Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Cikalong, Desa Kecil dengan Orang-Orang Hebat Penjaga Warisan

Cikalong, Desa Kecil dengan Orang-Orang Hebat Penjaga Warisan

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
23 Juni 2025, 16.11 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Cikalong
Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis (2025)

JurnalPost.com - Desa Cikalong, yang terletak di Kabupaten Pangandaran, bukan hanya pemukiman pedesaan biasa. Di balik hijaunya sawah dan tenangnya suasana desa, terdapat sosok luar biasa yang mungkin tidak banyak dikenal banyak orang. Tapi justru dari tangan, hati, dan kerja keras merekalah Cikalong berdiri dengan kebudayaan yang kaya dan tradisi yang hidup. Mereka adalah SDM unggul yang mencerminkan kearifan lokal, kekuatan tradisi, dan semangat mandiri yang pantas dijadikan inspirasi.

Salah satu sosok inspiratif tersebut adalah Pak Ebo, seorang guru sekaligus tokoh seni tradisional Cikalong. Namanya sudah tidak asing lagi di kalangan pelaku seni dan masyarakat desa tersebut. Sosok multitalenta yang menguasai hampir semua jenis kesenian. Beliau dikenal ahli dalam sesi nyoder, sebuah tarian penghormatan dengan selendang yang membutuhkan keahlian khusus. Tidak hanya aktif sebagai seniman, Pak Ebo juga menunjukkan komitmennya sebagai pelatih dalam Festival Budaya dan berperan dalam perencanaan pembentukan kelompok seni. Maka dari itu, tidak mengherankan jika beliau disebut sebagai simbol pelestarian seni di Cikalong, karena dalam berbagai kesempatan beliau selalu menegaskan kesiapannya untuk memperkuat identitas desa sebagai pusat budaya.

IKLAN

Sementara itu, tidak hanya datang dari dunia seni. Di bidang bidang ekonomi, hadir sosok Ibu Kisah, seorang wanita tangguh yang menghidupi dirinya dari usaha opak tradisional. Di tengah gempuran produk modern, Ibu Kisah usia 60th seorang janda, mengembangkan usaha opak tradisional buatannya sejak 2000-an. Dengan produksi 2,5-3 kg per hari, dipasarkan dari mulut ke mulut (word of mouth) opaknya sudah terjual sampai ke luar kota Tasikmalaya, Bandung hingga Semarang.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Usaha ini berawal dari pengamatan dan ketekunannya membantu tetangga, yang kemudian menginspirasi untuk merintis usaha sendiri. Dengan bahan sederhana seperti ketan dan santan, serta proses produksi menggunakan hawu (tungku) dan penjemuran alami, rasa gurih tanpa pengawet dan ketahanan opak menjadi daya tarik tersendiri. Lebih dari itu, Ibu Kisah membuka diri bagi siapa pun yang ingin belajar darinya, membuktikan bahwa usahanya bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga tentang mewariskan tradisi.

IKLAN

Selain pelaku seni dan pelaku usaha, keberadaan petani di Cikalong juga memegang peranan vital dalam menjaga keberlanjutan hidup masyarakat desa. Mereka tak banyak bicara. Tak punya media sosial untuk memamerkan hasil kerja kerasnya. Petani Cikalong tetap setia dengan ritme alam. Mereka adalah orang-orang yang setiap hari memastikan dapur masyarakat tetap berasap. Tak banyak yang menyadari bahwa sebelum makanan tersaji di meja, ada tangan-tangan kasar yang bersentuhan langsung dengan tanah, menanam, merawat, dan memanen itulah para petani, pahlawan yang mungkin tak kita kenal, tapi selalu kita butuhkan.

Pak Aso adalah salah satunya. Ia tidak hanya bertani, tapi juga ikut menjaga tradisi nampaling, sebuah cara tradisional menangkap belalang menggunakan alat sederhana bernama tanpaling yang telah ada sejak tahun 1990-an. Bagi masyarakat Cikalong, nampaling bukan sekadar aktivitas pasca-panen, melainkan bagian dari gaya hidup yang melekat erat dengan alam dan kebiasaan turun-temurun. Oleh karena itu, dari tangan para petani inilah bahan pangan tersedia, dari kebiasaan mereka lahir tradisi, dan dari kerja keras mereka kehidupan terus berjalan. Petani seperti Pak Aso tidak pernah minta sorotan. Tapi justru karena itu, mereka layak mendapatkannya. Mereka adalah contoh nyata harmoni antara alam, tradisi, dan ekonomi.

Di kota, kadang kita sibuk mencari segala sesuatu yang baru, orang-orang hebat di Cikalong justru sibuk menjaga hal-hal lama agar tidak punah. Mereka tidak menuntut perhatian, tapi kisah mereka layak diceritakan. Dari menjaga dan melestarikan seni, pengembangan usaha rumahan, hingga tradisi semuanya dirawat dengan cinta. Maka dari itu, Cikalong bukan hanya desa, tapi rumah bagi warisan budaya yang hidup. Dan yang menjaga warisan itu adalah manusia-manusia luar biasa yang pantas kita kenal, hargai, dan dukung.

Foto Besama TIM
Baca Juga

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Penulis: Liana Kamilah (Administrasi Bisnis 23, PSDKU Unpad Pangandaran) Editor: Syaila Amalia Julviani (Administrasi Bisnis 23, PSDKU Unpad Pangandaran)

#WarisanLeluhurCikalong #JelajahBudayaCikalong #CikalongPangandaran #OrangHebatCikalong #CeritaDariDesa

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/cikalong-desa-kecil-dengan-orang-orang-hebat-penjaga-warisan/82627/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.23 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan
  2. 2

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. 3

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  4. 4

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  5. 5

    Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.