Pangkep, JurnalPost.com - Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau mengajak masyarakat pesisir, khususnya para pemilik kapal kecil, untuk segera mengurus E-Pas Kecil. Ia meminta warga memanfaatkan program tersebut selagi masih diberikan secara gratis.
Hal itu disampaikan Yusran saat menghadiri Sosialisasi Keselamatan Pelayanan dan Penyerahan E-Pas Kecil di Pulau Balang Lompo, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut digelar Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Maccini Baji.
“Silakan manfaatkan program ini. Mumpung masih gratis dan tidak mengeluarkan biaya. Saya minta para kepala desa, lurah, hingga camat ikut menyampaikan kepada masyarakat agar seluruh kapal yang memenuhi syarat segera memiliki E-Pas Kecil,” kata Yusran dalam sambutannya.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Syahbandar, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangkep, unsur Forkopimcam, pemerintah desa dan kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta para pemilik kapal penerima E-Pas Kecil.
Yusran menjelaskan, E-Pas Kecil penting dimiliki oleh pemilik kapal berukuran 1 hingga 6 GT. Menurutnya, dokumen tersebut menjadi bukti legalitas kepemilikan kapal sekaligus perlindungan hukum bagi pemiliknya.
“Kalau suatu saat ada yang mengklaim kapal tersebut, sudah ada bukti secara hukum siapa pemiliknya. Ini juga berkaitan dengan berbagai program pemerintah yang mensyaratkan kepemilikan E-Pas,” ujarnya.
Yusran mengatakan, kepemilikan E-Pas Kecil juga berkaitan dengan akses terhadap sejumlah layanan pemerintah. Di antaranya akses BBM bersubsidi serta berbagai program bantuan bagi nelayan.
Berdasarkan data yang diterimanya, terdapat sekitar 120 kapal di Kabupaten Pangkep yang menjadi sasaran program tersebut. Jumlah penerima terbanyak disebut berasal dari Pulau Balang Lompo.
Selain menekankan legalitas kapal, Yusran juga mengingatkan pentingnya keselamatan saat melaut. Ia meminta para nelayan tidak mengabaikan penggunaan jaket pelampung atau life jacket saat beraktivitas di laut.
Menurut Yusran, masih banyak warga yang menganggap pelampung tidak terlalu penting karena merasa bisa berenang. Padahal, kondisi di laut memiliki risiko tinggi dan tidak bisa diprediksi.
“Sayangi nyawa kita. Pelampung bukan berarti mendoakan terjadi kecelakaan, tetapi sebagai bentuk antisipasi. Kesempatan selamat jauh lebih besar jika menggunakan pelampung,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan jaket pelampung yang memenuhi standar keselamatan. Sebab, tidak semua pelampung memiliki daya tahan yang sama saat digunakan dalam kondisi darurat di laut.
Yusran berharap masyarakat kepulauan semakin sadar terhadap pentingnya keselamatan pelayaran. Ia juga meminta warga memanfaatkan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan perlindungan bagi nelayan dan pemilik kapal.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan menunggu musibah baru kita sadar pentingnya perlengkapan keselamatan dan legalitas kapal,” pungkasnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda