Malang, JurnalPost.com – Kampung Keramik Dinoyo kembali hidup dengan semangat baru melalui acara Ruang Lempung, sebuah kegiatan yang memberi ruang bagi para pengrajin lokal dan warga untuk menampilkan hasil karya mereka secara langsung. Acara ini berlangsung meriah dan penuh interaksi hangat antara pengrajin, pengunjung, dan komunitas sekitar.
Ruang Lempung menjadi ajang penting untuk memperkenalkan kembali potensi kampung Dinoyo sebagai sentra kerajinan keramik yang selama ini mulai terlupakan. Melalui kegiatan ini, pengunjung tidak hanya dapat membeli keramik langsung dari pengrajin, tapi juga bisa mengenal proses pembuatannya serta cerita di balik setiap produk.
“Kegiatan ini sangat berarti. Kami bisa berbagi langsung dengan pengunjung, dan itu membuat mereka lebih memahami serta menghargai karya kami,” ujar salah satu pengrajin.
Pengunjung diajak mengikuti workshop sejarah Kampung Keramik Dinoyo yang dibawakan oleh Bapak Samsul Arifin, seorang pemerhati sejarah setempat. Dalam sesi ini, peserta mengenal lebih dalam tentang asal-usul keramik Dinoyo, perkembangan industri rumahan, hingga nilai budaya yang melekat di dalamnya. Setelah itu dilanjut oleh,
Ruang Lempung: Wadah Baru Bagi Kreativitas dan Ekonomi Lokal di Kampung Keramik Dinoyo
Malang, JurnalPost.com – Kampung Keramik Dinoyo kembali hidup dengan semangat baru melalui acara Ruang Lempung, sebuah kegiatan yang memberi ruang bagi para pengrajin lokal dan warga untuk menampilkan hasil karya mereka secara langsung. Acara ini berlangsung meriah dan penuh interaksi hangat antara pengrajin, pengunjung, dan komunitas sekitar.
Ruang Lempung menjadi ajang penting untuk memperkenalkan kembali potensi kampung Dinoyo sebagai sentra kerajinan keramik yang selama ini mulai terlupakan. Melalui kegiatan ini, pengunjung tidak hanya dapat membeli keramik langsung dari pengrajin, tapi juga bisa mengenal proses pembuatannya serta cerita di balik setiap produk.
“Kegiatan ini sangat berarti. Kami bisa berbagi langsung dengan pengunjung, dan itu membuat mereka lebih memahami serta menghargai karya kami,” ujar salah satu pengrajin.
Pengunjung diajak mengikuti workshop sejarah Kampung Keramik Dinoyo yang dibawakan oleh Bapak Samsul Arifin, seorang pemerhati sejarah setempat. Dalam sesi ini, peserta mengenal lebih dalam tentang asal-usul keramik Dinoyo, perkembangan industri rumahan, hingga nilai budaya yang melekat di dalamnya. Setelah itu dilanjut oleh,
Artikel Terkait
REKOMENDASI JURNALPOST
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda