Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Belajar Filosofi Hidup melalui Budaya Nyusur Tanah di Desa Cikalong

Belajar Filosofi Hidup melalui Budaya Nyusur Tanah di Desa Cikalong

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
23 Juni 2025, 19.54 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Belajar Filosofi Hidup melalui Budaya Nyusur Tanah di Desa Cikalong
Foto Acara Tahlilan Desa Cikalong (Dokumentasi oleh Aman Suherman, 2023)

JurnalPost.com - Desa Cikalong di Kabupaten Pangandaran dikenal sebagai salah satu desa budaya di Tatar Sunda yang masih memelihara berbagai tradisi leluhur. Salah satu upacara adat yang masih dijaga hingga kini adalah tradisi Nyusur Tanah (menyusur tanah), sebuah ritual yang berkaitan erat dengan prosesi kematian dalam masyarakat Sunda.

Makna dan Asal Usul Nyusur Tanah Secara harfiah, nyusur tanah berarti "menyusuri tanah". Dalam konteks tradisi Sunda, istilah ini merujuk pada sebuah upacara yang dilakukan setelah proses penguburan jenazah selesai. Tradisi ini merupakan bagian dari rangkaian upacara kematian yang diwariskan turun-temurun dan masih lestari di berbagai daerah Sunda. Di Desa Cikalong sendiri, acara nyusur sudah dilakukan beratus-ratus tahun dari generasi ke generasi oleh masyarakat Desa Cikalong secara turun-temurun. Mengingat Desa Cikalong merupakan desa tertua yang berada di Kecamatan Sidamulih khususnya bahkan di Kabupaten Pangandaran.

IKLAN

Menurut cerita turun temurun dari para sepuh dan bukti-bukti peninggalan leluhur, tradisi Nyusur Tanah di Desa Cikalong sudah ada sejak zaman dahulu kurang lebih tahun 1900 an bahkan bisa jadi sebelumnya. Cerita tersebut diperkuat adanya bukti peninggalan makam yang sangat dikeramatkan oleh warga Desa Cikalong dan di luar Desa Cikalong.

BPDD Jakarta
Baca Juga

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Makam tersebut adalah makam Dalem Sastrayuda beserta anak keturunannya di Blok Dusun Citembong Desa Cikalong (Lokasi TPU Desa Cikalong). Beliau adalah salah satu tokoh adat sekaligus ulama penyebar agama Islam di Desa Cikalong yang biasa dikenal dengan ajarannya “Panengen”, beliau masih ada nassab keturunan kepada Sunan Gunung Jati dari istri kedua yang bernama Nyimas Ratu Ayu Dewi Kawunganten yang menurunkan putra Maulana Hasanudin Banten. Silsilah lengkapnya tersimpan rapi di keluarga selaku anak turunannya.

Proses Pelaksanaan Tradisi Nyusur Tanah Tradisi Nyusur Tanah dimulai dari melakukan penggalian liang lahat untuk mengubur jenazah (mayat) yang diawali dari membakar kemenyan, lalu dilanjutkan dengan penyiraman air yang sudah didoakan oleh tokoh adat di tempat yang akan dijadikan liang lahat. Sebelum mayat dimasukan ke liang lahat biasanya tokoh adat turun terlebih dahulu ke liang lahat untuk membacakan doa untuk mayat. Selama proses pembacaan doa oleh ketua adat, dibentangkan karembong (kain) di atasnya dan dipegang oleh 2 orang, setelah ketua adat selesai berdoa lalu tokoh agama mengumandangkan adzan dan seterusnya mayat dimasukan ke liang lahat dan keluarga serta pemuda/petugas mengubur mayat menggunakan cangkul.

Setelah mayat terkubur dipasangkan 2 papan nisan sebagai ciri atau identitas makam dan pohon seperti hanjuang, puring, samboja dan lain-lain, kemudian keluarga menaburkan bunga di atas makam, memotong nasi yang dibungkus sapu ketan atau jerami padi yang sudah dipersiapkan oleh keluarga dari rumah duka. Setelah itu makam disiram dengan air dari kendi yang sudah didoakan oleh ketua adat, kendi dan air sisa penyiraman tidak dibawa pulang melainkan disimpan di pusara makam bagian atas kepala. Setelah prosesi adat selesai dilaksanakan dilanjutkan oleh petugas dari tokoh agama untuk membaca doa sekaligus membacakan talqin untuk keluarga yang ditinggalkan agar tetap tegar dan selalu mendoakan keluarga yang telah meninggal.

Setelah upacara nyusur tanah selesai, keluarga almarhum mengundang para pelayat dan masyarakat yang telah membantu proses pemakaman untuk berkumpul di rumah duka. Di sana, mereka membaca doa bersama untuk almarhum dan biasanya keluarga menyediakan makanan serta minuman sebagai ungkapan terima kasih atas bantuan dan kehadiran masyarakat.

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

IKLAN

Siapa Saja yang Terlibat dalam Tradisi Nyusur Tanah? Tradisi Nyusur Tanah melibatkan berbagai elemen masyarakat, dari tokoh adat, tokoh agama, pihak keluarga, unsur pemerintahan dan warga sekitar. Acara prosesi Nyusur Tanah dipimpin oleh tokoh adat (sesepuh) dan tokoh agama. Keduanya bertugas memandu jalannya ritual/upacara, seperti membacakan doa-doa dan memberikan makna spiritual di setiap tahapannya.

Keterlibatan generasi muda dan masyarakat sekitar juga menjadi aspek yang penting dalam tradisi ini. Para pemuda biasanya diberikan tanggung jawab untuk menggali liang lahat, tugas yang tidak hanya membutuhkan tenaga fisik saja tetapi juga sikap menghormati dan rasa tanggung jawab. Pelaksanaan Tradisi ini tidak dilakukan secara tertutup untuk komunitas internal saja. Masyarakat yang tinggal di Desa Cikalong juga dapat ikut serta dalam membantu proses upacaranya, bahkan warga dari desa lain juga sering datang untuk melayat ke rumah duka.

Nilai-Nilai yang Dapat Diajarkan Melalui Tradisi Nyusur Tanah Tradisi nyusur tanah bukan sekedar ritual kematian, tetapi juga ajaran kehidupan bahwa kita hidup di dunia ini tidaklah kekal melainkan hanya sementara, kita harus menyadari darimana kita berasal. Selain itu, Tradisi Nyusur Tanah juga memiliki beberapa tujuan penting seperti:

● Mendoakan arwah almarhum agar diampuni dosa-dosanya dan diterima di sisi Tuhan. ● Mengungkapkan rasa terima kasih keluarga kepada para pelayat dan masyarakat yang telah membantu proses pemakaman. ● Mempererat solidaritas sosial dan kebersamaan di antara warga desa, serta memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Cikalong. Selain aspek spiritual, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan menjaga harmoni di tengah masyarakat.

Pengendara menggunakan ponsel saat berhenti di lampu merah, ilustrasi pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Tradisi Nyusur Tanah mengajarkan masyarakat agar tetap menghargai akar budayanya dan tidak melupakan asal usulnya, memperkuat relasi sosial, serta memberikan pemahaman tentang arti hidup dan mati secara mendalam. Tradisi ini merupakan warisan budaya yang tidak hanya menambah kekayaan identitas lokal, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran spiritual bagi generasi sekarang.

Dengan menjaga dan melestarikan serta memahami tradisi ini secara menyeluruh, diharapkan tradisi ini tetap terjaga di tengah kehidupan modern. Sebab di balik setiap prosesi adat, terdapat nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan yang sangat berharga untuk masa depan.

Penulis: Hexa Apliyati & Rully Adhitya Ferdiansyah (Adbis PSDKU Unpad Pangandaran) Narasumber: Aman Suherman (Tokoh Adat Desa Cikalong)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/belajar-filosofi-hidup-melalui-budaya-nyusur-tanah-di-desa-cikalong/82660/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.16 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Pilihan Editor

  1. 1 Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru
  2. 2

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  3. 3

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  4. 4

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  5. 5

    Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.