Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Dari Anak Usia Dini, Kita Bangun Masa Depan Negeri

Dari Anak Usia Dini, Kita Bangun Masa Depan Negeri

Penulis:
  • Ghefira Fathia Shofa

Afiliasi: PGPAUD Universitas Negeri Yogyakarta

Editor: Danang Purnama
06 Oktober 2026, 22.26 WITA
Pilih Simpan sebagai PDF pada dialog cetak.
32BF4710 F59F 4062 BD8C E559FAF9B0D7

“Kalau kuliah PGPAUD, nanti kerjanya cuma main dan nyanyi sama anak-anak?”

Pertanyaan seperti itu cukup sering saya dengar. Pada awalnya, saya memahami mengapa pertanyaan tersebut muncul karena dari luar kegiatan di PAUD memang terlihat sederhana. Anak-anak bermain, bernyanyi, menggambar, bercerita, dan melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan.

IKLAN

Namun, setelah saya belajar di PGPAUD, cara pandang saya terhadap kegiatan tersebut berubah. Saya mulai memahami bahwa bermain dan bernyanyi bukan sekadar kegiatan untuk membuat anak senang, tetapi merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memiliki tujuan bagi perkembangan anak. Opini Ghefira Fathia Shofa PGPAUD Universitas Negeri Yogyakarta.docx

Melalui bermain, anak dapat belajar berpikir, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan bekerja sama. Melalui bernyanyi, anak dapat mengembangkan bahasa, daya ingat, keberanian, dan rasa percaya diri. Begitu juga dengan bercerita dan menggambar yang dapat membantu perkembangan imajinasi, kreativitas, motorik, serta kemampuan anak dalam mengekspresikan dirinya.

Dari pengalaman belajar tersebut, saya semakin percaya bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagi saya, mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya berarti memberikan pengetahuan kepada anak ketika mereka sudah besar, tetapi juga membangun dasar perkembangan mereka sejak awal kehidupan.

Anak-anak yang hari ini mendapatkan kesempatan untuk belajar, bermain, berkomunikasi, dan berkembang dengan baik merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan bangsa.

Menurut saya, pendidikan dan stimulasi bahkan tidak harus menunggu anak masuk TK. Sejak masih bayi, anak sudah dapat belajar melalui interaksi, komunikasi, sentuhan, permainan sederhana, dan lingkungan yang mendukung. Karena itu, saya melihat PAUD sebagai salah satu langkah awal untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang dimulai dari dasar, yaitu dari anak.

Pendidik PAUD Bukan Sekadar Menemani Anak Bermain

Meskipun saya sudah memahami pentingnya PAUD, saya masih sering menemukan anggapan bahwa menjadi pendidik PAUD adalah pekerjaan yang mudah karena hanya berhadapan dengan anak-anak dan melakukan kegiatan bermain.

Menurut saya, pandangan tersebut muncul karena masyarakat lebih sering melihat hasil akhirnya daripada proses di balik kegiatan pembelajaran. Ketika melihat guru bernyanyi dan bermain bersama anak, mungkin yang terlihat hanyalah kesenangan.

Padahal, di balik kegiatan tersebut terdapat pemikiran mengenai tujuan pembelajaran, tahap perkembangan, karakter, kemampuan, dan kebutuhan setiap anak. Opini Ghefira Fathia Shofa PGPAUD Universitas Negeri Yogyakarta.

Saya sendiri semakin menyadari hal tersebut ketika mendapatkan kesempatan untuk mendampingi anak secara langsung. Saya pernah mendampingi seorang anak yang awalnya terlihat malu untuk berbicara dan tidak berani bergabung bermain bersama teman-temannya.

Saya tidak ingin memaksanya untuk langsung berinteraksi. Saya mencoba mendekatinya secara perlahan, mengajaknya bermain dan berbicara, serta memberikan kesempatan kepadanya untuk mencoba sesuai dengan kenyamanannya.

Saya merasa senang ketika melihat perubahan kecil yang terjadi. Setelah beberapa waktu, anak tersebut mulai berani menjawab ketika diajak berbicara dan akhirnya mau bergabung dengan teman-temannya.

Pengalaman tersebut membuat saya berpikir bahwa kegiatan yang terlihat sederhana ternyata dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan sosial, komunikasi, dan rasa percaya diri anak jika dilakukan dengan cara yang tepat.

IKLAN

Dari pengalaman itu, saya semakin yakin bahwa menjadi pendidik PAUD membutuhkan kesabaran, ketelitian, kreativitas, kepedulian, dan kemampuan memahami karakter setiap anak. Opini Ghefira Fathia Shofa PGPAUD Universitas Negeri Yogyakarta.

Saya juga menyadari bahwa pekerjaan seorang pendidik PAUD memiliki hubungan yang erat dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika pendidikan adalah proses mempersiapkan generasi masa depan, pendidikan tersebut tentu perlu dimulai sejak anak berada pada tahap awal perkembangannya.

Bagi saya, tidak adil jika pekerjaan pendidik PAUD dianggap sederhana hanya karena kegiatan yang dilakukan terlihat sederhana. Justru dari kegiatan sederhana itulah anak mulai belajar mengenal dirinya, memahami orang lain, membangun rasa percaya diri, dan mengembangkan berbagai kemampuan yang akan menjadi bekalnya di masa depan.

Mengubah Pandangan tentang Pendidikan Anak Usia Dini

Menurut saya, salah satu cara untuk mengurangi stigma tersebut adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya PAUD dan memperkenalkan peran pendidik anak usia dini secara lebih luas.

Saya sebagai mahasiswa PGPAUD merasa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu menerapkannya dalam menghadapi berbagai karakter anak. Selama belajar, saya mendapatkan pemahaman tentang tahap perkembangan anak, cara mengamati karakter dan kebutuhan anak, membuat permainan edukatif, memilih media pembelajaran, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan stimulasi yang sesuai. Opini Ghefira Fathia Shofa PGPAUD Universitas Negeri Yogyakarta

Bagi saya, ilmu tersebut bukan hanya menjadi bekal untuk menjadi seorang guru, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab saya untuk ikut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Saya percaya bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa bukan pekerjaan yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jabatan besar atau berada di bidang tertentu. Saya sebagai mahasiswa PGPAUD juga dapat mengambil bagian melalui pendidikan yang saya pelajari dan melalui anak-anak yang nantinya saya dampingi.

Saya ingin menjadi pendidik yang tidak hanya mengajarkan sesuatu kepada anak, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman, dihargai, berani mencoba, dan percaya pada kemampuannya sendiri.

Saya percaya bahwa ketika seorang anak diberi kesempatan untuk berkembang dengan baik, sebenarnya kita sedang mempersiapkan bagian kecil dari masa depan bangsa.

Bagi saya, perubahan besar dapat dimulai dari hal yang sederhana: satu anak yang awalnya tidak berani berbicara kemudian menjadi percaya diri, satu anak yang belajar bekerja sama, satu anak yang berani mencoba, atau satu anak yang menemukan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan.

Hal-hal kecil tersebut mungkin tidak langsung terlihat sebagai bentuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi saya percaya bahwa semuanya merupakan bagian dari proses panjang menuju generasi yang lebih berkualitas.

Karena itu, bagi saya pribadi, PGPAUD bukan sekadar belajar bermain dan bernyanyi. PGPAUD adalah tempat saya belajar memahami anak, belajar menjadi pendidik yang sabar dan peduli, serta belajar mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Saya ingin memulai kontribusi tersebut dari hal yang paling dekat dan paling mendasar, yaitu mendampingi anak-anak agar dapat tumbuh, berkembang, dan menjadi pribadi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa di masa depan. Opini Ghefira Fathia Shofa PGPAUD Universitas Negeri Yogyakarta.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dari-anak-usia-dini-kita-bangun-masa-depan-negeri/98037/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.16 WITA

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.
IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.