Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  2. Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  4. Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  5. Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Bolehkah Kita Memakai Logika untuk Memahami Iman?

Bolehkah Kita Memakai Logika untuk Memahami Iman?

M
Penulis: Maria Makdalena Depi – STKIP Widya Yuwana Madiun
01 Oktober 2026, 10.58 WITA Editor: Rafi Adinata
4 menit baca
Ilustrasi hubungan iman
Ilustrasi hubungan iman dan akal. Manusia dapat menggunakan logika untuk bertanya dan mencari pemahaman, sementara iman membantu melihat kebenaran yang melampaui kemampuan rasional manusia. Foto: Ilustrasi AI/ChatGPT

JurnalPost.com - Kita hidup di zaman ketika hampir semua hal ingin dibuktikan. Sebelum membeli barang, kita membaca ulasan. Sebelum percaya pada sebuah berita, kita mencari sumbernya. Kita terbiasa bertanya, “Apa buktinya?” dan “Mengapa saya harus percaya?” Lalu, bagaimana dengan iman? Apakah percaya kepada Allah berarti kita harus berhenti berpikir?

Pertanyaan seperti ini penting karena manusia memiliki iman sekaligus akal. Kita percaya kepada Allah, tetapi kita juga menghadapi banyak hal yang sulit dipahami. Mengapa orang baik mengalami penderitaan? Mengapa doa-doa kita belum mendapatkan jawaban seperti yang diharapkan?

IKLAN

Pertanyaan tersebut tidak selalu menunjukkan lemahnya iman. Justru, pertanyaan dapat menjadi awal untuk mencari pemahaman yang lebih dalam.

Iman dan Akal Berjalan Bersama

Logika membantu manusia berpikir secara teratur. Dengan logika, kita belajar untuk tidak mudah menerima sesuatu tanpa alasan. Kita dapat memeriksa informasi, melihat hubungan sebab-akibat, serta membedakan antara fakta dan dugaan.

Sikap kritis yang sehat seperti ini juga penting dalam kehidupan beriman. Kita tidak harus menerima sebuah ajaran secara buta hanya karena orang lain mengatakannya. Kita ditantang untuk membaca Kitab Suci, mempelajari ajaran Gereja, berani bertanya, dan berdiskusi.

Melalui proses itulah, iman tidak berhenti pada dogma “saya percaya”, tetapi berkembang menjadi tekad, “saya berusaha memahami apa yang saya percaya”.

Belajar dari Santo Thomas Aquinas

Pemikiran Santo Thomas Aquinas menunjukkan bahwa akal dapat membantu manusia dalam perjalanan menuju Allah. Ia melihat bahwa manusia dapat menggunakan kemampuan berpikirnya untuk mengenal Allah dan memahami sebagian kebenaran tentang iman.

Namun, kita juga harus mengetahui batasannya. Akal manusia bukanlah alat mutlak yang mampu menjelaskan segala sesuatu yang transenden. Ada kenyataan tentang Allah yang melampaui kemampuan pikiran manusia.

Karena itu, menggunakan logika dalam memahami iman bukan berarti memaksa semua misteri Allah harus memiliki jawaban yang masuk akal secara sistematis. Di sinilah iman membutuhkan kerendahan hati. Kita berpikir dan mencari sejauh kemampuan kita, tetapi juga berani mengakui, “Saya belum mengerti semuanya.”

IKLAN

Beriman Bukan Berarti Berhenti Bertanya

Kadang-kadang kita takut bertanya karena mengira pertanyaan dapat membuat iman menjadi lemah. Padahal, pertanyaan yang jujur dan tulus dapat membawa seseorang untuk belajar lebih sungguh-sungguh.

Iman yang matang bukanlah iman yang takut pada pertanyaan. Sebaliknya, iman yang dewasa adalah iman yang berani berjalan beriringan dengan akal. Akal membantu kita mencari pemahaman yang rasional, sedangkan iman membuka diri pada kenyataan ilahi yang tidak selalu dapat dijangkau sepenuhnya oleh logika manusia.

Karena itu, kita tidak perlu memilih antara menjadi orang yang rasional atau menjadi orang yang beriman. Keduanya dapat berjalan bersama secara harmonis.

Kita boleh bertanya, mencari alasan, dan menggunakan logika. Namun, pada saat yang sama, kita perlu menyadari keterbatasan diri bahwa tidak semua misteri Allah dapat dipecahkan oleh pikiran manusia.

Pada akhirnya, logika hadir untuk membantu iman, supaya apa yang kita imani menjadi lebih masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan kepada dunia.

Referensi

Setiawan, C. V. (2023). The Dialogue Between Faith and Reason According to John Paul II and Thomas Aquinas.

Grochowska, I. (2023). Faith and Reason in the Unity of Truth.

Riyanto, A. (2001). Fides et Ratio: Menggagas Pertautan Teologi dan Filsafat.

Yohanes Paulus II. (1998). Fides et Ratio.

Katekismus Gereja Katolik, terutama No. 159.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/bolehkah-kita-memakai-logika-untuk-memahami-iman/97920/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 17.59 WITA

  • #agama
  • #filsafat
  • #iman dan akal
  • #kepercayaan
  • #logika
  • #pemikiran
  • #teologi
  • #thomas aquinas

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Pilihan Editor

  1. 1 Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama
  2. 2

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  3. 3

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  5. 5

    Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.