JurnalPost.com - Hari pertama magang di Kebun Binatang Surabaya masih terekam jelas di ingatanku. Udara pagi yang lembap bercampur daun-daun yang gugur menyambut langkahku menuju gerbang besar bertuliskan Surabaya Zoo. Aku datang dengan perasaan campur aduk, gugup, antusias, dan sedikit tidak percaya bahwa tempat wisata masa kecilku kini menjadi “kantor” tempatku belajar dunia profesional.
Aku, M. Arfiansyah, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ditempatkan di divisi Humas yang bertugas menjaga citra positif kebun binatang melalui media sosial. Tugas utamaku membuat konten digital yang tak sekadar menarik, tapi juga mendidik. Hari-hari awal terasa seperti memasuki dunia baru, belajar mengatur sudut kamera, menulis caption yang komunikatif, hingga memahami bagaimana seekor satwa bisa menjadi “influencer” yang dicintai publik.
Salah satu momen paling berkesan adalah ketika aku harus menjadi talent dalam video “Sehari Jadi Pengunjung KBS.” Awalnya canggung, tapi ketika melihat hasil videonya ramai dikomentari warganet dengan respon positif, aku sadar inilah kekuatan komunikasi visual pesan bisa tersampaikan tanpa perlu banyak bicara. Aku juga ikut membuat konten edukatif seperti “Sapa Satwa” yang mengenalkan karakter unik hewan-hewan penghuni KBS. Dari penyu hijau hingga landak Jawa, setiap hewan punya kisahnya sendiri yang layak diceritakan.
Namun magang ini tidak selalu berjalan mulus. Pernah suatu kali video yang kubuat gagal diunggah tepat waktu karena koneksi internet buruk. Panik, aku harus menyunting ulang hingga larut sore. Tapi dari situ aku belajar tangguh, belajar bahwa kerja kreatif menuntut ketelitian, kesabaran, dan kerja sama tim.
Lebih dari sekadar magang, pengalaman ini mengajarkanku arti komunikasi yang sesungguhnya. Bukan hanya tentang bicara, tapi tentang bagaimana membuat orang merasa terhubung. Melalui setiap video dan unggahan, aku belajar bahwa konten digital bukan sekadar promosi, tapi juga jembatan antara manusia dan alam.
Kini, setiap kali melihat postingan KBS muncul di beranda media sosial, aku tersenyum kecil. Di balik setiap tayangan itu, ada kenangan, kerja keras, dan pembelajaran yang membuatku tumbuh, bukan hanya sebagai mahasiswa komunikasi, tapi juga sebagai manusia yang belajar bicara lewat lensa.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda