan kemampuan memahami karakter setiap anak. Opini Ghefira Fathia Shofa PGPAUD Universitas Negeri Yogyakarta.
Saya juga menyadari bahwa pekerjaan seorang pendidik PAUD memiliki hubungan yang erat dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika pendidikan adalah proses mempersiapkan generasi masa depan, pendidikan tersebut tentu perlu dimulai sejak anak berada pada tahap awal perkembangannya.
Bagi saya, tidak adil jika pekerjaan pendidik PAUD dianggap sederhana hanya karena kegiatan yang dilakukan terlihat sederhana. Justru dari kegiatan sederhana itulah anak mulai belajar mengenal dirinya, memahami orang lain, membangun rasa percaya diri, dan mengembangkan berbagai kemampuan yang akan menjadi bekalnya di masa depan.
Mengubah Pandangan tentang Pendidikan Anak Usia Dini
Menurut saya, salah satu cara untuk mengurangi stigma tersebut adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya PAUD dan memperkenalkan peran pendidik anak usia dini secara lebih luas.
Saya sebagai mahasiswa PGPAUD merasa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu menerapkannya dalam menghadapi berbagai karakter anak. Selama belajar, saya mendapatkan pemahaman tentang tahap perkembangan anak, cara mengamati karakter dan kebutuhan anak, membuat permainan edukatif, memilih media pembelajaran, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan stimulasi yang sesuai. Opini Ghefira Fathia Shofa PGPAUD Universitas Negeri Yogyakarta
Bagi saya, ilmu tersebut bukan hanya menjadi bekal untuk menjadi seorang guru, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab saya untuk ikut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Saya percaya bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa bukan pekerjaan yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jabatan besar atau berada di bidang tertentu. Saya sebagai mahasiswa PGPAUD juga dapat mengambil bagian melalui pendidikan yang saya pelajari dan melalui anak-anak yang nantinya saya dampingi.
Saya ingin menjadi pendidik yang tidak hanya mengajarkan sesuatu kepada anak, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman, dihargai, berani mencoba, dan percaya pada kemampuannya sendiri.
Saya percaya bahwa ketika seorang anak diberi kesempatan untuk berkembang dengan baik, sebenarnya kita sedang mempersiapkan bagian kecil dari masa depan bangsa.
Bagi saya, perubahan besar dapat dimulai dari hal yang sederhana: satu anak yang awalnya tidak berani berbicara kemudian menjadi percaya diri, satu anak yang belajar bekerja sama, satu anak yang berani mencoba, atau satu anak yang menemukan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan.
Hal-hal kecil tersebut mungkin tidak langsung terlihat sebagai bentuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi saya percaya bahwa semuanya merupakan bagian dari proses panjang menuju generasi yang lebih berkualitas.
Karena itu, bagi saya pribadi, PGPAUD bukan sekadar belajar bermain dan bernyanyi. PGPAUD adalah tempat saya belajar memahami anak, belajar menjadi pendidik yang sabar dan peduli, serta belajar mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Saya ingin memulai kontribusi tersebut dari hal yang paling dekat dan paling mendasar, yaitu mendampingi anak-anak agar dapat tumbuh, berkembang, dan menjadi pribadi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa di masa depan. Opini Ghefira Fathia Shofa PGPAUD Universitas Negeri Yogyakarta.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda