Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Permasalahan Sampah di Lingkungan: Pengaruh Perilaku dan Ketersediaan Fasilitas

Permasalahan Sampah di Lingkungan: Pengaruh Perilaku dan Ketersediaan Fasilitas

Penulis:
  • Gade Septia Ramadhani
Editor: Fatimah
06 Oktober 2026, 11.46 WITA
Pilih Simpan sebagai PDF pada dialog cetak.
Sampah
Sumber foto: Dokumentasi Pribadi

Artikel ini disusun menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review) terhadap pemberitaan media daring, data pemerintah, serta pernyataan resmi instansi yang diterbitkan hingga 5 Oktober 2026.

Permasalahan sampah masih menjadi persoalan lingkungan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di Provinsi Sumatera Selatan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti jalan, selokan, sungai, maupun ruang publik. Kondisi tersebut bukan hanya mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi masyarakat.

IKLAN

Persoalan sampah tidak dapat dilihat hanya sebagai akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Ketersediaan fasilitas persampahan juga memiliki peran penting. Ketika tempat sampah sulit ditemukan, jumlah tempat penampungan sementara terbatas, atau proses pengangkutan tidak berjalan secara optimal, masyarakat akan semakin kesulitan mengelola sampah dengan baik.

Oleh karena itu, persoalan sampah di Sumatera Selatan perlu dipahami dari dua sisi, yaitu perilaku masyarakat dan dukungan fasilitas pengelolaan sampah. Artikel ini disusun dari sudut pandang mahasiswa Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya.

Permasalahan sampah tidak seharusnya terus dipandang sebagai persoalan kebersihan yang cukup diselesaikan melalui imbauan untuk membuang sampah pada tempatnya. Menurut saya, lingkungan yang bersih dan sehat akan sulit diwujudkan apabila kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terjadi, fasilitas pengelolaan sampah belum memadai, dan edukasi kepada masyarakat belum dilakukan secara konsisten.

Dengan demikian, sampah bukan hanya persoalan perilaku individu. Persoalan ini juga berkaitan erat dengan sistem dan fasilitas yang tersedia untuk mendukung masyarakat dalam mengurangi, memilah, mengangkut, hingga mengolah sampah secara benar.

Timbulan Sampah Masih Menjadi Tantangan

Tingginya timbulan sampah menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2026 menunjukkan bahwa timbulan sampah yang tercatat di Kota Palembang mencapai sekitar 1.261 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 21,18 persen tercatat telah terkelola, sedangkan sekitar 78,82 persen lainnya masih belum terkelola.

Angka tersebut menunjukkan bahwa permasalahan sampah tidak lagi sekadar berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi telah menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan secara menyeluruh.

Masyarakat perlu mulai mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah seharusnya tidak hanya dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga perlu dikurangi sejak dari sumbernya, dipilah berdasarkan jenisnya, serta dimanfaatkan kembali apabila masih memiliki nilai guna.

Keterbatasan Armada Pengangkut Sampah

Selain persoalan perilaku masyarakat, keterbatasan fasilitas juga menjadi tantangan dalam pengelolaan sampah di Kota Palembang.

Pada Januari 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang menyebutkan bahwa jumlah armada pengangkut sampah yang beroperasi masih sekitar 146 unit, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 210 unit.

Perbedaan antara jumlah armada yang tersedia dan kebutuhan ideal tersebut dapat memengaruhi proses pengangkutan sampah. Apabila sampah tidak dapat diangkut secara rutin dan tepat waktu, penumpukan berpotensi terjadi di tempat penampungan sementara maupun di lingkungan permukiman.

Kondisi tersebut juga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat. Tumpukan sampah dapat menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu kenyamanan, menghambat saluran air, hingga berpotensi menjadi tempat berkembangnya vektor penyakit.

Pengelolaan Sampah Melalui PSEL

Upaya pengelolaan sampah tetap dilakukan pemerintah, salah satunya melalui fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Pada September 2026, sebanyak 141 armada disiagakan untuk mengangkut sampah dari lebih dari 400 tempat penampungan sementara (TPS). Sekitar 960 hingga 1.000 ton sampah per hari direncanakan diarahkan menuju fasilitas PSEL untuk diproses.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi jumlah sampah yang harus berakhir di tempat pembuangan akhir. Namun, menurut saya, keberadaan fasilitas pengolahan tetap harus didukung oleh sistem pengangkutan yang memadai.

Apabila jumlah armada tidak sebanding dengan volume sampah yang dihasilkan setiap hari, maka sampah tetap berpotensi menumpuk sebelum mencapai fasilitas pengolahan.

Sanksi Perlu Diiringi Edukasi

Selain meningkatkan fasilitas, penegakan aturan juga diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

IKLAN

Pemerintah Kota Palembang mulai memberlakukan sanksi terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan sejak 15 Mei 2026. Sanksi tersebut dapat berupa denda maksimal Rp500.000 serta sanksi sosial.

Penerapan aturan tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera kepada masyarakat. Namun, penegakan sanksi sebaiknya tetap berjalan bersama dengan peningkatan edukasi dan penyediaan fasilitas.

Masyarakat akan lebih mudah mematuhi aturan apabila tempat pembuangan tersedia secara memadai, jadwal pengangkutan berjalan dengan baik, dan informasi mengenai tata cara pengelolaan sampah mudah dipahami.

Penelitian tahun 2026 mengenai pengelolaan sampah di TPA Sukawinatan, Kota Palembang, juga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih menghadapi sejumlah persoalan, di antaranya keterbatasan infrastruktur, lemahnya penegakan regulasi, serta rendahnya partisipasi masyarakat.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah.

Pengelolaan Harus Dimulai dari Rumah

Melihat kondisi tersebut, salah satu solusi yang perlu diperkuat adalah pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, terutama dari rumah tangga.

Masyarakat dapat mulai membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah berdasarkan jenisnya, memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan, serta mengolah sampah organik apabila memungkinkan.

Langkah tersebut penting mengingat sebagian besar sampah di Kota Palembang masih tercatat belum terkelola secara optimal.

Di sisi lain, pemerintah perlu meningkatkan fasilitas pendukung, mulai dari tempat sampah, TPS, armada pengangkut, hingga fasilitas pengolahan akhir. Jumlah armada yang masih berada di bawah kebutuhan ideal menunjukkan bahwa aspek sarana dan prasarana tetap menjadi bagian penting dalam penyelesaian persoalan sampah.

Menurut saya, sejumlah upaya yang dapat dilakukan meliputi membiasakan pemilahan sampah dari rumah, memperkuat keberadaan bank sampah, meningkatkan edukasi lingkungan, serta mendorong pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.

Dengan langkah tersebut, volume sampah dapat dikurangi sejak dari sumbernya sehingga pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada proses pengangkutan dan pembuangan akhir.

Pada akhirnya, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Masyarakat perlu memiliki kesadaran dan kebiasaan yang baik dalam mengelola sampah, sedangkan pemerintah perlu menyediakan fasilitas, sistem pengangkutan, pengolahan, edukasi, serta penegakan aturan yang memadai. Kolaborasi antara perilaku masyarakat yang bertanggung jawab dan fasilitas yang mendukung menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Daftar Pustaka

Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. (n.d.). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Kementerian Lingkungan Hidup. https://sampahnasional.kemenlh.go.id/

Irawan, M. H. P. (2026, April 10). Jurus Pemkot Palembang Tekan Produksi Sampah yang Capai 1.000 Ton per Hari. DetikSumbagsel. https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8437456/jurus-pemkot-palembang

Rosana, D. (2026, October 5). Wali Kota Palembang tinjau pengiriman sampah perdana ke PSEL. ANTARA News Sumsel. https://sumsel.antaranews.com/berita/823632/fasilitas-psel-palembang-mulai-beroperasi-olah-960-ton-sampah-per-hari

Pratama, S. (2026, January 25). Sampah terus bertambah, Palembang masih kekurangan armada truk pengangkut. PALTV. https://paltv.disway.id/metropolis/read/46157/sampah-terus-bertambah-palembang-masih-kekurangan-armada-truk-pengangkut

Ardiansyah, A. (2026, September 3). Siagakan 141 Armada Pengangkut Sampah ke PSEL. Radar Palembang. https://radarpalembang.bacakoran.co/read/26127/siagakan-141-armada-pengangkut-sampah-ke-psel

Sabarudin, A. (2026, October 5). Kota Palembang terapkan denda buang sampah mulai 15 Mei 2026. ANTARA News Sumsel. https://sumsel.antaranews.com/berita/816969/pemkot-palembang

Lestari, R. A., Salsabila, N., Sinaga, C. A. P., Noveliya, M., Pangaribuan, C. R., & Junaidi, J. (2026). Analisis kebijakan alternatif pengelolaan sampah di TPA Sukawinatan Kota Palembang. Governance: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan, 13(1), 184–192. https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i1.690

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/permasalahan-sampah-di-lingkungan-pengaruh-perilaku-dan-ketersediaan-fasilitas/98015/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.05 WITA

  • #Kebersihan Lingkungan
  • #PSEL Palembang
  • #dinas lingkungan hidup
  • #fasilitas sampah
  • #pengelolaan sampah
  • #permasalahan sampah
  • #sampah Palembang

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.
IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.