Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Nasional
  3. Buka Munas Tarjih Muhamamdiyah ke 30, Haedar Nashir Bicara Politik

Buka Munas Tarjih Muhamamdiyah ke 30, Haedar Nashir Bicara Politik

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
24 Januari 2018, 18.35 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Buka Munas Tarjih Muhamamdiyah ke 30, Haedar Nashir Bicara Politik

JURNALPOST.COM, MAKASSAR — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir membuka secara resmi Musyawarah Nasional Tarjih XXX, Rabu, 24 Januari 2018 di Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh Makassar.

Dalam sambutannya Haedar menyinggung fenomena politik uang yang saat ini menjadi kelaziman dalam praktik berpolitik di negeri ini.

IKLAN

Haedar menyebut politik uang hanya fenomena hilir. Seharusnya, ungkap Haedar, fenomena politik tersebut dibaca secara holistik dari proses hulu.

Resmi Ditutup, Munas Tarjih ke 30 Lahirkan Fikih Problematika Kontemporer
Baca Juga

Resmi Ditutup, Munas Tarjih ke 30 Lahirkan Fikih Problematika Kontemporer

Menurut Haedar, politik demokrasi di Indonesia sebagai hulu pertama, dijalankan secara sangat liberal, melebihi negara lain. Hal ini tidak salah, hanya saja di tengah praktik politik liberal ini, masyarakat Indonesia tidak siap secara kultur.

“Jadi ada semacam kesenjangan alam pikiran di mana demokrasi prosedural sebagai pilihan sistem kita berpolitik sudah cukup maju langkahnya, tapi mentalitas, alam pikiran bangsa Indonesia itu belum ke sana,” ungkapnya.

Haedar, meminjam teori kebudayaan politik, juga mengungkapkan politik bangsa ini masih terjebak dalam politik patrimonial dan politik parokhial. Orang Indonesia lebih mengandalkan rasa dan kebiasaan sehingga daya kritis yang cerdas belum sepadan.

“Orang Indonesia kira-kira begitu. Dalam bahasa lainnya, demokrasinya sudah matang, tetapi orangnya belum akil balig. Di sinilah letak kesenjangannya,” tambahnya.

FK UPN
Baca Juga

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Karena itu, lanjut Haedar, Muhammadiyah, baru-baru ini telah melahirkan dua buku, sebagi upaya edukasi dan kritik.

“Muhammadiyah telah menerbitkan dua buku yaitu Visi karakter bangsa dan Indonesia Berkemajuan. Sebenarnya buku ini sebagai kritik terhadap proses politik hulu yang liberal yang sudah dibuka terlalu lebar pada masa Amandemen UUD 1945,” ungkapnya.

Pendidikan politik, lanjut Haedar, menjadi niscaya untuk antisipasi hal ini. Beber Haedar, Muhammadiyah dan organisasi-organisasi otonomnya telah melakukan edukasi politik ini.

IKLAN

“Muhammadiyah, ‘Aisyiyah telah melakukan pendidikan politik ini. Tetapi tidak gampang,” ungkapnya.

Upacara HUT ke-58 PT Semen Tonasa di Pangkep pada 2 November 2026
Baca Juga

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Hal yang menantang dalam pendidikan politik kini, ungkap Haedar, adalah mentalitas politik bangsa Indonesia yang patrikomunal dan parokial sehingga melahirkan politik instan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga sosiolog ini menyebut bahwa praktik politik di negeri ini turut dikuasai oleh elite lokal yang menguasai umat.

“Elite-elite lokal yang menguasai umat, saya tidak menyebut institusinya- institusinya, dia akan selalu dalam istilah sosiologinya, mengkodifikasi, atau dalam istilah ekonominya, mengkomiditikasikan, menjual-belikan harga umat sebagai konstituen untuk selalu ditawar belikan kepada kekuatan politik mana pun,” jelasnya.

Ia melanjutkan, bayaran bagi jual-beli suara umat tersebut adalah uang atau nilai barang yang selalu memberi nilai lebih bagi elite lokal. Mirisnya, elite lokal tersebut mendapat keuntungan banyak sementara rakyat sama sekali tidak diuntungkan.

“Suka begini, elite mengatasnamakan umat, tokoh Islam kan suka begitu. Atas nama umat Islam saya akan, nah gitu kan, padahal dia aja. Ini menjadi bahan komoditas,” ungkapnya.

Rakyat yang sama sekali tidak diuntungkan selanjutnya akan ikut tertarik menjual-belikan, sehingga lahirlah transaksi sosial-politik baru di tengah praktik politik masyarakat.

Untuk membincang mendalam perihal praktik politik transaksional ini, ungkap Haedar, Muhammadiyah akan menghadirkan Prof. Din Syamsuddin, sore hari ini.

Agenda ini masih dalam rangkaian Munas Tarjih XXX Muhammadiyah. Tujuannya, ungkap Haedar, sebagai edukasi dan pemahaman kepada warga dan kader Muhammadiyah serta masyarakat umum tentang politik transaksional.

Seminar oleh Prof. Din Syamsuddin, Mantan Ketua PP Muhammadiyah dan Mantan Ketua MUI ini, dibuka bagi umum. Seminar dilaksanakan di Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh Makassar, sore ini, Rabu, 24 Januari 2018.(Baslam)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/buka-munas-tarjih-muhamamdiyah-ke-30-haedar-nashir-bicara-politik/6045/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.15 WITA

  • #Haedar Nashir
  • #Munas Tarjih Muhamamdiyah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

BSSN Kukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber, Perkuat Ketahanan Digital Nasional

HUT ke-58, Semen Tonasa Perkuat Transformasi Berbasis Iman dan Kebersamaan

Pemerintah Siapkan Program Ekonomi untuk Perkuat Perlindungan Masyarakat 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya
  2. 2

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  3. 3

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

  4. 4

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.